KEJUJURAN HATI
Pagi yang panas dan sudah
nampak terik ini , Nofit hp pergi kerumah Bangkit buat ngajak
dia mancing di sungai serayu ,
Karena Diyas lagi sibuk njaga
warung rujak , Bangkit pergi tanpa Diyas.
Kali ini mereka mencoba tempat
baru , di sekitar jembatan besi di kawasan dekat muara sungai
Suasana
di tempat ini cukup sejuk , hampir di semua tempat ditumbuhi pohon nipah dan
pohon bakau ,
Tempat
yang becek dan berlumpur bikin orang jarang datang ketempat ini , ya setelah
didatangi tempat mancing ini yang paling asik
Ikan
banding dan ikan pelus berulang kali diangkat..sam pa memenuhi ember yang Nofit
dan Ember Bangkit
Setelah
cukup puas mancing mereka mutusin buat sekedar bakar ikan , bumbu dan peralatan
masak sudah dipersiapkan tadi pagi
Angin
bertiup sepoi-sepoi bikin mereka terhanyut dalam obrolan ala anak cewek…
Dan
tiba-tiba aja Nofit membuka Rahsia Diyas selama ini
“Tahu gak… Beng ( nama akrab Bangkit ) aku heran ama Diyas………kenapa dia
selalu manggil aku Mr.Hp…dia aneh kan….”
“Maksud elo apa semua itu bener…?” Tanya bangkit terkejut
“Ya jelas benar dong coba tanya
ndiri aja.. sama anaknya… “
Ucap Nofit yakin…
” Yakin……….? “
Hepi menatap Bangkit kelihatan
terkejut , seperti kejatuhan sarang tawon
“ Jadi selama ini Mr.Hp Itu
kamu….sahabat aku sendiri………?”
“Maksud elo…apa…aku gak ngerti, apa hubungannya lagi…”
“Diyas suka… sama kamu…., aku baca
cerita yang dia tulis di buku pelajaran halaman terakhir… buku kimia .., aku pikir seorang penulis akan menuliskan kisahnya
sendiri dengan mengganti nama karakter dan ditambah-tambahi dikurang-kurangi
supaya gak terlihat jelas… bahwa itu dia…, ternyata semua itu nyata.. dan bukan
fiksi atau kejadian yang dimanipulasi…”
Wajah Bangkit tampak tegar dan
tampak biasa saja… walaupun sebenarnya hatinya serasa luluh lantak…
“Jangan gila dong… bukanya dari
awal masuk sekolah dia selalu saja dekat dengan kamu, ya mana mungkin dia bisa suka … ekspress amat “
Nofit tampak mengubah ekspresi senyum di mukanya.
“Dia mendapatkan ketenangann dan
kebangkitan jiwa saat pertama kali bertemu dengan dia…, kamu ingat kejadian di
kamar mandi itu kan…?”
Nofit menganguk, seakan tidak
percaya apa yang ia dengar, hatinya serasa ditindih batu besar…
“Maafin .… aku…
aku gak bermaksud menyakiti kamu…”
“Iya Nof..aku tau benar….elo teman terbaik ku, aku juga tahu karakter kamu,.… Di pernah pernah
biang jika aku mencintainya mungkin dia akan menyakitiku… dia selalu bilang itu
setiap dia menjauh....hi ku… jadi ini maksudnya…, pastinya Di berat untuk
membeberkan semua itu,
Karena aku juga, mungkin caraku mencintai dia
salah…”
“Gak...ada yang salah Bang, asal
kamu tahu dia sering juga curhat lewat sma….kamu orang yang benar-benar menyayangi
dia….seperti seorang figure bapak…, yang gak pernah marah dan selalu mengerti
keadaanku yang emosinya amburadul … katanya begitu…”
“Jadi kesimpulannya Di bingung
harus memilih apa … disatu sisi dia sayang padaku.. tapi… dia gundah-gulana
kalau mikirin kamu Mr. HP ….., dia gak mungkin nyakiti aku tapi gak bisa
berhenti mengharapkanmu.
Semua misteri terkuak begitu
saja…, terbuka seperti arus pertama sungai serayu… tempat Bangkit dan Hepi
kadang mancing ikan.
Mereka memacu otornya pelan…
menuju rumah Di yang agak jauh…, mereka ingin tahu ekspresi apa yang akan
menyeruak dari mukanya kalau mereka datang semua … Sebelumnya Bangkit dibuat
kesal, upaya tak bisa dihubingi, nelpon lewat rumah tidak di angkat…
” Apa, yang sedang ia pikirkan aku
jadi khawatir, gara-gara kita yang kurang sigap menangani masalah ini…. Mungkin
dah bikin dia sters”
“Sudah lah… Bang.. elo ketok gih pintunya…”
Dengan perasaan yang tercampur
aduk…. Bangkit berusaha memanggil Di… tapi rasanya sudah agak malam… jadi dia
hanya mengetuk pelan pintu….
“Di… ini Bangkit… maafkan
Bangkit--, maafkan … datang jam segini…..”.
Di dalam rumah Di masih berunding dengan
neneknya , kedatangan mereka berdua tak ubah seperti hujan meteor
“Kenapa gak mau ketemu… Di…”
“Ah.. nenek dari tadi Di kan sudah
bilang gak mau….” Rengek Di pelan. “Okelah …. Selama ini nenek akui gak pernah
tahu isi hati kamu, tolong kali ini dengarkan nenek.., kamu juga harus tahu…,
juga perasaan dia… apapun biar apapun keadaannya… apapun … Di…”
Malam ini six sense Diyas bisa
bekerja dengan baik , dia tau Bangkit udah tau semua masalah dia
Mendadak Di lemas saat
mendengarkan perkataan nenek,menemui Bangkit
Ngebayangin aja udah bikin lemes
Pikirnya yang sedang dalam fase kritis terus
menghadang langkahnya dia juga gak tahu harus berkata apa, bertingkah seperti
apa lagi saat menatap dia… dengan penuh terpaksa Di menarik pintunya dan
langsung berkata
maaf… maaf… Silahkan masuk…
Ekspresinya sedikit berubah Nofit…
juga ikut…pikirnya… (kenapa pada saat pikiranku sedang bunek mikirin kalian berdua…, kalian malah datang berdua
magrib-magrib lagi )
Dan dengan cepat Diyas langsung
ngomong sebelum dia ditanyain macem-macem
“Beri aku waktu satu minggu, sudah seharusnya aku bilang ini dari dulu
… tapi aku mohon…. Kalian pulang …
aku gak sanggup harus lihat kalian berdua… sekarang…
aku gak bisa ngasih penjelasan
sekarang ... maafkan …. Tingkahkku ini…”
Di menatap mata Nofit dan Bangkit berharap
mereka mau ninggalin dia
Bahlkan Diyas sampai gak sadar ia
udah mewek , berlinang air mata
“Penjelasan apa….. Di…..” ucap
Bangkit tegas
“ Penjelasan tentang semua
kebohongan …”.
Diyas menutup pintu , dan seketika
itu dia nangis lagi
“ Gak ku sangka hari ini aku bakal
kehilngan mereka semua
Dia
langsung masuk kamar dan nangis samapai termehek-mehek
Bangkit dan Nofit dibiarkan begitu aja diluar rumah .Nenek sedikit salah
tingkah tapi dia masih sempat membawa bungkusan berisi kripik teripang yang
dibuatnya sendiri.
“ Maaf…………Diyas emang sering gitu, maklum dia besar tanpa orang tua ………”
“Gak apa-apa Kok Nek , Bangkit yang salah kok……….., sekarang Bangkit
punya jawaban kenapa akhir-akhir ini Nilai Diyas amburadul
Dia pun segera
menceritakan semua yang ia tau ,sampai malam sedikit larut dan warung tenda
didepan rumah Diyas juga udah digelar, Nenek yang ngerasa berusaha nahan mereka
“ Siapa tau sebentar lagi Diyas mau keluar”
Akhirnya makan malam mencekam pun terlewati , 3 porsi nasi goreng sea
food habis untuk nunngu Diyas yang bisa tau kalau mereka belum pulang ,
Akhirnya semua menyerah
dan segera pulang
SEBUAH PENGAKUAN
PAGI
ini Diyas mutusin buat gak berangkat sekolah, sejak kemarin malam kepalanya gak
bisa diajak kompromi
Rasa
nyeri di kepala gak kunjung sembuah , biar udah minum obat dari dokter umum ,
rasa nyeri itu dirasa sungguh menyiksa selain bikin mata ikut nyeri ia jadi
susah mengingat sesuatu ,jadilah dia udah kayak orang linglung
Dia
pergi ke sebuah klinik di Purbalingga ,ini lah satu-satunya klinik yang bisa
ngobatin sakitnya
Sebenernya
dia gak punya pernyakit kronis , tapi karena kelainannya yang punya
sikokinesi atau yang disebut indra
keenam
Dia
jadi sering kena pernyakit nyeri kepala , nyeri mata dan kadang disertai
linglung , atau amnesia kecil
Awalnya
dia gak menyadari kalau Diyas itu punya sikokinesis , dia mulai tahu itu
setelah ia sering main internet ,
Dari
sanalah dia kenal dr.Yulius Atmaja , seorang dokter yang sedikit banyak pernah
menangani kasus sikokinesi ,
Dia
seorang lulusan ilmu kedokteran kanada , salah satu Negara yang telah membuka
sekolah khusus anak yang punya sikokinesis dan sejenisnya
Hari
masih cukup dingin ketika Diyas melangkahkan kaki di kota Purbalingga , sudah
jam setengah 12 siang
Diyas
langsung naik angkot menuju pusat kota , tak lama sebuah klinik yang gak
besar-besar amat sudah terlihat ,dia segera turun dengan langkah yang agak
sempoyongan ,
Nenek
dan Tantenya terpaksa gak bisa ikut , karena ada pesenan Rujak dan cendol di
acara nikahan
Jalan
yang ia lalaui terasa seperti halilintar di ancol, dia sudah berkali-kali datang
ketempat ini buat sekedar konsultasi atau berobat tapi baru kali ini dia
merasakan sakit yang teramat-amat
“ Diyas…..kamu…sakit lagi………?”
Dokter
Yulius yang baru saja mau masuk kerja langsung memapah Diyas masuk keruang
periksa..
Dia
hanya diberi obat untuk meredah kerja otak nya..
“Diyas…kamu
perlu tahu satu hal…kemarin kamu datang dengan gejala six sense yang kamu punya
kadang tidak bisa dipaakai , dan kadang bisa muncul begitu aja…..sudah dapet
email dari pacarku di Kanada
Dia
bilang itu gejala yang ditimbulkan dari tekanan ….tekanan itu bisa berfariasi ,
tapi biasanya itu disebabkan karena kamu ingin tahu sesuatu tapi rasa itu
tertahankan ……….sehingga mempengaruhi fungsi sikokonesis kamu secara
keseluruhan……
Dan
yang perlu kamu tahu……..setiap penggunaan sikokinesis itu memakai energi yang
lebih tinggi dari emapt kali energi yang dibutuhin untuk menghafal atau
menghitung
Itu
berarti dalam pengguaan dalam kondisi kurang wajar seperti kamu sekarang ,
energi yang dibutuhkan bisa mencapai 30 kali lipat
Kamu
tahu apa resiko terburuk ini semua…”
“ Apa itu Dok……….”
Diyas terlihat sedikit ketakutan …..ekspresi mukanya berubah pucat
Diyas terlihat sedikit ketakutan …..ekspresi mukanya berubah pucat
“ Tunggu apa kamu tidak bisa pakai
sikokinesis kamu………..?”
“ Gak Dok , sama sekali gak……….”
“ Dengarkan baik –baik dan pikrkan
semuanya baik-baik…..
Pertama
kamu bisa mengalami penurunan kecerdasan dan kehilangan kosentrasi ……….dan fase
itu sudah terjadi…kan……….?”
“ Kok dokter bisa tau……….?”
“
Nenek kamu yang mencatat semua riwayat kesehatan kamu…..semuanya. .. Yas…
Ok
setelah melawati masa itu biasanya kekeuatan sikokinesis muncul secara tidak
teratur…
Dan
fase terakhir adalah fase hidup mati….seandainya kamu tidak bisa mengontol
penggunaan sikokinesis , ada dua kemungkinan
1. kamu
bisa meninggal dunia
2. kamu
bisa ngalamin koma , tanpa batas waktu
3. Nah
kalau kamu beruntung kamu hanya akan ngalamin amnesia permanent
“ Apa gak altenatif penyembuhan itu Dok………?” Tanya Diyas gemetaran
“
Ada………hanya ada 2 kemungkinan ,yang pertama kamu harus menyelesaikan rasa ingin
tahu kamu, kedua kamu bisa ikut sekolah khusus Sikokinesis di Canada…………?
“Sekarang
semua ada ditangan kamu ………..”
Setelah
dirasa cukup kuat , Diyas mutusin untuk langsung pulang…dia gak nyangka kisah
hidupnya ada ditepi jurang dan hidupnya terancam
Ia begitu terpukul mendengar
penjelasan Dokter Yulius……..
Satu
minggu sudah hampir berlalu , seminggu dia tidak lagi menjamah sekolah , satu
persatu sohibnya datang menjenguk , mulai dari Sisi ,Ratri , dan Yuke…
Malam
ini giliran Yuke jaga nemenin , Diyas…..masih merasa nyeri ….kadang
pandangannya kabur…
Di
beberapa menit dia masih bisa ngobrol dengan Yuke , dan masih bisa cekikikan….
“
Yas…aku mau nanya sesuatu......, sebenernya yang bikin kamu……………sakit aneh gini
apa………….sih…………..?”
“
Ya Yuke kayak gak tau aja……….”
“Emang
aku gak tau apa-apa , Yuke tau dari Nenek kalau kamu menyimpan sesuatu……dan itu
yang bikin kamu jadi gini…….Yas……..ini masalah hidup mati…Yas..”
Tiba-tiba
aja nyeri kepala Diyas kambuh lagi…dan terpaksa Nenek nelfon skiater ……….
Siapa
pun yang lihat Diyas begini pasti bakal , takut dan bilang dia seperti mayat
hidup
Hampir
dua jam dokter berjibaku , buat ngasih sugesti dan membawa Diyas pada kondisi
yang lebih tenang
Semua
orang dilarang ketemua Diyas selama 2 hari …penuh….
Bangkit
dan temen-temen yang lain hanya bisa pasrah nunngu Diyas sembuh , hari Sabtu
barulah dia bisa berangkat sekolah…
Sungguh
ajaib , dia datang seolah gak pernah sakit…hari itu dia langsung ikut pelajaran
Penjas dan masih kuat main Teniss…
Dia bilang dia gak sakit tapi Cuma
hibernasi aja
********************
Malam
minggu ini dia juga langsung mutusin secara sepihak buat bilang yang
sebener-benernya ..Nenek dan Tantenya gak kuasa buat nglarang Diyias
pergi..takut kalau Diyas sakit lagi
Six
sense Diyas sama sekali tidak bekerja…
Malam…… Ini…..
Malam minggu yang cukup cerah
dengan bintang nongol dimana-mana seperti jerawat… Di kamarnya Bangkit berusaha
terus menenangkan diri
“Rasanya malam ini suram sekali….
Apa aku akan segera dilupakan Diyas….” Pikiran itu terus mengelilingi otak
Bangkit yang terlihat selalu tenang, bahagia dan tidak pernah marah-marah.
Tepat pukul 07.39 Di mengetuk pintu rumah Bangkit dengan nada
yang lemas…,
“Permisi Tante….”
“Eh Diyas lama gak kelihatan… tumben main… malem…”
“Iya Tan…kemaren-kemaren Diyas sakit , Bangkitnya ada
Tante….”
“Ada…
sebentar lagi pasti nongol….., tunggu aja…. “
Aku gak mau kehilangan dia… apalagi caranya
seperti ini… Bangkit terus melangkah menemui Diyas , seolah yakin akan segera
diputusin…
“Diyas… masuk dulu…” Ucap Bu
Bangkit Pelan
Sementara itu Bangkit udah ada di
belakang ibunya , ( ON-Time banget sih……….)
“Iya… Diyas… kalau belum makan…, itu di kulkas
ada pizza buatan sendiri tinggal diangetin…”
Tanpa banyak bicara Bangkit
menarik tangan Di dengan senyum melebar kesana-kemari… Enam buah pizza dia
ambil dan langsung dihangatkan… seolah tidak percaya Di terus memelototi
Bangkit yang tak seperti biasa.
Ibu Cuma bisa geleng-geleng kepala
, melihat tingkah anak nya itu
“Aa… ku mau…”( Ngomong sesuatu )
“Ntar… makan aja dulu… ya… Diyas
ya…”
Bangkit
menyodorkan piring berisi 3 buah pizza
(ku mau menjelaskan sesuatu kenapa… kamu sela…)
“Kamu lapar apa doyan…. Biasanya kamu paling gak mau
makan pizza… apalagi buatan sendiri…..”
“Siapa bilang… pas di Pizza oriental aku juga makan
banyak…”
(Perasaan
aku aja yang makan…)
“Ya… sama… seperti kamu yang kadang mau makan acar…
kadang alergi…..”
Dengan sedikit kesal kesal Di
terus memakan pizza… yang terjejer… sampai menghabiskan 2 buah. Di terus saja
melihat Bangkit makan…
“Aa.. aku mau ngomong…. Masalah
yang kemarin itu , Diyas kan Janji malam
ini bakal ngomong……….”
“Oh.. iya… Di ayo keluar…
ngomongnya ntar di rental Band…, eh..
kita jalan aja….”
Dengan
tergesa-gesa Bangkit menarik tangan… Diyas… sendiri sudah tak bisa apa-apa.
Motor
berplat R. 3060 BKN terus melaju dan terkesan hanya berputar-putar tanpa
tujuan… Kita mau kemana pertanyaan itu terus terlontar dari mulut Di.. yang
marah…
”
Sudah setengah sepuluh… coba deh… Bangkit ngomong…. Perasaan sudah lewat jalan MT
Haryono… 4 kali… berhenti…”
“Stop… Bang… Di minta maaf.., kamu jangan
lakukan ini lagi , aku gak ngerti mau kamu ap
“Ah..Di, aku Cuma mau putar-putar
kota Cilacap aja…, lihat penyulingan minyak, … api dari cerobong itu indah…”
“Iya…
indah… tapi tolong berhenti… aku sudah gak kuat lagi… aku mau ngomong….”
Bangkin berhenti di dekat pabrik
semen… berhenti dan tak jua memberi Di kesempatan untuk ngomong
“Aku sayang sama kamu Di…, kamu tau mungkin
aku gak bisa melawati malam yang sebegini indahnya…. Sebentar lagi Aa juga gak bakal bisa seperti ini lagi…., Ujian.. kan (juga sebentar lagi, kamu bakal
mutusin aku..)
“Aku mau ngomong…”
“Sudah lah… Di… jangan bilang kamu mau Bikin PR…
ini kan malam minggu..”
Suasana remang lampu lima watt
sedikit menutupi keberangan Di yang tergambar jelas…
” Jangan bilang juga mau ngajak
aku…ke Nusakambangan ”
Di menghelai nafas panjang…
“Ok… lah… ku nurut aja aturan
main… kamu..”
“Nah…
kaya gitu… aku tadi dah telephone Nenek kamu…. Aku bilang mau nonton konser
pulang jam dua belas…. Katanya boleh aja asal pulangnya utuh…..”
Tak lama mereka sampai diteluk penyu , tempat pertama
kali mereka pacaran
Diam-diam Di terus berfikir
merangkai kata untuk menjelaskan hatinya…. dari deburan ombak teluk penyu dan
sinar dari mercusuar sedikit bikin hati tenang.
Suasana yang sudah hening maksa
Bangkit terus berbicara sampai Dia kehabisan kata-kata dan mulai terdiam seolah
siap untuk mendengarkan ucapan Di..
“Bangkit kenapa dari tadi… kamu
men delay omongan ku….”
“Aku gak mau kehilangan kamu… Di..
Apalagi saat seperti ini…”
“Maksud kamu apa..?”
“Lah… Dik mau njelasin apa…?, sebenernya aku
males harus tahu relita “
“Kenapa kamu bilang gitu….?”
“Buku Diary kamu… , Mr.Hp itu Nofit Hepi
“Justru itu… kalau kamu sudah tahu
itu…kenapa gak minta putus aja”
“ Kamu tahu kan…….aku gak tahu
kenapa aku punya rasa cinta yan berlebihan
Yas…………”
“Kamu mau penjelasan , Sebenrnya aku gak
sanggup mengatakannya,
Aku mencintai kamucinta , aku juga kagum
dengan Nofit…, lama aku nyimpen itu sendiri
setelah aku pikir aku harus jujur karena aku
gak mau kehilangan kehilangan kalian berdua… aku sadar suatu saat kamu pasti
akan tahu… sekarang terserah kamu mau tetap denganku atau meninggalkanku…., aku
bisa lega sekarang…. Aku dah bilang semuanya
kalau kamu sakit aku harus dapat
yang lebih sakit… Ini salah ku…, tapi kalau kamu mina buat nglupain Nofit aku
juga gak bisa… dia yang bikin aku
Bangkit dari keterpurukan… dari kesan pertama yang ia buat…, kamu baca prolog
ceritaku kan… semuanya aku ungkapkan disana
Di sisi lain kasih sayang dari
kamu Bangkit….”
“Maksud kamu apa..Di…”
“Sekarang semua terserah
kamu……..aku gak akan minta putus…..jadi itu terserah kamu……”
Raut muka Di tampak tegar tidak
menampilkan sisi melankolis yang biasa akrab dengannya
“Aku… juga gak mau kehilangannmu…terimakasih
telah bilang ini semua……..aku hargai semua kejujuran mu…….”
Malam
yang sudah dingin , bikin udara jadi cukup Dingin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar