Minggu, 08 April 2012

Mr Hp 12


KEJUJURAN HATI
Pagi yang panas dan sudah nampak terik ini , Nofit hp pergi kerumah Bangkit  buat          ngajak dia mancing di sungai serayu ,
Karena Diyas lagi sibuk njaga warung rujak , Bangkit pergi tanpa Diyas.
Kali ini mereka mencoba tempat baru , di sekitar jembatan besi di kawasan dekat muara sungai
            Suasana di tempat ini cukup sejuk , hampir di semua tempat ditumbuhi pohon nipah dan pohon bakau ,   
            Tempat yang becek dan berlumpur bikin orang jarang datang ketempat ini , ya setelah didatangi tempat mancing ini yang paling asik
            Ikan banding dan ikan pelus berulang kali diangkat..sam pa memenuhi ember yang Nofit dan Ember Bangkit
            Setelah cukup puas mancing mereka mutusin buat sekedar bakar ikan , bumbu dan peralatan masak sudah dipersiapkan tadi pagi
            Angin bertiup sepoi-sepoi bikin mereka terhanyut dalam obrolan ala anak cewek…
            Dan tiba-tiba aja Nofit membuka Rahsia Diyas selama ini
           
“Tahu gak… Beng ( nama akrab Bangkit ) aku heran ama Diyas………kenapa dia selalu manggil aku Mr.Hp…dia aneh kan….”
“Maksud elo apa semua itu bener…?” Tanya bangkit terkejut
“Ya jelas benar dong coba tanya ndiri aja.. sama anaknya… “
Ucap Nofit yakin…
” Yakin……….? “
Hepi menatap Bangkit kelihatan terkejut , seperti kejatuhan sarang tawon
“ Jadi selama ini Mr.Hp Itu kamu….sahabat aku sendiri………?”
 “Maksud elo…apa…aku  gak ngerti, apa hubungannya lagi…”
“Diyas suka… sama kamu…., aku baca cerita yang dia tulis di buku pelajaran halaman terakhir… buku kimia .., aku  pikir seorang penulis akan menuliskan kisahnya sendiri dengan mengganti nama karakter dan ditambah-tambahi dikurang-kurangi supaya gak terlihat jelas… bahwa itu dia…, ternyata semua itu nyata.. dan bukan fiksi atau kejadian yang dimanipulasi…”
Wajah Bangkit tampak tegar dan tampak biasa saja… walaupun sebenarnya hatinya serasa luluh lantak…
“Jangan gila dong… bukanya dari awal masuk sekolah dia selalu saja dekat dengan kamu, ya mana mungkin  dia bisa suka … ekspress amat “
Nofit  tampak mengubah ekspresi senyum di mukanya.
“Dia mendapatkan ketenangann dan kebangkitan jiwa saat pertama kali bertemu dengan dia…, kamu ingat kejadian di kamar mandi itu kan…?”
Nofit menganguk, seakan tidak percaya apa yang ia dengar, hatinya serasa ditindih batu besar…
 “Maafin .… aku…
 aku gak bermaksud menyakiti kamu…”
 “Iya Nof..aku tau  benar….elo teman terbaik ku,  aku juga tahu karakter kamu,.… Di pernah pernah biang jika aku mencintainya mungkin dia akan menyakitiku… dia selalu bilang itu setiap dia menjauh....hi ku… jadi ini maksudnya…, pastinya Di berat untuk membeberkan semua itu,
 Karena aku juga, mungkin caraku mencintai dia salah…”
“Gak...ada yang salah Bang, asal kamu tahu dia sering juga curhat lewat sma….kamu orang yang benar-benar menyayangi dia….seperti seorang figure bapak…, yang gak pernah marah dan selalu mengerti keadaanku yang emosinya amburadul … katanya begitu…”
“Jadi kesimpulannya Di bingung harus memilih apa … disatu sisi dia sayang padaku.. tapi… dia gundah-gulana kalau mikirin kamu Mr. HP ….., dia gak mungkin nyakiti aku tapi gak bisa berhenti mengharapkanmu.
Semua misteri terkuak begitu saja…, terbuka seperti arus pertama sungai serayu… tempat Bangkit dan Hepi kadang mancing ikan.
Mereka memacu otornya pelan… menuju rumah Di yang agak jauh…, mereka ingin tahu ekspresi apa yang akan menyeruak dari mukanya kalau mereka datang semua … Sebelumnya Bangkit dibuat kesal, upaya tak bisa dihubingi, nelpon lewat rumah tidak di angkat…
” Apa, yang sedang ia pikirkan aku jadi khawatir, gara-gara kita yang kurang sigap menangani masalah ini…. Mungkin dah bikin dia sters”
 “Sudah lah… Bang.. elo ketok gih pintunya…”
Dengan perasaan yang tercampur aduk…. Bangkit berusaha memanggil Di… tapi rasanya sudah agak malam… jadi dia hanya mengetuk pelan pintu….
“Di… ini Bangkit… maafkan Bangkit--, maafkan … datang jam segini…..”.
 Di dalam rumah Di masih berunding dengan neneknya , kedatangan mereka berdua tak ubah seperti hujan meteor
“Kenapa gak mau ketemu… Di…”
“Ah.. nenek dari tadi Di kan sudah bilang gak mau….” Rengek Di pelan. “Okelah …. Selama ini nenek akui gak pernah tahu isi hati kamu, tolong kali ini dengarkan nenek.., kamu juga harus tahu…, juga perasaan dia… apapun biar apapun keadaannya… apapun … Di…”
Malam ini six sense Diyas bisa bekerja dengan baik , dia tau Bangkit udah tau semua masalah dia
Mendadak Di lemas saat mendengarkan perkataan nenek,menemui Bangkit
Ngebayangin aja udah bikin lemes
 Pikirnya yang sedang dalam fase kritis terus menghadang langkahnya dia juga gak tahu harus berkata apa, bertingkah seperti apa lagi saat menatap dia… dengan penuh terpaksa Di menarik pintunya dan langsung berkata
 maaf… maaf… Silahkan masuk…
Ekspresinya sedikit berubah Nofit… juga ikut…pikirnya… (kenapa pada saat pikiranku sedang bunek mikirin  kalian berdua…, kalian malah datang berdua magrib-magrib lagi )
Dan dengan cepat Diyas langsung ngomong sebelum dia ditanyain macem-macem
“Beri aku waktu satu minggu,  sudah seharusnya aku bilang ini dari dulu
… tapi aku mohon…. Kalian pulang … aku gak sanggup harus lihat kalian berdua… sekarang…
aku gak bisa ngasih penjelasan sekarang ... maafkan …. Tingkahkku ini…”
 Di menatap mata Nofit dan Bangkit berharap mereka mau ninggalin dia
Bahlkan Diyas sampai gak sadar ia udah mewek , berlinang air mata
“Penjelasan apa….. Di…..” ucap Bangkit tegas
“ Penjelasan tentang semua kebohongan …”.
Diyas menutup pintu , dan seketika itu dia nangis lagi
“ Gak ku sangka hari ini aku bakal kehilngan mereka semua
Dia langsung masuk kamar dan nangis samapai termehek-mehek

Bangkit dan Nofit dibiarkan begitu aja diluar rumah .Nenek sedikit salah tingkah tapi dia masih sempat membawa bungkusan berisi kripik teripang yang dibuatnya sendiri.
“ Maaf…………Diyas emang sering gitu, maklum dia besar tanpa orang tua ………”
“Gak apa-apa Kok Nek , Bangkit yang salah kok……….., sekarang Bangkit punya jawaban kenapa akhir-akhir ini Nilai Diyas amburadul
            Dia pun segera menceritakan semua yang ia tau ,sampai malam sedikit larut dan warung tenda didepan rumah Diyas juga udah digelar, Nenek yang ngerasa berusaha nahan mereka
“ Siapa tau sebentar lagi Diyas mau keluar”
Akhirnya makan malam mencekam pun terlewati , 3 porsi nasi goreng sea food habis untuk nunngu Diyas yang bisa tau kalau mereka belum pulang ,
            Akhirnya semua menyerah dan segera pulang






















SEBUAH PENGAKUAN
            PAGI ini Diyas mutusin buat gak berangkat sekolah, sejak kemarin malam kepalanya gak bisa diajak kompromi
            Rasa nyeri di kepala gak kunjung sembuah , biar udah minum obat dari dokter umum , rasa nyeri itu dirasa sungguh menyiksa selain bikin mata ikut nyeri ia jadi susah mengingat sesuatu ,jadilah dia udah kayak orang linglung
            Dia pergi ke sebuah klinik di Purbalingga ,ini lah satu-satunya klinik yang bisa ngobatin sakitnya
            Sebenernya dia gak punya pernyakit kronis , tapi karena kelainannya yang punya sikokinesi  atau yang disebut indra keenam
            Dia jadi sering kena pernyakit nyeri kepala , nyeri mata dan kadang disertai linglung , atau amnesia kecil
            Awalnya dia gak menyadari kalau Diyas itu punya sikokinesis , dia mulai tahu itu setelah ia sering main internet ,
            Dari sanalah dia kenal dr.Yulius Atmaja , seorang dokter yang sedikit banyak pernah menangani kasus sikokinesi ,
            Dia seorang lulusan ilmu kedokteran kanada , salah satu Negara yang telah membuka sekolah khusus anak yang punya sikokinesis dan sejenisnya
            Hari masih cukup dingin ketika Diyas melangkahkan kaki di kota Purbalingga , sudah jam setengah 12 siang
            Diyas langsung naik angkot menuju pusat kota , tak lama sebuah klinik yang gak besar-besar amat sudah terlihat ,dia segera turun dengan langkah yang agak sempoyongan ,
            Nenek dan Tantenya terpaksa gak bisa ikut , karena ada pesenan Rujak dan cendol di acara nikahan
            Jalan yang ia lalaui terasa seperti halilintar di ancol, dia sudah berkali-kali datang ketempat ini buat sekedar konsultasi atau berobat tapi baru kali ini dia merasakan sakit yang teramat-amat
“ Diyas…..kamu…sakit lagi………?”
            Dokter Yulius yang baru saja mau masuk kerja langsung memapah Diyas masuk keruang periksa..
            Dia hanya diberi obat untuk meredah kerja otak nya..
            “Diyas…kamu perlu tahu satu hal…kemarin kamu datang dengan gejala six sense yang kamu punya kadang tidak bisa dipaakai , dan kadang bisa muncul begitu aja…..sudah dapet email dari pacarku di Kanada
            Dia bilang itu gejala yang ditimbulkan dari tekanan ….tekanan itu bisa berfariasi , tapi biasanya itu disebabkan karena kamu ingin tahu sesuatu tapi rasa itu tertahankan ……….sehingga mempengaruhi fungsi sikokonesis kamu secara keseluruhan……
            Dan yang perlu kamu tahu……..setiap penggunaan sikokinesis itu memakai energi yang lebih tinggi dari emapt kali energi yang dibutuhin untuk menghafal atau menghitung
            Itu berarti dalam pengguaan dalam kondisi kurang wajar seperti kamu sekarang , energi yang dibutuhkan bisa mencapai 30 kali lipat
            Kamu tahu apa resiko terburuk ini semua…”
“ Apa itu Dok……….”
Diyas terlihat sedikit ketakutan …..ekspresi mukanya berubah pucat
“ Tunggu apa kamu tidak bisa pakai sikokinesis kamu………..?”
“ Gak Dok , sama sekali gak……….”
“ Dengarkan baik –baik dan pikrkan semuanya baik-baik…..
            Pertama kamu bisa mengalami penurunan kecerdasan dan kehilangan kosentrasi ……….dan fase itu sudah terjadi…kan……….?”
“ Kok dokter bisa tau……….?”
            “ Nenek kamu yang mencatat semua riwayat kesehatan kamu…..semuanya. .. Yas…
            Ok setelah melawati masa itu biasanya kekeuatan sikokinesis muncul secara tidak teratur…
            Dan fase terakhir adalah fase hidup mati….seandainya kamu tidak bisa mengontol penggunaan sikokinesis , ada dua kemungkinan
1.      kamu bisa meninggal dunia
2.      kamu bisa ngalamin koma , tanpa batas waktu
3.      Nah kalau kamu beruntung kamu hanya akan ngalamin amnesia permanent
“ Apa gak altenatif penyembuhan  itu Dok………?” Tanya Diyas gemetaran
            “ Ada………hanya ada 2 kemungkinan ,yang pertama kamu harus menyelesaikan rasa ingin tahu kamu, kedua kamu bisa ikut sekolah khusus Sikokinesis di Canada…………?
            “Sekarang semua ada ditangan kamu ………..”
            Setelah dirasa cukup kuat , Diyas mutusin untuk langsung pulang…dia gak nyangka kisah hidupnya ada ditepi jurang dan hidupnya terancam
            Ia begitu terpukul mendengar penjelasan Dokter Yulius……..
            Satu minggu sudah hampir berlalu , seminggu dia tidak lagi menjamah sekolah , satu persatu sohibnya datang menjenguk , mulai dari Sisi ,Ratri , dan Yuke…
            Malam ini giliran Yuke jaga nemenin , Diyas…..masih merasa nyeri ….kadang pandangannya kabur…
            Di beberapa menit dia masih bisa ngobrol dengan Yuke , dan masih bisa cekikikan….
            “ Yas…aku mau nanya sesuatu......, sebenernya yang bikin kamu……………sakit aneh gini apa………….sih…………..?”
            “ Ya Yuke kayak gak tau aja……….”
            “Emang aku gak tau apa-apa , Yuke tau dari Nenek kalau kamu menyimpan sesuatu……dan itu yang bikin kamu jadi gini…….Yas……..ini masalah hidup mati…Yas..”
            Tiba-tiba aja nyeri kepala Diyas kambuh lagi…dan terpaksa Nenek nelfon skiater ……….
            Siapa pun yang lihat Diyas begini pasti bakal , takut dan bilang dia seperti mayat hidup
            Hampir dua jam dokter berjibaku , buat ngasih sugesti dan membawa Diyas pada kondisi yang lebih tenang
            Semua orang dilarang ketemua Diyas selama 2 hari …penuh….
            Bangkit dan temen-temen yang lain hanya bisa pasrah nunngu Diyas sembuh , hari Sabtu barulah dia bisa berangkat sekolah…
            Sungguh ajaib , dia datang seolah gak pernah sakit…hari itu dia langsung ikut pelajaran Penjas dan masih kuat main Teniss…
Dia bilang dia gak sakit tapi Cuma hibernasi aja
********************
             
            Malam minggu ini dia juga langsung mutusin secara sepihak buat bilang yang sebener-benernya ..Nenek dan Tantenya gak kuasa buat nglarang Diyias pergi..takut kalau Diyas sakit lagi
            Six sense Diyas sama sekali tidak bekerja…
Malam…… Ini…..
Malam minggu yang cukup cerah dengan bintang nongol dimana-mana seperti jerawat… Di kamarnya Bangkit berusaha terus menenangkan diri
“Rasanya malam ini suram sekali…. Apa aku akan segera dilupakan Diyas….” Pikiran itu terus mengelilingi otak Bangkit yang terlihat selalu tenang, bahagia dan tidak pernah marah-marah.
Tepat pukul 07.39  Di mengetuk pintu rumah Bangkit dengan nada yang lemas…,
 “Permisi Tante….”
“Eh Diyas lama gak kelihatan… tumben main… malem…”
“Iya Tan…kemaren-kemaren Diyas sakit , Bangkitnya ada Tante….”
            “Ada… sebentar lagi pasti nongol….., tunggu aja…. “
Aku  gak mau kehilangan dia… apalagi caranya seperti ini… Bangkit terus melangkah menemui Diyas , seolah yakin akan segera diputusin…
“Diyas… masuk dulu…” Ucap Bu Bangkit Pelan
Sementara itu Bangkit udah ada di belakang ibunya , ( ON-Time banget sih……….)
 “Iya… Diyas… kalau belum makan…, itu di kulkas ada pizza buatan sendiri tinggal diangetin…”
Tanpa banyak bicara Bangkit menarik tangan Di dengan senyum melebar kesana-kemari… Enam buah pizza dia ambil dan langsung dihangatkan… seolah tidak percaya Di terus memelototi Bangkit yang tak seperti biasa.
Ibu Cuma bisa geleng-geleng kepala , melihat tingkah anak nya itu
“Aa… ku mau…”( Ngomong sesuatu )
“Ntar… makan aja dulu… ya… Diyas ya…”
            Bangkit menyodorkan piring berisi 3 buah pizza
(ku mau menjelaskan sesuatu kenapa… kamu sela…)
“Kamu lapar apa doyan…. Biasanya kamu paling gak mau makan pizza… apalagi buatan sendiri…..”
“Siapa bilang… pas di Pizza oriental aku juga makan banyak…”
                        (Perasaan aku aja yang makan…)
“Ya… sama… seperti kamu yang kadang mau makan acar… kadang alergi…..”
Dengan sedikit kesal kesal Di terus memakan pizza… yang terjejer… sampai menghabiskan 2 buah. Di terus saja melihat Bangkit makan…
“Aa.. aku mau ngomong…. Masalah yang kemarin itu , Diyas kan Janji malam ini bakal ngomong……….”
“Oh.. iya… Di ayo keluar… ngomongnya ntar di rental  Band…, eh.. kita jalan aja….”
            Dengan tergesa-gesa Bangkit menarik tangan… Diyas… sendiri sudah tak bisa apa-apa.
            Motor berplat R. 3060 BKN terus melaju dan terkesan hanya berputar-putar tanpa tujuan… Kita mau kemana pertanyaan itu terus terlontar dari mulut Di.. yang marah…
            ” Sudah setengah sepuluh… coba deh… Bangkit ngomong…. Perasaan sudah lewat jalan MT Haryono… 4 kali… berhenti…”
             “Stop… Bang… Di minta maaf.., kamu jangan lakukan ini lagi , aku gak ngerti mau kamu ap
            “Ah..Di, aku Cuma mau putar-putar kota Cilacap aja…, lihat penyulingan minyak, … api dari cerobong itu indah…”
            “Iya… indah… tapi tolong berhenti… aku sudah gak  kuat lagi… aku mau ngomong….”
Bangkin berhenti di dekat pabrik semen… berhenti dan tak jua memberi Di kesempatan untuk ngomong
 “Aku sayang sama kamu Di…, kamu tau mungkin aku gak bisa melawati malam yang sebegini indahnya…. Sebentar lagi Aa juga gak  bakal bisa seperti ini lagi….,  Ujian.. kan (juga sebentar lagi, kamu bakal mutusin aku..)
“Aku mau ngomong…”
 “Sudah lah… Di… jangan bilang kamu mau Bikin PR… ini kan malam minggu..”
Suasana remang lampu lima watt sedikit menutupi keberangan Di yang tergambar jelas…
” Jangan bilang juga mau ngajak aku…ke Nusakambangan ”
Di menghelai nafas panjang…
“Ok… lah… ku nurut aja aturan main… kamu..”
            “Nah… kaya gitu… aku tadi dah telephone Nenek kamu…. Aku bilang mau nonton konser pulang jam dua belas…. Katanya boleh aja asal pulangnya  utuh…..”
Tak lama mereka sampai diteluk penyu , tempat pertama kali mereka pacaran
Diam-diam Di terus berfikir merangkai kata untuk menjelaskan hatinya…. dari deburan ombak teluk penyu dan sinar dari mercusuar sedikit bikin hati tenang.
Suasana yang sudah hening maksa Bangkit terus berbicara sampai Dia kehabisan kata-kata dan mulai terdiam seolah siap untuk mendengarkan ucapan Di..
“Bangkit kenapa dari tadi… kamu men delay omongan ku….”
“Aku gak mau kehilangan kamu… Di.. Apalagi saat seperti ini…”
“Maksud kamu apa..?”
 “Lah… Dik mau njelasin apa…?, sebenernya aku males harus tahu relita “
“Kenapa kamu bilang gitu….?”
 “Buku Diary kamu… , Mr.Hp itu Nofit Hepi
“Justru itu… kalau kamu sudah tahu itu…kenapa gak minta putus aja”
“ Kamu tahu kan…….aku gak tahu kenapa aku punya rasa cinta yan berlebihan  Yas…………”

 “Kamu mau penjelasan , Sebenrnya aku gak sanggup mengatakannya,
 Aku mencintai kamucinta , aku juga kagum dengan Nofit…, lama aku nyimpen itu sendiri
 setelah aku pikir aku harus jujur karena aku gak mau kehilangan kehilangan kalian berdua… aku sadar suatu saat kamu pasti akan tahu… sekarang terserah kamu mau tetap denganku atau meninggalkanku…., aku bisa lega sekarang…. Aku dah bilang semuanya
kalau kamu sakit aku harus dapat yang lebih sakit… Ini salah ku…, tapi kalau kamu mina buat nglupain Nofit aku juga gak bisa…  dia yang bikin aku Bangkit dari keterpurukan… dari kesan pertama yang ia buat…, kamu baca prolog ceritaku kan… semuanya aku ungkapkan disana
Di sisi lain kasih sayang dari kamu Bangkit….”
 “Maksud kamu apa..Di…”
“Sekarang semua terserah kamu……..aku gak akan minta putus…..jadi itu terserah kamu……”
Raut muka Di tampak tegar tidak menampilkan sisi melankolis yang biasa akrab dengannya
“Aku… juga gak mau kehilangannmu…terimakasih telah bilang ini semua……..aku hargai semua kejujuran mu…….”
            Malam yang sudah dingin , bikin udara jadi cukup Dingin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar