Reaksi Fusi
Selain kisah orang tua aku juga
punya sedikit sisi bahagia sebagai seorang remaja yang sedikit normal .
Ya
aku juga punya tiga orang sahabat yang boleh dibilang sudah kayak adik- kakak
kepaksa.
Sisi atau sia, temen sebangku ku yang centil dan paling gaul
Ratri temen yang aku anggap paling
misterius
Yuke anak yang paling cool
Seperti bisa pagi ini aku lagi
ngumpul bereng tiga sahabat
Aku dan sia duduk di meja dekat
pintu sementara itu Ratri dan Yuke duduk dibawah jendela , kami masih asyik
nguping certita sia tentang ketua MPK yang lagi asyik pdkt , aku kepaksa
ngupingin cerita itu ,gak tau lah apa yang bikin aku mau , mungkin gak tega ja
soalnya Ratri dan Yuke gak ada respek soal yang gituan
“ Di kemarin itu Davi nembak aku
di pantai lagi..” Sia berapi-api
“Terus kamu terima ga Si ? “ tanyaku pura-pura antusias
“Sayangnya gak ku terima…baru
nyadar dia itu anaknya narsis abis, udah pasti gak cocok lah……”
“ Entar….Maksud mu…Si Davy ketua MPK kan? Bukan kakak kelas
3…..?”
“Ya Ialah di gimana sih,,,,,?” Sia cemberut
“Ya maaf Si, kamu tau ndiri kan
kadang aku emang susah di ajak ngobrol……”
“Iya…juga ya Di, makanya yah kamu
mesti sering ngobrol ama cowok, ya boleh lah cukup ama yang ganteng aja,
soalnya ni yah kamu itu kayak bule, idung kamu mancung rambuat kamu
blondes-blondes dikit gitu……..”
Sisi membelokan arah pembicaraan
dan mulai ngraguin kalau aku masih suka cowok
“ Di aku yakin cowok gay juga
pasti bisa suka ke kamu………”
“ Stress…emang aku mau jadi
selingan……..” aku tertawa cekikikan.
Sejenak aku menutup kupingku saat
senyum berjalan melintas didepan kelasku, rasanya memang aneh tapi 5 jam aku
terus duduk dari jam pertama hanya untuk melihat senyumnya itu bukan ngobrol
ama Sisi
“Gimana yah kalau kamu terus gini
ntar sampai mati juga pada ilfil…….” Teriak Sia keras-keras
Kelihtanya ia gemes dah dengan
cara ku mandangin dia atau gemes ngliat
mukakau yang udah kayak anak embisil.
Tapi bodo amat Gak aku pikir
omongan Sia, aku terus memandangi dia, Mr. HP…
“Oh…oh…gitu…to…” Sia meyakinkan
dirinya sendiri setelah sosok Mr.hp lewat tepat di depan kelasku
“ Mr.Hp …hoi…sebentar…” Sia
menyalak-nyalak
Si senyum itu semakin mendekat , aku memang
terlihat mupeng alias muka pingin, dan Sia cukup tau soal yang beginian tak
ayal aku jadi bahan bulan- bulanan dia .
“Ada apa Si…, kok serius amat,
pake teriak-teriak lagi” ucap Mr. Hp sembari senyum .
“Oh jadi ini Mas to.., cowok kecengan Di….?
Akirnya sahabatku itu bisa suka sam cowok.ha…hah……., etz ngomong-ngomong u pain
tuh temen ku sampai bisa segitunya………?”.
“Ah…jangan nagco kamu Si, ah
bilang aja mau titip salam ke Bangkit pakai bilang ada yang suka Nofit,
ckcckckckck”. Mr Hp menyembul kan gigi
nya sekaligu sinar silau dari giginya yang putih.
Aku sedikit tertegun menahan nafas
kencang-kencang, “ Sia biasa aja lagi…ya kan Mas Nofit……”.
“ Gak biasa juga kali, ea kamu itu
aneh tau , ehm bisa ketawa juga to, ea ngomong-ngomong kapan nih jadwal konser
di sawah lagi………….ekstrim Bo…”.
“ Enak aja emang aku bebek apa….?
Konser disawah ckckckckckckckck” aku membalas senyum nya itu.
“ Iya trus kapan Mas mau ikutan
casting jadi model odol, senyum nya itu loh…., emang gak pegel Ma………….s”.
“Alah Cuma kamu yang bilang gitu, kalau di
bilang obral seyum itu slah bunda ngasih nama, nih ya kalau ustad bilang sih
Nofit Hepi pangastu artinya biar susah selalu senyum itu doa Ortu lagi
ckckckckckckck”. Ia kembali obral seyum.
Lama tak kudengar dia ngomong tapi justru ini yang ku mau , aku juga tambah
leluasa melihat wajahnya itu…, kadang aku sampai gemez…, pingin banget mencubit
pipinya…et itu Cuma di anagn saja aku kan gak seberani itu, mau ngomong aja pusing,
ya nunggu dia ngomong duluan aja .
“Boleh minta no Hp…….?” ucapaku pelan kurang
power.
“
Ckckckckckck……..gimana sih kemarin aja udak sms masa minta no hp
lagi….hahahahahah.
Aku
terunduk malu aduh ketahuan begonya nih….
Semua kembali hening, aku kembali memandangi
dia rasanya hampir 15 menitan.
Dari samping ku Sia berbisik-bisik
“Gimana Sih udah aku tinggal malah diem
aja………nyosor Kek apa apa gitu..?”.
“ Diem……….” Aku menginjak kaki
Sia.
Tiba-tiba saja Mr. HP merogoh sakunya
mengeluarkan beberapa butir permen susu impor Cina dan menyodorkan padaku dan Sia
. Tanpa sebuah dialog aku mengambil dua butir permen itu.
Hanya saja aku menangkap ekspresi
yang berbeda dari wajah Mr. HP (gak tahu apa…)
Gak bisa-bisanya six sense yang
aku punya gak bekerja ,jadi aku gak bisa tau apa dia punya rasa yang sama
denganku .
Kalau wajah Sia aku tau pasati ia
lagi bete…, memang jarum jam sudah melompat 30o.
Sia
gak tahan lama-lama duduk dideket ku , tanpa pamit ia langsung pergi ,
ninggalin aku dalam keheningan , so aku ma Mr.Hp saling diem malu –malu gitu .
“Iya…Di…aku balik dulu ya…5 menit lagi bel kan ………?”.
Tet…tet…bel pelajaran melengking tajam, satu
persatu tas anak-anak mulai berjalan menjauhi sekolahan yang suram ini. Mr. HP
berjalan pergi meninggalkan aku dalam keheningan malamnya siang….
Gak lama dari jauh Sia…muncul
dengan Ratri dan Yuke
“ Ini dia…nih yang lagi mupeng ”
Ratri langsung pasang senyum ( dia ngira aku itu gak bisa suka ma cowok )
“Oh…oh…hepinya aku bisa ketemu Mas Hepi ”
sambung Yuke pelan meledek
“Gimana Sih Di…….dari tadi malah jadi patung
…….sosor aja itu pipi dia, ya kan udah
mirip bappau kacang ijo ckckckckck“ Sisi ikut ngledek dan dia lah yang keihatan
paling hebring.
“ Nah besok kalau kamu ketemu dia lagi , kasih dia sambel ketimun,
bengkoang, biar sekalian aja senyum-senyum sambil kepedesan…he…ha…” Sia kembali
ngledek.
“ Woi ya cuy, buat ngrayain
kesembuahan Di dari dunia lesbong, nih voucer juara lomba nayanyi kemarin, yuk
kita makan-makan”. Sia berguman pelan.
“ Enak aja…….aku bukanlesbong
tau……” aku cemberut seperti biasanya aja, mereka bukan kali ini aja memangilku
lesbong.
“ Oh belum di pakai to Si, untung
aja bukan Diyas yang dapet, coba klau dia pasti udah masuk tong tuh……..” Ratri
tertawa seperti tikus….
Jadilah siang itu kami semua pergi
ke istana pedas, naik motor dengan santai, siang itu udara sangat panas, kalau
makan pedas mungkin aja akan tambah gerah, tapi temen-temenku pesen …banyak
makanan, Rica-rica iblis, sambel kuntilanak, sate Guntur, ayam goreng genderuwo,
ah…entah apa saja yang pasti bau cabai, bau merica”
“Di ayo pesen, sekali-kali makan cabe gak
bakal mati lagi ” Sisi menyodorkan daftar menu.
“Iya………lah, tapi jangan paksa aku makan sambel
kuntilanak, ntar pulang malah diare”.
“ Iya tambah aja lagi Rat, Ke
mumpung bayarnya pake kertas bukan pakei uang…ckckckckckc ?”
“ Oh…udah cukup kali Si, emang
perut ku tong sampah ……apa-apa masuk…? ” Jawabnya Ratri, yuke pelan saja….
Tak lama makanan yang terlihat
menyala-nyala datang , Es…rujak yang pedas…tak tahan untuk dimakan…(untuk Sia,
Rat, Yuka) untung aja aku pesan ayam
goreng , yang sambalnya terpisah…, kerang panggang yang bisa ditambah kecap
,aku memang selau bawa kecap di tas sekolah , karena 3 teman ku ini seneng
ngahjak makan ke tempat makan yang
pedes-pedes.
Aku mulai tertegun, kulihat Mr. HP
masuk dari balik pintu bersama Bangkit, Habib, Roni, Harvin.
Astaga…aku semakin salah tingkah , aku baru
ingat kalau Band Bangkit juga juara festifal Band , Bupati Cup bulan lalu ah
tapi kenapa baru sekrang voucer itu dipakai.
“Hetz……., ada yang lagi obral senyum”. Yuke menatap ke arah ku
Sia langsung berhenti makan tentu
ia gak bakal melewatkan kesempatan menggoda ku.
“Rat…? ntar kita coba lihat, pasti lucu banget
senyum-senyum kepedesan” Ratri yang
planga-plongo hanya diam, sama sepertiku.
Aku melihat dia makan dan emang
terlihat aneh, wajahnya berkeringat kepedasan tapi masih terlihat senyum
(kebayang gak sih)
Kha…kha…kha….(Sia)…
kha…kha…kha (Yuke)
he…he…(Ratri)
Semuanya tertawa cekikikan dengan
gaya mereka sendiri-sendiri, melihat Mr.
Hp makan apalagi saat makan es rujak,
amboi…kebayangkan seperti apa anehnya
Ditambah Bangkit yang sedikit usil
ngoda dia supaya terus senyum.…
Senyuman Mr.Hp laksana sebuah
bintang kecil di galaksi ursa mayor yang jauh , begitu indah dan begitu jarang
dijumpai ,
Aku emang gak bisa tau perasaan Mr
.Hp tapi aku bisa tau sedikit obrolan mereka ya six sense ku. Kira-kira seperti
ini.
“Nof…coba lihat deh…, Di dan
teman-temannya…aneh banget, Si Di ngelamun…mlongo sebelahnya ketawa-ketiwi”.
“Emang, apalagi itu Si Di…makin lama membuat aku makin
penasaran aja Bang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar