Surat
dari Ibu
Hari-hari Diyas terus
berjalan , hari-hari terus bergulir…sampai mendekati Ujian Nasional , itu
berarti waktu Diyas untuk tahu perasaan Nofit sebenernya sudah hampir habis
Dia masih menyimpan
pertanyaan itu , sementara itu six sense yang ia punya udah jauh susah
digunakan , seanadainya six sense itu
masih berfungsi normal , mungkin riwayat Diyas udah berakhir pada usia 17 tahun
saja
Di sela-sela penantianya
itu dia dapet surat dari sosok yang selama ini cukup ia tunggu-tunggu , Ibunya
yang ada di Bahrain
Pak pos mengantarkan
surat itu tepat saat Diyas lagi jalan ke sekolah
Pak Pos itu sedikit hafal muka Diyas , karena peristiwa beberapa bulan
lalu , Ya si Bangkit yang ngirimin paket aneh
Untuk
Diyas
Saat
ibu menulis surat
ini….keadaan Ibu..cukup baik…mungkin selama 16 tahun ini Ibu terkesan membuang
kamu….mungkin kamu selalu bertanya….saat ibu ada di rumah…ibu inget .saat itu umur
kamu 10 tahun….Maafkan karena…waktu itu Ibu tak memberi jawaban apa-apa…Ya
pikiran Ibu… terlalu naïf…mengira kamu yang sepuluh tahun itu belum dapat
berfikir…ternyata ibu salah…kamu….adalah pemikir… cerdas dan cenderung untuk
bertanya…, mudah penasaran pula.
Baiklah…Diyas…bagaimanapun
Ibu harus berusaha menjawab perkara kamu mau suka tidak suka…Ibu hanya tahu
kamu dapat menghendel hidup kamu sendiri…tanpa Ibu ataupun adanya Ibu…. Dan
kamu yakin kamu akan lebih butuh materi….untuk mengembangkan kemampuan Akademik
kamu…agar kamu bisa melakukan apapun tanpa terhalang ekonomi….Ibu sudah
mentransfer semua uang yang Ibu kumpulkan di Bahrain. Kini di
Hujjun…pokoknya….mudah-mudahan cukup untuk masuk Fakultas Kedokteran UGM…UI…,
ITS…terserah.
Sejenak Diyas terdiam membaca
surat yang baru diterimanya beberapa menit lalu… kenapa gak pakai MMS, E-mail
atau telephone saja…Bu…
Apalagi surat itu sudah ditulis 3
bulan lalu…(Aduh…Bu emangnya pakai perangko berapa sen dollar…).
“Jadi selama ini…Ibu nyimpan
uangnya untuk kuliah..ku…kukira dia benar-benar nglupain aku
Diyas berhenti membaca surat
Ibunya itu lalu berlari , ke Rumah bangkit…wajahnya cukup sumringah……malah
terkesan ngumbar senyum
Tak lama dia sudah ada di rumah
Bangkit yang pagi itu , udah hampir berangkat
Diyas langsung berlari…cepat…
”Bangkit…aku punya kabar baek
neh….sangat baek..malah…” dia berteriak keras-keras. Hari yang masih pagi bikin
suaranya terdengar sampai kemana-mana…(satu RT).
“Kabar apaan kayak-kayaknya dapat
duren setruk…”
“Nah…oya ikut aku bolos……lagian
hari Ini juga gak ada pelajaran………?”
pokoknya kudu mau…mau gak mau harus mau…”
“ Maaf de Neng , Aa gak bisa bolos
sekolah………..soalnya Aa kan lada try out ujian”
“Oh……….tapi Aku dapat surat dari
Ibu……………!!!!!!!!!!!”
“Ibu…kamu…terus-terus…kamu
buang…apa kamu baca…?”
“Aku baca sedikit…terus males..pokoknya gak
sanggup harus baca…”
Bangkit tersenyum kecil melihat
ulah Diyas itu…
”Neng mau belajaran acting…”
ucapnya pelan…mengubah ekspresi wajah Di menjadi ceria kembali..
“Emang kelihatan…lagi acting…”
“Iya..lah…nggak mungkin kalau kamu lagi
sedih..datang ke rumah teriak-teriak kayak orang kesurupan…aku gak nyangka...
kamu bisa secepat ini maafin Ibu kamu, kalau yang sebelum-sebelumnya kamu
cerita…semua…., waktu umur kamu 10 tahun…dia pulang dari Bahrain…awalnya kamu
kaget..dan mengira itu salles..kosmetik soalnya wajahnya gak mirip orang desa…”
*****
Diyas kembali ingat semua masalalunya
In….Memorial
Diyas yang baru berumur 10 tahun,
tumbuh tidak seperti anak kebanyakan. Keadaan yang membelitkan dan kanan kiri
dari factor ekonomi….dan kekurangan kasih sayang orang tua…bikin dia terus berfikir…harus “Mengapakah hidupnya”
Yang kadang menjadi bahan
olok-olokan teman SD-nya…yang selalu bilang dia anak…siapa…
anak
haram
Dan anak siapa.. kan gak punya
orang tua…ya anak kuntilanak lah….
Semua keadaan itu bikin dia sedikit
malas untuk keluar rumah…sekedar main atau membeli barang belanjaan…hanya Sia,
Ratri dan Yuke… yang selalu setia menemani “Sub Autis” macam Diyas yang sulit
ditebak dan tidak lumrah seperti anak 10 tahun…(hobby politik, berargument,
meniru penyanyi Rossa dan Melly Goslow… dan selalu cerewet bertanya tentang
ilmu pengetahuan… idealis…tapi sensitif….selalu membela diri kalau merasa gak
salah).
Dia selalu bertanya dalam hatinya
yang terlanjur sakit hati…
“Kapan…aku bisa seperti
mereka…punya orang tua…punya motor, semua yang layaknya aku dapatkan…”
Beberapa kali…pertanyaan macam itu bikin dia berfikir
dan berurai air mata…sampai dia mendapat sebuah jawaban
“Aku harus jadi orang yang
pinter…bisa menembus ironi ekonomi…hanya pendidikan…, aku gak peduli
bagaimanapun caranya harus bisa…”
Nenek Diyas yang waktu itu masih
50 tahun selalu keteteran menjawab pertanyaan Diyas…seperti
” Nek…Diyas kepengin
kuliah…gratisan…gimana caranya…”
Dia selalu gak pernah dapat
jawaban pasti dari orang yang ia tanyai pertanyaan itu termasuk pertanyaan siapa orang tuanya…
Sejak umur 10 tahun dia mematrikan
hidupnya untuk mengejar pendidikan sebagai obsesi pertama hidupnya….perkara ekonomi
pas-pasan…dia gak pernah mau peduli.
Suatu pagi yang mendung….Di
melihat seorang wanita berpakaian serba tertutup hanya terlihat wajahnya saja…
“Apa salles parfum…kosmetik dari Arab
sono…biasanya juga pol-polan dari Indramayu.
“Permisi…Bu…Marhamah pulang…”
Diyas sontak membuka pintu…
“Maaf… Ibu…Nenek Diyas lagi gak
dirumah…jadi kalau Ibu mau menjual parfum itu ke warung sebelah aja kan banyak
sekali orang…
” Diyas mengacungkan jari
kecilnya… ke warung Mba Bety.
“Apa benar kamu yang namanya
Diyas…ini…Ibu…kamu…” Diyas nyengir dengan ekspresi datar…
“Aduh…bu jangan ngaco dah…Diyas itu gak punya
orang tua…Diyas kan anaknya kuntilanak kayak yang di film horror… itu Susana…”
“Bukan Nak…ini Ibu…seandainya
benar Ibumu kuntilanak…kenapa kamu gak kayak kuntilanak”
“Ye…Ie…Ibu…Diyas ya tau anak
orang, tapi Ibu Diyas ya kayak kuntilanak…kalau dia masih hidup Diyas gak akan
memaafkan sampai mati…kalau dia sudah mati…biar Diyas cuekin aja gak bakal
Diyas doain…titik…, lagian Diyas gak “Butuh lagi Ibu” yang gue butuin cuma
materi aja…”.
Diyas menunduk…
.”Aduh maafkan Diyas terlalu
terbawa emosi.., ya aku cuma kesal aja dengan mereka…maafkan…”
*****
Entah apa yang Diyas pikirkan dia
langsung meninggalkan dia keluar rumah…berlari-lari menuju rumah Yuke yang
sudah pasti sedang liburan ke Bali bareng orang tuanya…Seandainya ke rumah Sia
pasti lagi sibuk bikin kue , buat ngisi kantin di RSPC.. rasanya dia juga malu
selalu makan gratisan… disana…kalau ke rumah Ratri suasananya gak jauh beda
dengan rumah Diyas…. Sama-sama anak TKW…yang gak jelas siapa nama
bapaknya…bedanya satu Ratri selalu ceria…(walaupun sedih) dan Diyas yang selalu mikir…(walaupun sedih)
*****
Akhirnya karena pusing mau pergi
kemana, Di memutuskan untuk pulang kerumah…hanya saja rumahnya terlihat sedikit
ramai oleh saudara-saudaranya….entah darimana saja..
“Diyas…Nenek cari-cari , .nah itu
Ibu kamu udah pulang dari Bahraian…., masa kamu malah pergi…” Diyas kecil hanya
mendengak…
“Bukan penjual parfum yang pake kerudung…kan…”
“Ya…ampun…Diyas…itu Ibu
kamu…suer…”
Di nyengir, bingung
bercampur….malu…bercampur marah sedikit senang…, dan ragu apakah akan
menemuinya atau membiarkannya…
mau hidup mati, emang gue pikirin.
Perasaannya kalut tak
karuan…(kapan lagi coba bisa punye ibu.., ya walaupun dia datangnya telat…gak
apalah…).
“Ibu…”
ucap Di lemas….Ibunya hanya
tersenyum melihat tingkah Diyas itu.
Diyas dikejutkan
………..tiba-tiba aja Bangkit menepuk bahu…nya keras-keras tapi lamunan dia terus
berlanjut , sampai pada cerita tentang ibunya yang baru aja sampai di Indonesia
, dari apa yan ia tahu seperti curhatan ibu yang di kupinginya
Curhatan Ibu dulu
Ibu Diyas terlihat pucat…baru
beberapa jam sampai di Indonesia, phobianya kambuh lagi…bahkan saat melihat
wajah Diyas…dia gemetaran…seolah mengiaskan kejadian perkosaan yang dilakukan
anak majikannya…tepat malam tahun baru….16 tahun lalu…rasa-rasanya semua itu
membekas kembali…saat melihat wajah Diyas.
Ia masih ingat betul kejadian
itu..tiga anak majikannya…, membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama satu
minggu.
“Maafkan Marhamah…baru datang
sekarang…tak terasa sudah 10 tahun…, tetapi aku tetap tidak bisa dekat dengan
Diyas…saya mohon Ibu mau merawat dia 10 tahun lagi…, mungkin saya akan sangat
sulit meninggalkan dia…tapi…rasanya kontrak kerja 10 tahun di Bahrain tidak
bisa ditinggalkan…”
Di matanya memancar rasa dendam
dengan namanya Bahrain…
“Ibu Marhamah akan sekolah D3
kalau gak S1….tanpa pendidikan aku akan terus terhina disana…jadi mungkin juga
aku akan mengirim uang…ya pas-pasan …” ucapnya gemetaran.
Inilah konsekuensi terberat yang
harus dihadapi TKI yang bekerja di Jazirah Arab…kasus Perkosaan …Dan seolah
mereka tak berharga..tak ada perlindungan hukum yang memadai. Melaporkan kasus
perkosaan tapi tidak ada minimal 2 saksi… sama saja dengan menggantung leher…
Secara otomartis…anak yang dikandung tidak akan pernah mendapat pengakuan dan
sebagainya.
“Maafkan Bu…” Marhamah menangis
dan terus gemetaran.
*****
Bagaimanapun aku harus nenyelamatkan generasiku dan keindahan dan
kemiskinan..
*****
Tanpa penjelasan apa-apa….dia
pergi meninggalkan Diyas…bahkan saat dia merengek menanyakan siapa bapaknya…dia
hanya diam, mulutnya sudah terlalu panas dan perasaanya sudah terlalu teriris.
Neneknya yang duduk didekat Diyas
juga tidak dapat berbuat banyak…Mungkin karena dia merasa bersalah akan semua
yang telah terjadi pada generasinya itu…..
“Sudah Mar…berangkat saja…Ibu
sudah gak tahu lagi…Kalau itu yang menurut kamu terbaik….silakan
saja…Disini…Ibu akan berusaha mengurus masalah pendidikan adik
kamu…Silvia…minimal D3…juga sekolah Diyas…Ibu janji sebisa mungkin
menyelamatkan generasi…kita…Diyas, Silvia…semoga kamu sehat selalu…
“Kadang nenek juga merasa bersalah
atas kematian anak pertamanya Magdalena…yang jadi TKW…karena motif
pendidikan…tapi pulang sudah tak bernyawa lagi…”
Diyas menatap kepergian Ibunya
yang baru 3 hari dirumah…
”Ok…Ibu pergi tanpa memberi penjelasan
apapun kenapa Ibu pergi…siapa ayahku…semuanya…
silahkan pergi…gak usah kembali…terserah…”.
Air mata terurai dari sepasang
mata kecil Diyas
Bangkit kembali menepuk bahu Diyas
, dengan sedikit keras.
“Di….oh…Iya ngomong-ngomong kenapa kamu gak baca
lanjutan surat itu….?”
“Gak ku males aku juga sudah tahu isinya
apa….palingan masalah klasik seputar TKW Indonesia….perkosaan, gaji gak dibayar
atau penganiayaan….kurang lebih sama seperti curhatan Ibu….pada Nenek… kamu
tahu kan kebiasaanku…. ..? Jawab Diyas tergagap
“Nguping….
pakai gelas……tapi di surat itu pasti ada sebuah penjelasan….aku tahu pasti kamu
nguping Cuma setengah-setengah aja , mungkin kamu salah paham dan gak denger
semuanya
“
Mungkin aja………aku yang salah paham tapi kini aku yakin dia itu sayang ama
Diyas”
“Jadi kesimpulannya…. Yang bikin kamu luluh
itu perjuangan dia selama 16 tahun dari rasa trauma…dan berusaha memenuhi
kebutuhan kamu, pendidikan kamu…., secara otomatis itu menunjukan rasa
sayang…dia yang begitu besar…gitu kan………?”
“ Ya
kurang lebih gitu lah , Ibuku sudah berjuang demi aku…itulah nilai lebih
seorang Ibuku…yang 15 tahun terkesan membuangku…perjuangannya sangat besar…”
Di…mulai kembali membaca surat Ibunya.
Lanjutan surat ibu
Jangan kira Ibu juga bahagia
dengan kondisi…ini…menjadi TKW hanya tamatan SMP… Di…masalah ayahmu…Ibu sendiri
tidak tahu…anak majikan yang mana…? Abdul yang umurnya 18 tahun, Al-Ghozali
yang umurnya 20 tahun atau Abu Hanif yang umurnya 22 tahun… Tepat malam tahun
baru 16 tahun lalu…. Suasana rumah majikan Ibu Abunya Abdurahim bin Aziz al
Makky memang sangat sepi….hanya ada mereka bertiga…, awalnya Ibu biasa saja
melihat mereka mulai membuka baju…, Ibu kira…mereka mau mandi…karena
memang…karena memang sering mandi sekitar jam sepuluh malam…ya Ibu sih memang
gak tahu apa alasan mereka….
Dan memang benar…Si Abdul memasuki
kamar mandi…agak sedikit lama…dia memanggilku dengan bahasa Inggrisnya yang
masih salah… “Can you help me…put…soft soap in front of bath room please…”
“Yes…yes…” Jawabku yang juga belum
paham soal bahasa Inggris dan bahasa Arab…
Mungkin karena mereka tahu Ibu itu
bodoh…Ibu memasuki kamar mandi berukuran kira-kira 7x3 meter…ya Ibu gak curiga
sama sekali… Orang Abdul juga lagi berendam.
Stop….D iyas…Ibu gak mau cerita lanjutannya lebih detail…lagi. Singkat
cerita kedua kakaknya juga sudah ada di kamar mandi….lalu mengunci
pintunya…waktu itu Ibu digilir oleh Abdul, Abu Hanif, Al-Ghozali….entah apa
yang terjadi Ibu sadar tau-tau sudah ada di rumah sakit…katanya Ibu tidak sadar
selama 3 hari.
*****
Diyas mulai
berkaca-kaca….mendapati Ibunya sendiri dapat menuliskan…cerita tragisnya
sendiri… “Ternyata….yang menyebalkan itu aku….aku…dan aku… gak ada alasan untuk
dendam dengan dia Bangkit…”
Dia menyandarkan badannya dan
memeluk pacarnya…seperti memeluk boneka panda kesayangannya… “Ya kamu sudah
tahu, kenapa mesti menangis. Harusnya…. Kamu rajin belajar, syukur bisa
PMDK….sekolah gratisan….Diyas…”
Bangkit hanya termangu melihat
tatapan mata Diyas dan kerutan dikeningnya….
*****
Mungkin karena kebodohan Ibu,
Saat itu aku tambah trauma…., aku
hamil…kata-kata yang enak didengar orang yang memang menantikannya gak kebayang
bakal punya anak umur 18 tahun… Ibu benar-benar stress….semua logika Ibu tak
berfungsi…bahkan ancaman keluarga majikan yang menuduh Ibu memfitnah ketiga
anaknya…karena tidak ada saksi…. Pokoknya Ibu gak tahu harus bagaimana, berbuat
apa…? Mau lapor gimana, kesiapa minta perlindungan hukum. Takut kalau sampai
kena hukuman mati…Ibu benar-benar terhina…karena memang bodoh….Seandainya Ibu
gak mengandung kamu Ibu bakalan nekat lapor ke polisi walaupun tanpa
pengetahuan dan bisa kapan saja mati konyol….
*****
Akhirnya Ibu pulang…untuk
melahirkan kamu….kemudian pergi menyelesaikan sisa kontrak yang masih 5
tahun….lagipula kalau aku tetap di Indonesia….mungkin aku bisa gila….dengan
tekanan…cemoohan….Sedangkan kalau aku tetap di Indonesia….aku merasa gak
mungkin dapat apa-apa, pendidikan… ataupun keluar dari siklus kemiskinan…
Aku berangkat lagi ke
Bahrain…..selama 5 tahun Ibu berusaha mengumpulkan uang yang Ibu…ya….Yas…Ibu
sudah ganti 3 majikan… Sebelum memutuskan berhenti jadi babu…dan mendaftyar di
sebuah Universitas Negeri di Bahrain…, ternyata uang yang ibu kumpulkan paling
hanya bisa….untuk 4 semester saja…, otomatis Ibu masih butcuh dana untuk 2
semester depan.
Kamu pasti pernah membaca novel
ketika cinta bertasbih….tau kan bagaimana beratnya menempu pendidikan…kalau
kekurangan dana…yang paling Ibu ingat… dulu waktu ada promosi wisata
Indonesia…di kantor pemerinrtah Bahrain….Ibu memakai pakaian adat
Kalimantan…pemandangan yang cukup jarang…ya Ibu…. Banyak yang mbututin….dapat
banyak uang tip pula…mungkin Ibu cantik… (kepedean) ha..ha…ha..ha…
Tapi okey aja walaupun makan
numpang di kerjaan restoran makanan Jepang yang pasti….D3 Ibu bisa kelar 3
tahun setengah…gak terlalu lama…, walaupun terlilit hutang…di Bank Arab…sono….
Setidaknya Ibu tidak perlu kerja
sebagai babu lagi…walaupun cuma jadi humas di perusahaan pariwisata…untuk
tujuan Indonesia, Papua Nuginea, Malaysia, Kamboja, Thailand, Pilipina.
Tapi maaf…Di…Ibu baru bisa pulang
saat umur kamu 10 tahunan…soalnya Ibu harus bayar utang…dan masih belum sembuh
dari trauma…apalagi kalai melihat kamu tumbuh menjadi “buas” seperti ini banyak
bertanya ini-itu…Ibu gak sanggup…harus menceritakan, harus…apa….
*****
Maafkan Ibu…selama enam tahun
kerja di Bahrain hanya bisa mengumpulkan …..
juta silahkan pakai untuk…keperluan pendidikan kamu…
Iya….Diyas Ibu mungkin akan
kembali sekitar 13 bulan lagi…, Ibu Yakin saat itu aku sudah kuat…untuk melihat
kamu lagi…Maafkan telah menghilangkan kamu…tapi sejujurnya hati ini berjuang
untuk generasiku…kamu…Di…yas…dan cuma kamu…menyengsarakan kamu….Batinmu….Ibu
sungguh minta maaf…”
*****
“Kadang aku merasa beruntung
ditempatkan dalam kondisi serba sulit seperti ini, karena ini aku jadi
mikir…harus ngapain….hidup….dan tahu hidup ini adalah sebuah perjuangan…dan
menyejar pendididan adalah mutlah dilakukan “
“
Syukur deh kalau kamu bisa gitu.., tapi Aa mesti berangkat sekarang neh……natar
telat lagi…..Neng mau ikut apa , mau bolos neh……..”
“
Ya..udah Neng bolos aja deh…..lagian gak ada pelajaran ini…………?”
“
Ya dah ,Aa berangkat duluan ya……….” Bangkit segera berangkat sementara itu
Diyas berjaln keluar nunggu angkot….., rencananaya dia bakal pergi ke
Nusakambangan buat sekedar refresing
Setengan
jam kemudian dia sudah sampai di Teluk Penyu ….yang hari ini nampak cukup lengang , perahu-perahu yang bisanya
ramai mengantar orang-orang hilir mudik ke Nusakambangan kini hanya bersandar
di pinggiran panatai
Diyas
langsung nyebrang melewati laut , dari tengah TEluk Penyu terlihat jajaran
pegunungan dan Gunung Slamet , terlihat semu…..karena awan putih sering
menutupinya
Tak
lama dia sudah bisa jalan-jalan Di Nusakambangan , berjaln menyusuri jalan
cor-coran setapak , suasana cukup sejuk dan masih terdengar kicauan burung
sahut-menyahut , sepanjang jalan terlihat vegetasi yang cukup rapat
Objek
pertama yang ia datangi adalah benteng pendem , peninggalan Zaman colonial
Belanda
Bangunan
tua ini masih berdiri dengan kokoh , walaupun disana-sini banyak
coretan-coretan
Sementara
itu di bagian lain benteng terdapat terowongan , yang mitosnya terhubung dengan
benteng pendem yang ada di Teluk penyu , entahlah mitos ini bener atau gak ,
habis gak ada yang berani membuktikan
Tiba-tiba
ja di suasana yang Hyper sepi ini , muncul s eorang lelaki dari balik semak-semak dengan sebuah
kamera Digital 5 mpx
Diyas
sempet terkaget-kaget karena ngira dia itu macan atau binatang buas lainya
“
Nofit……lagi ngapain kamu , gak ikut Try Out…..”
“
Diyas……kamu kesini juga “ Nofit tampak terkejut
“
Oh…….kalau masalah Try out….kemarin kan udah………sekarang semua gak ada pelajaran
, kalau Si Bangkit pasti berangkat , soalnya dia belum ikut Try Out bahasa
Inggris”
“
Oh…..gitu ya…..ngomong-ngomong , kamu lagi ngapain ………pakai masuk semak-semak
segala…., bikin takut orang aja……….”
“
Oh….aku lagi take gambar…….tadi aku lihat landak…ya terpaksa masuk
semak-semak….ya daripada kelewat gitu aja….”
Nofit
terus ke selatan , Diyas sendiri masih diam terpaku…melihat gimana Nofit
ngambil gambar…sampai lupa denganya
“
Nofit………tungguin………”
Nofit
lalu berbalik dan jalan disebelah Diyas…sampai di objek pasir putih yang juga
sepi senyap , hanya ada 3 orang aja……
Ombak
berdebur kancang walaupun gak setinggi di bagian selatan pulau yang bisa
mencapai 3 meter lebih
“
Nof……..aku boleh nanya sesuatu……? “
Diyas membuka dialog , karena dari tadi Nofit asyik
dengan kameranya….
“
nanya apa………?”
“
Tapi janji jawab ya……….”
“
Ok……..khusus hari ini , kamu mau Tanya apa akan Nofit jawab………, emang kamu mau
nanya apa……..sih…….?”
“
Aku boleh nanya kenapa dulu kamu marah ...aku atahu itu bukan karena ak bohong
nanya-nanya hal pribadi kamu….., buakan juga karena aku boong dengan ngaku
orang lain………..?”
“
Oh……..heran kenapa dulu kamu gak pakai sikokinesis kamu aja………? Dan gak nanya
langsung ……..?”
“
Kamu tahu dalam beberapa hal aku gak bisa ngerti tentang kamu , arti
sesunguhnya dari snyum kamu dan perasaan kamu……?”
Nofit
diam sejenak
“ kamu tahu alesan sebenernya ………..? aku itu paling
benci dipermainkan , dan kamu datang seolah memberi harapan ……Yas……..?”
Hari
ini persaan ingin tahu tak terbendung lagi , dia lupa akan resiko hal ini
“ Udah deh Yas
, sekarang lupain aja masalah ini , biarkan semuanya berlalu aja ,,,,,,,,,,?”
Diyas
berusaha menehan diri agar gak nanya perasaanya Nofit sesungguhnya……..
Diyas
yang ngelamun gak tahu kalau Nofit sudah
beranajak dari tempatnya untuk take gambar lagi .
Akhirnya
mau gak mau Diyas ngikutin dia kemena aja…..termasuk saat masuk hutan
Nusakambangan yan cukup lebat ,mereka jalan sampai 5 km lebih , hanya untuk
cari objek Foto
Berkeliling
hutan begini udah jadi hal yang biasa bafi Nofit , selama ini dia gak pernah
tersesat ,
Di
dalalm hutan pemandangan jauh lebih indah , banyak pohon-pohon tumbang , pohon
yang punya bentuk unik seperti pohon akasia yang punya lubang besar yang bisa
dilalau untuk lewat.
Dan
pohon terbalik , daunya di bawah dan akarnya ada diatas
Diyas bener-bener terkejut dengan isi hutan
Nusakambangan
Mereka
berdua asyik , berkeliling untuk mrncari objek foto yang lain sampai hari sore
AKHIR DARI KISAH Mr,Hp
Hari-hari telewat begitu
aja , Ujian Nasional kian dekat saja tinggal satu hari lagi , Bangkit sendiri
udah berhenti kontek-kontekan dan focus belajar
Anak-anak kelas 10 dan
11 juga sudah diliburkan , hari-hari yang membosankan terus dirasakn Diyas..
Gak ada alternative
hiburan apa-apa , Bangkit yang biasa ngajak jalan lagu ujian , Sisi yang sering
ngajak dia ke warnet sekarang-sekarang ini asyik dengan pacar barunya…Si ketua
ROHIS , Ikamal
Satu-satunya hal yang ia
lakukan hanya ikut Bantu-bantu di warung rujak , dari jam 8 pagi sampai jam
setengah tiga sore , selebihnya waktu luangnya dipakai buat main Teniss bareng
Yuke , si atlet Teniss amatiran , tapi dia tetep aja dibantai habis-habisan
Sebenrnya ada persaan
khawtir kalau dia tidak bisa tahu perasaan Nofit yang sebenernya , berhari-hari
dia terus mikirin itu
Ujian Sma empat hari
sudah terlewati Diyas yang seneng Banget mutusin buat ngjak Nofit dan Bangkit
makan malam di resto masakan Jepang
Dan seperti biasa Nofit
datang membawa kamera Digital miliknya , dan langsung memfoto semua sisi
restoran , nyaris aja bikin malu
Bangkit yang ganteng
datang dengan setelan baju yang pas , sepert biasa dia banyak menarik perhatian
cewek-cewek di sekitar dia
Panci Sukiyaki panas
datang dengan uap panas yan mengepul , disususul dengan piring Teba , teriyaki
.
Mereka asyik makan ,
sesekali Nofit ngambil foto …wajah Diyas yang lagi makan
Malam ini Diyas merasa
ada yang aneh dari tingkah Nofit Dan Bangkit , seperti ada yang salah dengan
acara malam ini, tak ayal setelah selesai makan malam , Diyas sengaja
membuntutin Nofit dan Bangkit jalan ke Pantai Teluk Penyu.
Bangkit yang mengantar
dia sampai Gang depan gak tahu kalau Diyas gak langsung pulang
Sudah hampir seminggu
ini Bangkit merasa ada yang aneh dari
cara Nofit manadang Diyas atau cara dia ngomong, dan dia juga ngerasa Diyas
lebih bahagia ada didekat dia
Bangkit juga gak Tahu Diyas bersembunyi disisi mercusuar , dan bisa
nguping semua omongan mereka
“ kamu mau ngomong apa
Beng…..? kelihatanya kamu marah………..?”
“ Aku Cuma mau nanya ……ama kamu gak pernah ada rasa ke Diyas……….?”
“ Udah berapa kali aku bilang ,
Cinta Diyas Cuma untuk kamu ………..? ,sendainya kamu nuduh , lantas apa
alasan Dia suka padaku………..?”
“Baik Nofit..kamu itu
temanku aku tahu kepribadian, karakter dan ekspresi wajahmu…”
Hari yang makin malam di pantai
teluk penyu…bikin ombak terdengat lebih
menggemuruh….apalagi malam itu terjadi pasang perbani…
Seperti biasa wajah mereka
tersenyum….begitu banyak kata-kata sub pedas terucap….tak mengubah aura
persahabatan mereka berdua.
“ Kamu itu Bego , .beberapa minggu
ini…kamu makin tak bisa mengontrol itu semua…. Apa yang sebnenarnya kamu
pikirkan. Seandainya kamu itu gak cemen….aku bukan tandingan kamu , kamu tahu ,
dimata Diyas kamu itu lebih berharga dari apapun , kamu orang pertama yang
bikin dia menyubah pradigma tentang Hidup bukan aku……….”
“
Aku tahu……tapi………….?”
Nofit berhenti bicara
“Kamu tahu…? …….
Walaupun aku suka ama Diyas…tapi
disadari aku tidak aku harus mengakhiri ini semua…aku sudah mikirin ini
mateng-mateng
saat itu terjadi kesempatan semua
orang sama , dan aku akan nglepasin dia untuk kamu dan untuk kebahagiaan Diyas
…….atau kalau kamu gak suka dengan
Diyas kamu cukup bilang aja Dia hanya butuh….tahu perasaan, kamu…aja…, dia
sengaja memberikan copy an ini padaku mungkin…dia ingin ngomong (dia menyayangi
aku…tapi kisah cinta ini belum saatnya terjadi ) mungkin dia juga gak ingin
jadi pacar kamu
Aku tunggu kejujuran kamu minggu
depan , sebelum acara perpisahan
Bangkit menyodorkan copy an surat
Ibu Diyas.
Dan langsung dibaca oleh Nofit
“Kenapa kamu bisa yakin dia hanya ingin tahu
perasan ku aja ?”
“Ya…baca aja surat itu semuanya
Ibunya Diyas telah berjuang untuk nyekolahin dia…, Diyas pastinya ingin sekolah
dengan benar tanpa banyak gangguan….masalah cinta…, sekarang masalahnya itu dia
penasaran perasaanmu itu…aja …” .
Tiba-tiba aja hujan turun dengan
deras dan Diyas gak bisa mendengar apa-apa lagi , yang ia dengar hanya suara
rintik hujan
Nofit mendongak dan mengacungi
jempol pada sahabatnya itu
…. “Kamu hebat juga…., kamu cinta mati kan…, itu alesan
sesungguhnya aku tgak pernah bilang
perasaan ku ……aku juga pingin Fokus sekolah dan berusaha mencari beasisiwa
dengan hobi fotografi ku yang banyak dibilang gila…………”
“Ha…ya
emang…, tapi ini masih SMA bukan mau nikah besok…., siapa tahu suatu saat nanti
bisa ngedapetin cewek secantik dia, seunik dia, secerdas dia atau aku emang
jodoh dia , tapi kamu dah bikin dia penasaran
“ Ini tugas kamu buat
ngasih penjelasan’
Hujan yang makin deras maksa dia buat berteduh ketempat lain , meskipun
Mereka maih ada di bawah mercusuar , samapai larut malam
Dan selama 2 minggu masa
penatain iti mata Diyas mulai kembali berkunang-kunang walaupun dia belum
samapai mengalami sakit kepala akut
Seminggu setelah tes
semester dia kembali gak masuk dan lebih banyak berdiam diri di rumah ,
berharap hal buruk tidak akan terjadi
Sad Ending
Jadi Anak Sekolah
Ujian sekolah dan ujian praktek
anak kelas 12 udah selesai , semua tinggal nunggu pengumuman ujian Nasional
,dan waktu yang Diyas tunggu-tunggu terjadi ,
Esok pagi Diyas yang sadari dulu
sudah penasaran dengan perasaan Nofit (sebatas penasaran) Kini sudah tidak
tahan lagi untuk menanyakan apa yang Bangkit dan Nofit perdebatan dulu , apalagi
sudah menyangkut-nyangkutkan namanya pula.
Jadilah Diyas gak nyambung diajak
ngobrol…sering nge-hang…dan melamun saat jam pelajaran (hal yang selalu terjadi
saat ia penasaran, banyak pikiran dan bunek).
*****
Malam harinya Diyas diajak jalan ke Di Café Senriu…khas
masakan Jepang , sepertinya dia mau bilang sesuatu , dari wajahanya yang lusuh
jelas Banget dia bakal bilang sesuatu yang berat
Tiba-tiba Diyas bertanya….mengambil
daging dari panci Sukiaki
“Bangkit…aku mau
nanya…sesuatu….apa sih yang kalian perdebatkan…di Teluk penyu 2 minggu
lalu……..?”
Bangkit yang sedang menelan kue
danggo mulai salah tingkah (baru aja aku mau ngomongin masalah ini…)
“ darimana kamu tahu………bukanya
kamu gak ikut……….?”
“Aku mbuntutin kalian……….?”
“ Jadi kamu bener-bener suka ama
Nofit……….”
“ Ya gak segitunya juga kali…….aku
Cuma penasaran aja……”
“Ok….Diyas…kamu benar-benar
penasaran perasaan Nofit…
kenapa dari dulu kamu gak bilang
ama aku…?
kenapa dulu kamu mau pacaran ama aku ? apa aku
cuma pelarian dan pelampiasan…? kenapa Diyas…?”
Diyas tersentak, bingung harus
mengatakan apa ,dia ingin langsung jujur akan semua yang telah terjadi…
“Yang pasti bukan itu…, kamu datang saat aku
butuh cinta, perhatian…(dan saat aku patah hati ) dan kamu datang itu seperti
pengganti sosok ayah…….?
“Kamu masih penasaran dengan
perasaan, Nofit…?, baik…Diyas…aku akan melepaskan kamu kalau Nofit sendiri yang
mengucapkan kata cinta…itu…”
“Kenapa…kok Aa jadi bilang
gitu………?”
“
Surat dari Ibu kamu yang bikin aku mau melepas kamu………anggap aku ini kakak ku
……….aku juga kurang dapet tempat dihati kamu….Di..
“Sudah….aku gak pernah
mendeskriditkan kamu itu pacar kamu “ bentak Diyas
“Aku sih percaya…kamu cuma sebatas
penasaran aja…Intinya itu beban Diyas…beban hatiku aja…kamu akan jadi anak yang
lebih pinter kalau , kebuntuan ini berakhir
Tiba-tiba Diyas menyambar omongan
Bangkit….
“Apa ada alesan yang lebih
rasional lagi….Apa Aa udah punya cewek lain…….?
“ Ok kamu mau tau alesan yang rasional…Semenjak
pacaran denganku kamu jadi oon…, karena memikirkan Nofit, Mr.Hp…”
“Sekarang aku jadi rangking 7 pararel…terus…Aa
mau ngelaes apa lagi….?”
“Beban…Diyas…hal ini beban sekaligus PR
buatku…itu artinya kamu lebih baik tanpa pacaran….di SMA…ini…, aku cukup jadi
sosok yang kamu bilang…. Tapi dalam konteks teman…baek aja…
Itu artinya aku itu gak dapat
tempat dihati kamu mungkin kalau kamu dengan Nofit nilai pelajaran kamu bakal
lebih baik (untuk awalnya saja…pada dasarnya pacaran juga menguras
pikiran….harus mengerti pacar dan sebagainya, aku yakin kamu juga akan pusing
juga ujung-ujungnya…)….semua itu cukup membuktikan….
Diyas anggap aja aku ini
kakakmu…anggap aja adikku saudara kamu….Sebelumnya aku minta maaf tapi masa
depan kamu itu pendidikan, Aku sadar bagaimana pentingnya pendidikan….
Bagaimana usaha Ibu kamu untuk mendapat pendidikan…dan kenekatan dan keteguhan
kamu untuk terus mengejar pendidikan rasanya aneh . Bangkit… datang seperti
menghancurkan semua itu…
Mungkin suatu saat nanti aku akan
kembali ke kehidupan kamu…
Kadang ada penyesalan juga…kenapa
ya aku ketemu kamu sekarang….bukan besok kalau mau nikah aja….”
“Break…itu kan selain kata
putus…karena kamu bilang suatu saat mungkin akan datang lagi…selain kata
putus….” Ucap Diyas pasrah.
“Saat ini memang bukan waktu yang
tepat…menurutku enjoy aja bertemu di SMA berteman aja…pacaran…ya hanya selayang
pandang…ah…apalagi…telah habis kata (seperti lagu yang diputar di Café D’Masiv
tak bisa hidup tanpamu)
“Sebenarnya aku juga gak mau
seperti ini kalau rasa penasaranmu…itu…gak sampai bikin kamu error , aku akan
bertahan tetap seperti ini…kalau toh akhirnya kamu sudah tau rasa penasaran
kamu…itu ,itu tinggal nasib aja…( kamu mau pilih siapa )
Diyas seperti mendapan suntikan
stimulasi dosis hyper…entah kenapa dia menyemangati dirinya sendiri pacaran di
SMA ini…bukan mau nikah besok diputusin pacar..
“Oke kita Break…kamu emang
baek..ya anggap ini proses kedewasaan aja…aku pernah denger Bu Set bilang gitu
aku ngerti semua maksud
kamu…pacaran di SMA hanya bikin jadi nonsen…kan….”
“Thanks…ya…udah ngerti aku…udah
memberi sesuatu yang beda dengan hidupku baru kalui ini aku break (1/2 putus)
dengan cara seperti ini. Kamu itu hebat Diyas bisa melewati hidup kamu…(kamu
thu gak kelihatan sedih walau kayak ini) yang penuh liku…banyak tantangan…ada
yang beda…dengan cinta yang kualami denganmu…”
Tiba-tiba Diyas kepikiran suatu
hal lalu menelphone seorang sarjana computer , dia seperti ingin mengakhiri ini
semua
“Mas tolong buatin alat…untuk menyiarkan
audio…lewat internet…yang pakai WI-FI (gratisan) ok…mas…(ah….aku gak ngerti
namanya program apa)
“Besok malam….aku mau nanya
semuanya…aku gak mau penasaran lagi ,orang umur kalian di SMA tinggal seminggu
lebih 3 hari…lagi…”
“ Emang kamu mau apa…”
“ Tunggu aja besok , ini generasi
ketiga cara Nguping “
“iya, kamu harus liat sendiri
semuanya nanti…aku sudah menyiapkan semuanya…apa yang tejadi dengan Diriku
Ia berdo’a…panjang sebelum
mengirim sms…dan berharap Nofit mau datang besok malam
“Nof…aku mau ngomong penting ama kamu…aku
tunggu jam 8 di Teluk penyu…kamu tau…aku mohon banget sekali ini aja anggap
kata-kata ku ini serius 100% jujur….”
Diyas melangkah keluar setelah
menghabiskan semua isi sukiyaki…hanya disisakan sayurnya saja…disampingnya ada Bangkit yang nampak
biasa-biasa saja…. padahal kisah cintanya sudah bisa dibilang berakhir paling
mentok tergantung…menunggu jawaban Nofit (pasti…kali ini dia bakal
jujur…dia…pasti jujur….)
“Di…aku nyesel ketemu kamu sekarang,
harusnya nanti aja kalau udah kelar S1…” Ucap bangkit pelan
“Aku malam seneng ketemu kamu
sekarang ini….,pacar pertama ku”
Bangkit tersenyum dengan manisnya…
“ Kenapa Aa..kok ketawa-tawa
sendiri , jangan gila hanya gara-gara Diyas Ya…”
Sejenak Diyas terdiam membaca
surat yang baru diterimanya beberapa menit lalu… kenapa gak pakai MMS, E-mail
atau telephone saja…Bu…
Apalagi surat itu sudah ditulis 3
bulan lalu…(Aduh…Bu emangnya pakai perangko berapa sen dollar…).
“Jadi selama ini…Ibu nyimpan
uangnya untuk kuliah..ku…kukira dia benar-benar nglupain aku
Diyas berhenti membaca surat
Ibunya itu lalu berlari , ke Rumah bangkit…wajahnya cukup sumringah……malah
terkesan ngumbar senyum
Tak lama dia sudah ada di rumah
Bangkit yang pagi itu , udah hampir berangkat
Diyas langsung berlari…cepat…
”Bangkit…aku punya kabar baek
neh….sangat baek..malah…” dia berteriak keras-keras. Hari yang masih pagi bikin
suaranya terdengar sampai kemana-mana…(satu RT).
“Kabar apaan kayak-kayaknya dapat
duren setruk…”
“Nah…oya ikut aku bolos……lagian
hari Ini juga gak ada pelajaran………?”
pokoknya kudu mau…mau gak mau harus mau…”
“ Maaf de Neng , Aa gak bisa bolos
sekolah………..soalnya Aa kan lada try out ujian”
“Oh……….tapi Aku dapat surat dari
Ibu……………!!!!!!!!!!!”
“Ibu…kamu…terus-terus…kamu
buang…apa kamu baca…?”
“Aku baca sedikit…terus males..pokoknya gak
sanggup harus baca…”
Bangkit tersenyum kecil melihat
ulah Diyas itu…
”Neng mau belajaran acting…”
ucapnya pelan…mengubah ekspresi wajah Di menjadi ceria kembali..
“Emang kelihatan…lagi acting…”
“Iya..lah…nggak mungkin kalau kamu lagi
sedih..datang ke rumah teriak-teriak kayak orang kesurupan…aku gak nyangka...
kamu bisa secepat ini maafin Ibu kamu, kalau yang sebelum-sebelumnya kamu
cerita…semua…., waktu umur kamu 10 tahun…dia pulang dari Bahrain…awalnya kamu
kaget..dan mengira itu salles..kosmetik soalnya wajahnya gak mirip orang desa…”
*****
Diyas kembali ingat semua masalalunya
In….Memorial
Diyas yang baru berumur 10 tahun,
tumbuh tidak seperti anak kebanyakan. Keadaan yang membelitkan dan kanan kiri
dari factor ekonomi….dan kekurangan kasih sayang orang tua…bikin dia terus berfikir…harus “Mengapakah hidupnya”
Yang kadang menjadi bahan
olok-olokan teman SD-nya…yang selalu bilang dia anak…siapa…
anak
haram
Dan anak siapa.. kan gak punya
orang tua…ya anak kuntilanak lah….
Semua keadaan itu bikin dia sedikit
malas untuk keluar rumah…sekedar main atau membeli barang belanjaan…hanya Sia,
Ratri dan Yuke… yang selalu setia menemani “Sub Autis” macam Diyas yang sulit
ditebak dan tidak lumrah seperti anak 10 tahun…(hobby politik, berargument,
meniru penyanyi Rossa dan Melly Goslow… dan selalu cerewet bertanya tentang
ilmu pengetahuan… idealis…tapi sensitif….selalu membela diri kalau merasa gak
salah).
Dia selalu bertanya dalam hatinya
yang terlanjur sakit hati…
“Kapan…aku bisa seperti
mereka…punya orang tua…punya motor, semua yang layaknya aku dapatkan…”
Beberapa kali…pertanyaan macam itu bikin dia berfikir
dan berurai air mata…sampai dia mendapat sebuah jawaban
“Aku harus jadi orang yang
pinter…bisa menembus ironi ekonomi…hanya pendidikan…, aku gak peduli
bagaimanapun caranya harus bisa…”
Nenek Diyas yang waktu itu masih
50 tahun selalu keteteran menjawab pertanyaan Diyas…seperti
” Nek…Diyas kepengin
kuliah…gratisan…gimana caranya…”
Dia selalu gak pernah dapat
jawaban pasti dari orang yang ia tanyai pertanyaan itu termasuk pertanyaan siapa orang tuanya…
Sejak umur 10 tahun dia mematrikan
hidupnya untuk mengejar pendidikan sebagai obsesi pertama hidupnya….perkara ekonomi
pas-pasan…dia gak pernah mau peduli.
Suatu pagi yang mendung….Di
melihat seorang wanita berpakaian serba tertutup hanya terlihat wajahnya saja…
“Apa salles parfum…kosmetik dari Arab
sono…biasanya juga pol-polan dari Indramayu.
“Permisi…Bu…Marhamah pulang…”
Diyas sontak membuka pintu…
“Maaf… Ibu…Nenek Diyas lagi gak
dirumah…jadi kalau Ibu mau menjual parfum itu ke warung sebelah aja kan banyak
sekali orang…
” Diyas mengacungkan jari
kecilnya… ke warung Mba Bety.
“Apa benar kamu yang namanya
Diyas…ini…Ibu…kamu…” Diyas nyengir dengan ekspresi datar…
“Aduh…bu jangan ngaco dah…Diyas itu gak punya
orang tua…Diyas kan anaknya kuntilanak kayak yang di film horror… itu Susana…”
“Bukan Nak…ini Ibu…seandainya
benar Ibumu kuntilanak…kenapa kamu gak kayak kuntilanak”
“Ye…Ie…Ibu…Diyas ya tau anak
orang, tapi Ibu Diyas ya kayak kuntilanak…kalau dia masih hidup Diyas gak akan
memaafkan sampai mati…kalau dia sudah mati…biar Diyas cuekin aja gak bakal
Diyas doain…titik…, lagian Diyas gak “Butuh lagi Ibu” yang gue butuin cuma
materi aja…”.
Diyas menunduk…
.”Aduh maafkan Diyas terlalu
terbawa emosi.., ya aku cuma kesal aja dengan mereka…maafkan…”
*****
Entah apa yang Diyas pikirkan dia
langsung meninggalkan dia keluar rumah…berlari-lari menuju rumah Yuke yang
sudah pasti sedang liburan ke Bali bareng orang tuanya…Seandainya ke rumah Sia
pasti lagi sibuk bikin kue , buat ngisi kantin di RSPC.. rasanya dia juga malu
selalu makan gratisan… disana…kalau ke rumah Ratri suasananya gak jauh beda
dengan rumah Diyas…. Sama-sama anak TKW…yang gak jelas siapa nama
bapaknya…bedanya satu Ratri selalu ceria…(walaupun sedih) dan Diyas yang selalu mikir…(walaupun sedih)
*****
Akhirnya karena pusing mau pergi
kemana, Di memutuskan untuk pulang kerumah…hanya saja rumahnya terlihat sedikit
ramai oleh saudara-saudaranya….entah darimana saja..
“Diyas…Nenek cari-cari , .nah itu
Ibu kamu udah pulang dari Bahraian…., masa kamu malah pergi…” Diyas kecil hanya
mendengak…
“Bukan penjual parfum yang pake kerudung…kan…”
“Ya…ampun…Diyas…itu Ibu
kamu…suer…”
Di nyengir, bingung
bercampur….malu…bercampur marah sedikit senang…, dan ragu apakah akan
menemuinya atau membiarkannya…
mau hidup mati, emang gue pikirin.
Perasaannya kalut tak
karuan…(kapan lagi coba bisa punye ibu.., ya walaupun dia datangnya telat…gak
apalah…).
“Ibu…”
ucap Di lemas….Ibunya hanya
tersenyum melihat tingkah Diyas itu.
Diyas dikejutkan
………..tiba-tiba aja Bangkit menepuk bahu…nya keras-keras tapi lamunan dia terus
berlanjut , sampai pada cerita tentang ibunya yang baru aja sampai di Indonesia
, dari apa yan ia tahu seperti curhatan ibu yang di kupinginya
Curhatan Ibu dulu
Ibu Diyas terlihat pucat…baru
beberapa jam sampai di Indonesia, phobianya kambuh lagi…bahkan saat melihat
wajah Diyas…dia gemetaran…seolah mengiaskan kejadian perkosaan yang dilakukan
anak majikannya…tepat malam tahun baru….16 tahun lalu…rasa-rasanya semua itu
membekas kembali…saat melihat wajah Diyas.
Ia masih ingat betul kejadian
itu..tiga anak majikannya…, membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama satu
minggu.
“Maafkan Marhamah…baru datang
sekarang…tak terasa sudah 10 tahun…, tetapi aku tetap tidak bisa dekat dengan
Diyas…saya mohon Ibu mau merawat dia 10 tahun lagi…, mungkin saya akan sangat
sulit meninggalkan dia…tapi…rasanya kontrak kerja 10 tahun di Bahrain tidak
bisa ditinggalkan…”
Di matanya memancar rasa dendam
dengan namanya Bahrain…
“Ibu Marhamah akan sekolah D3
kalau gak S1….tanpa pendidikan aku akan terus terhina disana…jadi mungkin juga
aku akan mengirim uang…ya pas-pasan …” ucapnya gemetaran.
Inilah konsekuensi terberat yang
harus dihadapi TKI yang bekerja di Jazirah Arab…kasus Perkosaan …Dan seolah
mereka tak berharga..tak ada perlindungan hukum yang memadai. Melaporkan kasus
perkosaan tapi tidak ada minimal 2 saksi… sama saja dengan menggantung leher…
Secara otomartis…anak yang dikandung tidak akan pernah mendapat pengakuan dan
sebagainya.
“Maafkan Bu…” Marhamah menangis
dan terus gemetaran.
*****
Bagaimanapun aku harus nenyelamatkan generasiku dan keindahan dan
kemiskinan..
*****
Tanpa penjelasan apa-apa….dia
pergi meninggalkan Diyas…bahkan saat dia merengek menanyakan siapa bapaknya…dia
hanya diam, mulutnya sudah terlalu panas dan perasaanya sudah terlalu teriris.
Neneknya yang duduk didekat Diyas
juga tidak dapat berbuat banyak…Mungkin karena dia merasa bersalah akan semua
yang telah terjadi pada generasinya itu…..
“Sudah Mar…berangkat saja…Ibu
sudah gak tahu lagi…Kalau itu yang menurut kamu terbaik….silakan
saja…Disini…Ibu akan berusaha mengurus masalah pendidikan adik
kamu…Silvia…minimal D3…juga sekolah Diyas…Ibu janji sebisa mungkin
menyelamatkan generasi…kita…Diyas, Silvia…semoga kamu sehat selalu…
“Kadang nenek juga merasa bersalah
atas kematian anak pertamanya Magdalena…yang jadi TKW…karena motif
pendidikan…tapi pulang sudah tak bernyawa lagi…”
Diyas menatap kepergian Ibunya
yang baru 3 hari dirumah…
”Ok…Ibu pergi tanpa memberi penjelasan
apapun kenapa Ibu pergi…siapa ayahku…semuanya…
silahkan pergi…gak usah kembali…terserah…”.
Air mata terurai dari sepasang
mata kecil Diyas
Bangkit kembali menepuk bahu Diyas
, dengan sedikit keras.
“Di….oh…Iya ngomong-ngomong kenapa kamu gak baca
lanjutan surat itu….?”
“Gak ku males aku juga sudah tahu isinya
apa….palingan masalah klasik seputar TKW Indonesia….perkosaan, gaji gak dibayar
atau penganiayaan….kurang lebih sama seperti curhatan Ibu….pada Nenek… kamu
tahu kan kebiasaanku…. ..? Jawab Diyas tergagap
“Nguping….
pakai gelas……tapi di surat itu pasti ada sebuah penjelasan….aku tahu pasti kamu
nguping Cuma setengah-setengah aja , mungkin kamu salah paham dan gak denger
semuanya
“
Mungkin aja………aku yang salah paham tapi kini aku yakin dia itu sayang ama
Diyas”
“Jadi kesimpulannya…. Yang bikin kamu luluh
itu perjuangan dia selama 16 tahun dari rasa trauma…dan berusaha memenuhi
kebutuhan kamu, pendidikan kamu…., secara otomatis itu menunjukan rasa
sayang…dia yang begitu besar…gitu kan………?”
“ Ya
kurang lebih gitu lah , Ibuku sudah berjuang demi aku…itulah nilai lebih
seorang Ibuku…yang 15 tahun terkesan membuangku…perjuangannya sangat besar…”
Di…mulai kembali membaca surat Ibunya.
Lanjutan surat ibu
Jangan kira Ibu juga bahagia
dengan kondisi…ini…menjadi TKW hanya tamatan SMP… Di…masalah ayahmu…Ibu sendiri
tidak tahu…anak majikan yang mana…? Abdul yang umurnya 18 tahun, Al-Ghozali
yang umurnya 20 tahun atau Abu Hanif yang umurnya 22 tahun… Tepat malam tahun
baru 16 tahun lalu…. Suasana rumah majikan Ibu Abunya Abdurahim bin Aziz al
Makky memang sangat sepi….hanya ada mereka bertiga…, awalnya Ibu biasa saja
melihat mereka mulai membuka baju…, Ibu kira…mereka mau mandi…karena
memang…karena memang sering mandi sekitar jam sepuluh malam…ya Ibu sih memang
gak tahu apa alasan mereka….
Dan memang benar…Si Abdul memasuki
kamar mandi…agak sedikit lama…dia memanggilku dengan bahasa Inggrisnya yang
masih salah… “Can you help me…put…soft soap in front of bath room please…”
“Yes…yes…” Jawabku yang juga belum
paham soal bahasa Inggris dan bahasa Arab…
Mungkin karena mereka tahu Ibu itu
bodoh…Ibu memasuki kamar mandi berukuran kira-kira 7x3 meter…ya Ibu gak curiga
sama sekali… Orang Abdul juga lagi berendam.
Stop….D iyas…Ibu gak mau cerita lanjutannya lebih detail…lagi. Singkat
cerita kedua kakaknya juga sudah ada di kamar mandi….lalu mengunci
pintunya…waktu itu Ibu digilir oleh Abdul, Abu Hanif, Al-Ghozali….entah apa
yang terjadi Ibu sadar tau-tau sudah ada di rumah sakit…katanya Ibu tidak sadar
selama 3 hari.
*****
Diyas mulai
berkaca-kaca….mendapati Ibunya sendiri dapat menuliskan…cerita tragisnya
sendiri… “Ternyata….yang menyebalkan itu aku….aku…dan aku… gak ada alasan untuk
dendam dengan dia Bangkit…”
Dia menyandarkan badannya dan
memeluk pacarnya…seperti memeluk boneka panda kesayangannya… “Ya kamu sudah
tahu, kenapa mesti menangis. Harusnya…. Kamu rajin belajar, syukur bisa
PMDK….sekolah gratisan….Diyas…”
Bangkit hanya termangu melihat
tatapan mata Diyas dan kerutan dikeningnya….
*****
Mungkin karena kebodohan Ibu,
Saat itu aku tambah trauma…., aku
hamil…kata-kata yang enak didengar orang yang memang menantikannya gak kebayang
bakal punya anak umur 18 tahun… Ibu benar-benar stress….semua logika Ibu tak
berfungsi…bahkan ancaman keluarga majikan yang menuduh Ibu memfitnah ketiga
anaknya…karena tidak ada saksi…. Pokoknya Ibu gak tahu harus bagaimana, berbuat
apa…? Mau lapor gimana, kesiapa minta perlindungan hukum. Takut kalau sampai
kena hukuman mati…Ibu benar-benar terhina…karena memang bodoh….Seandainya Ibu
gak mengandung kamu Ibu bakalan nekat lapor ke polisi walaupun tanpa
pengetahuan dan bisa kapan saja mati konyol….
*****
Akhirnya Ibu pulang…untuk
melahirkan kamu….kemudian pergi menyelesaikan sisa kontrak yang masih 5
tahun….lagipula kalau aku tetap di Indonesia….mungkin aku bisa gila….dengan
tekanan…cemoohan….Sedangkan kalau aku tetap di Indonesia….aku merasa gak
mungkin dapat apa-apa, pendidikan… ataupun keluar dari siklus kemiskinan…
Aku berangkat lagi ke
Bahrain…..selama 5 tahun Ibu berusaha mengumpulkan uang yang Ibu…ya….Yas…Ibu
sudah ganti 3 majikan… Sebelum memutuskan berhenti jadi babu…dan mendaftyar di
sebuah Universitas Negeri di Bahrain…, ternyata uang yang ibu kumpulkan paling
hanya bisa….untuk 4 semester saja…, otomatis Ibu masih butcuh dana untuk 2
semester depan.
Kamu pasti pernah membaca novel
ketika cinta bertasbih….tau kan bagaimana beratnya menempu pendidikan…kalau
kekurangan dana…yang paling Ibu ingat… dulu waktu ada promosi wisata
Indonesia…di kantor pemerinrtah Bahrain….Ibu memakai pakaian adat
Kalimantan…pemandangan yang cukup jarang…ya Ibu…. Banyak yang mbututin….dapat
banyak uang tip pula…mungkin Ibu cantik… (kepedean) ha..ha…ha..ha…
Tapi okey aja walaupun makan
numpang di kerjaan restoran makanan Jepang yang pasti….D3 Ibu bisa kelar 3
tahun setengah…gak terlalu lama…, walaupun terlilit hutang…di Bank Arab…sono….
Setidaknya Ibu tidak perlu kerja
sebagai babu lagi…walaupun cuma jadi humas di perusahaan pariwisata…untuk
tujuan Indonesia, Papua Nuginea, Malaysia, Kamboja, Thailand, Pilipina.
Tapi maaf…Di…Ibu baru bisa pulang
saat umur kamu 10 tahunan…soalnya Ibu harus bayar utang…dan masih belum sembuh
dari trauma…apalagi kalai melihat kamu tumbuh menjadi “buas” seperti ini banyak
bertanya ini-itu…Ibu gak sanggup…harus menceritakan, harus…apa….
*****
Maafkan Ibu…selama enam tahun
kerja di Bahrain hanya bisa mengumpulkan …..
juta silahkan pakai untuk…keperluan pendidikan kamu…
Iya….Diyas Ibu mungkin akan
kembali sekitar 13 bulan lagi…, Ibu Yakin saat itu aku sudah kuat…untuk melihat
kamu lagi…Maafkan telah menghilangkan kamu…tapi sejujurnya hati ini berjuang
untuk generasiku…kamu…Di…yas…dan cuma kamu…menyengsarakan kamu….Batinmu….Ibu
sungguh minta maaf…”
*****
“Kadang aku merasa beruntung
ditempatkan dalam kondisi serba sulit seperti ini, karena ini aku jadi
mikir…harus ngapain….hidup….dan tahu hidup ini adalah sebuah perjuangan…dan
menyejar pendididan adalah mutlah dilakukan “
“
Syukur deh kalau kamu bisa gitu.., tapi Aa mesti berangkat sekarang neh……natar
telat lagi…..Neng mau ikut apa , mau bolos neh……..”
“
Ya..udah Neng bolos aja deh…..lagian gak ada pelajaran ini…………?”
“
Ya dah ,Aa berangkat duluan ya……….” Bangkit segera berangkat sementara itu
Diyas berjaln keluar nunggu angkot….., rencananaya dia bakal pergi ke
Nusakambangan buat sekedar refresing
Setengan
jam kemudian dia sudah sampai di Teluk Penyu ….yang hari ini nampak cukup lengang , perahu-perahu yang bisanya
ramai mengantar orang-orang hilir mudik ke Nusakambangan kini hanya bersandar
di pinggiran panatai
Diyas
langsung nyebrang melewati laut , dari tengah TEluk Penyu terlihat jajaran
pegunungan dan Gunung Slamet , terlihat semu…..karena awan putih sering
menutupinya
Tak
lama dia sudah bisa jalan-jalan Di Nusakambangan , berjaln menyusuri jalan
cor-coran setapak , suasana cukup sejuk dan masih terdengar kicauan burung
sahut-menyahut , sepanjang jalan terlihat vegetasi yang cukup rapat
Objek
pertama yang ia datangi adalah benteng pendem , peninggalan Zaman colonial
Belanda
Bangunan
tua ini masih berdiri dengan kokoh , walaupun disana-sini banyak
coretan-coretan
Sementara
itu di bagian lain benteng terdapat terowongan , yang mitosnya terhubung dengan
benteng pendem yang ada di Teluk penyu , entahlah mitos ini bener atau gak ,
habis gak ada yang berani membuktikan
Tiba-tiba
ja di suasana yang Hyper sepi ini , muncul s eorang lelaki dari balik semak-semak dengan sebuah
kamera Digital 5 mpx
Diyas
sempet terkaget-kaget karena ngira dia itu macan atau binatang buas lainya
“
Nofit……lagi ngapain kamu , gak ikut Try Out…..”
“
Diyas……kamu kesini juga “ Nofit tampak terkejut
“
Oh…….kalau masalah Try out….kemarin kan udah………sekarang semua gak ada pelajaran
, kalau Si Bangkit pasti berangkat , soalnya dia belum ikut Try Out bahasa
Inggris”
“
Oh…..gitu ya…..ngomong-ngomong , kamu lagi ngapain ………pakai masuk semak-semak
segala…., bikin takut orang aja……….”
“
Oh….aku lagi take gambar…….tadi aku lihat landak…ya terpaksa masuk
semak-semak….ya daripada kelewat gitu aja….”
Nofit
terus ke selatan , Diyas sendiri masih diam terpaku…melihat gimana Nofit
ngambil gambar…sampai lupa denganya
“
Nofit………tungguin………”
Nofit
lalu berbalik dan jalan disebelah Diyas…sampai di objek pasir putih yang juga
sepi senyap , hanya ada 3 orang aja……
Ombak
berdebur kancang walaupun gak setinggi di bagian selatan pulau yang bisa
mencapai 3 meter lebih
“
Nof……..aku boleh nanya sesuatu……? “
Diyas membuka dialog , karena dari tadi Nofit asyik
dengan kameranya….
“
nanya apa………?”
“
Tapi janji jawab ya……….”
“
Ok……..khusus hari ini , kamu mau Tanya apa akan Nofit jawab………, emang kamu mau
nanya apa……..sih…….?”
“
Aku boleh nanya kenapa dulu kamu marah ...aku atahu itu bukan karena ak bohong
nanya-nanya hal pribadi kamu….., buakan juga karena aku boong dengan ngaku
orang lain………..?”
“
Oh……..heran kenapa dulu kamu gak pakai sikokinesis kamu aja………? Dan gak nanya
langsung ……..?”
“
Kamu tahu dalam beberapa hal aku gak bisa ngerti tentang kamu , arti
sesunguhnya dari snyum kamu dan perasaan kamu……?”
Nofit
diam sejenak
“ kamu tahu alesan sebenernya ………..? aku itu paling
benci dipermainkan , dan kamu datang seolah memberi harapan ……Yas……..?”
Hari
ini persaan ingin tahu tak terbendung lagi , dia lupa akan resiko hal ini
“ Udah deh Yas
, sekarang lupain aja masalah ini , biarkan semuanya berlalu aja ,,,,,,,,,,?”
Diyas
berusaha menehan diri agar gak nanya perasaanya Nofit sesungguhnya……..
Diyas
yang ngelamun gak tahu kalau Nofit sudah
beranajak dari tempatnya untuk take gambar lagi .
Akhirnya
mau gak mau Diyas ngikutin dia kemena aja…..termasuk saat masuk hutan
Nusakambangan yan cukup lebat ,mereka jalan sampai 5 km lebih , hanya untuk
cari objek Foto
Berkeliling
hutan begini udah jadi hal yang biasa bafi Nofit , selama ini dia gak pernah
tersesat ,
Di
dalalm hutan pemandangan jauh lebih indah , banyak pohon-pohon tumbang , pohon
yang punya bentuk unik seperti pohon akasia yang punya lubang besar yang bisa
dilalau untuk lewat.
Dan
pohon terbalik , daunya di bawah dan akarnya ada diatas
Diyas bener-bener terkejut dengan isi hutan
Nusakambangan
Mereka
berdua asyik , berkeliling untuk mrncari objek foto yang lain sampai hari sore
AKHIR DARI KISAH Mr,Hp
Hari-hari telewat begitu
aja , Ujian Nasional kian dekat saja tinggal satu hari lagi , Bangkit sendiri
udah berhenti kontek-kontekan dan focus belajar
Anak-anak kelas 10 dan
11 juga sudah diliburkan , hari-hari yang membosankan terus dirasakn Diyas..
Gak ada alternative
hiburan apa-apa , Bangkit yang biasa ngajak jalan lagu ujian , Sisi yang sering
ngajak dia ke warnet sekarang-sekarang ini asyik dengan pacar barunya…Si ketua
ROHIS , Ikamal
Satu-satunya hal yang ia
lakukan hanya ikut Bantu-bantu di warung rujak , dari jam 8 pagi sampai jam
setengah tiga sore , selebihnya waktu luangnya dipakai buat main Teniss bareng
Yuke , si atlet Teniss amatiran , tapi dia tetep aja dibantai habis-habisan
Sebenrnya ada persaan
khawtir kalau dia tidak bisa tahu perasaan Nofit yang sebenernya , berhari-hari
dia terus mikirin itu
Ujian Sma empat hari
sudah terlewati Diyas yang seneng Banget mutusin buat ngjak Nofit dan Bangkit
makan malam di resto masakan Jepang
Dan seperti biasa Nofit
datang membawa kamera Digital miliknya , dan langsung memfoto semua sisi
restoran , nyaris aja bikin malu
Bangkit yang ganteng
datang dengan setelan baju yang pas , sepert biasa dia banyak menarik perhatian
cewek-cewek di sekitar dia
Panci Sukiyaki panas
datang dengan uap panas yan mengepul , disususul dengan piring Teba , teriyaki
.
Mereka asyik makan ,
sesekali Nofit ngambil foto …wajah Diyas yang lagi makan
Malam ini Diyas merasa
ada yang aneh dari tingkah Nofit Dan Bangkit , seperti ada yang salah dengan
acara malam ini, tak ayal setelah selesai makan malam , Diyas sengaja
membuntutin Nofit dan Bangkit jalan ke Pantai Teluk Penyu.
Bangkit yang mengantar
dia sampai Gang depan gak tahu kalau Diyas gak langsung pulang
Sudah hampir seminggu
ini Bangkit merasa ada yang aneh dari
cara Nofit manadang Diyas atau cara dia ngomong, dan dia juga ngerasa Diyas
lebih bahagia ada didekat dia
Bangkit juga gak Tahu Diyas bersembunyi disisi mercusuar , dan bisa
nguping semua omongan mereka
“ kamu mau ngomong apa
Beng…..? kelihatanya kamu marah………..?”
“ Aku Cuma mau nanya ……ama kamu gak pernah ada rasa ke Diyas……….?”
“ Udah berapa kali aku bilang ,
Cinta Diyas Cuma untuk kamu ………..? ,sendainya kamu nuduh , lantas apa
alasan Dia suka padaku………..?”
“Baik Nofit..kamu itu
temanku aku tahu kepribadian, karakter dan ekspresi wajahmu…”
Hari yang makin malam di pantai
teluk penyu…bikin ombak terdengat lebih
menggemuruh….apalagi malam itu terjadi pasang perbani…
Seperti biasa wajah mereka
tersenyum….begitu banyak kata-kata sub pedas terucap….tak mengubah aura
persahabatan mereka berdua.
“ Kamu itu Bego , .beberapa minggu
ini…kamu makin tak bisa mengontrol itu semua…. Apa yang sebnenarnya kamu
pikirkan. Seandainya kamu itu gak cemen….aku bukan tandingan kamu , kamu tahu ,
dimata Diyas kamu itu lebih berharga dari apapun , kamu orang pertama yang
bikin dia menyubah pradigma tentang Hidup bukan aku……….”
“
Aku tahu……tapi………….?”
Nofit berhenti bicara
“Kamu tahu…? …….
Walaupun aku suka ama Diyas…tapi
disadari aku tidak aku harus mengakhiri ini semua…aku sudah mikirin ini
mateng-mateng
saat itu terjadi kesempatan semua
orang sama , dan aku akan nglepasin dia untuk kamu dan untuk kebahagiaan Diyas
…….atau kalau kamu gak suka dengan
Diyas kamu cukup bilang aja Dia hanya butuh….tahu perasaan, kamu…aja…, dia
sengaja memberikan copy an ini padaku mungkin…dia ingin ngomong (dia menyayangi
aku…tapi kisah cinta ini belum saatnya terjadi ) mungkin dia juga gak ingin
jadi pacar kamu
Aku tunggu kejujuran kamu minggu
depan , sebelum acara perpisahan
Bangkit menyodorkan copy an surat
Ibu Diyas.
Dan langsung dibaca oleh Nofit
“Kenapa kamu bisa yakin dia hanya ingin tahu
perasan ku aja ?”
“Ya…baca aja surat itu semuanya
Ibunya Diyas telah berjuang untuk nyekolahin dia…, Diyas pastinya ingin sekolah
dengan benar tanpa banyak gangguan….masalah cinta…, sekarang masalahnya itu dia
penasaran perasaanmu itu…aja …” .
Tiba-tiba aja hujan turun dengan
deras dan Diyas gak bisa mendengar apa-apa lagi , yang ia dengar hanya suara
rintik hujan
Nofit mendongak dan mengacungi
jempol pada sahabatnya itu
…. “Kamu hebat juga…., kamu cinta mati kan…, itu alesan
sesungguhnya aku tgak pernah bilang
perasaan ku ……aku juga pingin Fokus sekolah dan berusaha mencari beasisiwa
dengan hobi fotografi ku yang banyak dibilang gila…………”
“Ha…ya
emang…, tapi ini masih SMA bukan mau nikah besok…., siapa tahu suatu saat nanti
bisa ngedapetin cewek secantik dia, seunik dia, secerdas dia atau aku emang
jodoh dia , tapi kamu dah bikin dia penasaran
“ Ini tugas kamu buat
ngasih penjelasan’
Hujan yang makin deras maksa dia buat berteduh ketempat lain , meskipun
Mereka maih ada di bawah mercusuar , samapai larut malam
Dan selama 2 minggu masa
penatain iti mata Diyas mulai kembali berkunang-kunang walaupun dia belum
samapai mengalami sakit kepala akut
Seminggu setelah tes
semester dia kembali gak masuk dan lebih banyak berdiam diri di rumah ,
berharap hal buruk tidak akan terjadi
Sad Ending
Jadi Anak Sekolah
Ujian sekolah dan ujian praktek
anak kelas 12 udah selesai , semua tinggal nunggu pengumuman ujian Nasional
,dan waktu yang Diyas tunggu-tunggu terjadi ,
Esok pagi Diyas yang sadari dulu
sudah penasaran dengan perasaan Nofit (sebatas penasaran) Kini sudah tidak
tahan lagi untuk menanyakan apa yang Bangkit dan Nofit perdebatan dulu , apalagi
sudah menyangkut-nyangkutkan namanya pula.
Jadilah Diyas gak nyambung diajak
ngobrol…sering nge-hang…dan melamun saat jam pelajaran (hal yang selalu terjadi
saat ia penasaran, banyak pikiran dan bunek).
*****
Malam harinya Diyas diajak jalan ke Di Café Senriu…khas
masakan Jepang , sepertinya dia mau bilang sesuatu , dari wajahanya yang lusuh
jelas Banget dia bakal bilang sesuatu yang berat
Tiba-tiba Diyas bertanya….mengambil
daging dari panci Sukiaki
“Bangkit…aku mau
nanya…sesuatu….apa sih yang kalian perdebatkan…di Teluk penyu 2 minggu
lalu……..?”
Bangkit yang sedang menelan kue
danggo mulai salah tingkah (baru aja aku mau ngomongin masalah ini…)
“ darimana kamu tahu………bukanya
kamu gak ikut……….?”
“Aku mbuntutin kalian……….?”
“ Jadi kamu bener-bener suka ama
Nofit……….”
“ Ya gak segitunya juga kali…….aku
Cuma penasaran aja……”
“Ok….Diyas…kamu benar-benar
penasaran perasaan Nofit…
kenapa dari dulu kamu gak bilang
ama aku…?
kenapa dulu kamu mau pacaran ama aku ? apa aku
cuma pelarian dan pelampiasan…? kenapa Diyas…?”
Diyas tersentak, bingung harus
mengatakan apa ,dia ingin langsung jujur akan semua yang telah terjadi…
“Yang pasti bukan itu…, kamu datang saat aku
butuh cinta, perhatian…(dan saat aku patah hati ) dan kamu datang itu seperti
pengganti sosok ayah…….?
“Kamu masih penasaran dengan
perasaan, Nofit…?, baik…Diyas…aku akan melepaskan kamu kalau Nofit sendiri yang
mengucapkan kata cinta…itu…”
“Kenapa…kok Aa jadi bilang
gitu………?”
“
Surat dari Ibu kamu yang bikin aku mau melepas kamu………anggap aku ini kakak ku
……….aku juga kurang dapet tempat dihati kamu….Di..
“Sudah….aku gak pernah
mendeskriditkan kamu itu pacar kamu “ bentak Diyas
“Aku sih percaya…kamu cuma sebatas
penasaran aja…Intinya itu beban Diyas…beban hatiku aja…kamu akan jadi anak yang
lebih pinter kalau , kebuntuan ini berakhir
Tiba-tiba Diyas menyambar omongan
Bangkit….
“Apa ada alesan yang lebih
rasional lagi….Apa Aa udah punya cewek lain…….?
“ Ok kamu mau tau alesan yang rasional…Semenjak
pacaran denganku kamu jadi oon…, karena memikirkan Nofit, Mr.Hp…”
“Sekarang aku jadi rangking 7 pararel…terus…Aa
mau ngelaes apa lagi….?”
“Beban…Diyas…hal ini beban sekaligus PR
buatku…itu artinya kamu lebih baik tanpa pacaran….di SMA…ini…, aku cukup jadi
sosok yang kamu bilang…. Tapi dalam konteks teman…baek aja…
Itu artinya aku itu gak dapat
tempat dihati kamu mungkin kalau kamu dengan Nofit nilai pelajaran kamu bakal
lebih baik (untuk awalnya saja…pada dasarnya pacaran juga menguras
pikiran….harus mengerti pacar dan sebagainya, aku yakin kamu juga akan pusing
juga ujung-ujungnya…)….semua itu cukup membuktikan….
Diyas anggap aja aku ini
kakakmu…anggap aja adikku saudara kamu….Sebelumnya aku minta maaf tapi masa
depan kamu itu pendidikan, Aku sadar bagaimana pentingnya pendidikan….
Bagaimana usaha Ibu kamu untuk mendapat pendidikan…dan kenekatan dan keteguhan
kamu untuk terus mengejar pendidikan rasanya aneh . Bangkit… datang seperti
menghancurkan semua itu…
Mungkin suatu saat nanti aku akan
kembali ke kehidupan kamu…
Kadang ada penyesalan juga…kenapa
ya aku ketemu kamu sekarang….bukan besok kalau mau nikah aja….”
“Break…itu kan selain kata
putus…karena kamu bilang suatu saat mungkin akan datang lagi…selain kata
putus….” Ucap Diyas pasrah.
“Saat ini memang bukan waktu yang
tepat…menurutku enjoy aja bertemu di SMA berteman aja…pacaran…ya hanya selayang
pandang…ah…apalagi…telah habis kata (seperti lagu yang diputar di Café D’Masiv
tak bisa hidup tanpamu)
“Sebenarnya aku juga gak mau
seperti ini kalau rasa penasaranmu…itu…gak sampai bikin kamu error , aku akan
bertahan tetap seperti ini…kalau toh akhirnya kamu sudah tau rasa penasaran
kamu…itu ,itu tinggal nasib aja…( kamu mau pilih siapa )
Diyas seperti mendapan suntikan
stimulasi dosis hyper…entah kenapa dia menyemangati dirinya sendiri pacaran di
SMA ini…bukan mau nikah besok diputusin pacar..
“Oke kita Break…kamu emang
baek..ya anggap ini proses kedewasaan aja…aku pernah denger Bu Set bilang gitu
aku ngerti semua maksud
kamu…pacaran di SMA hanya bikin jadi nonsen…kan….”
“Thanks…ya…udah ngerti aku…udah
memberi sesuatu yang beda dengan hidupku baru kalui ini aku break (1/2 putus)
dengan cara seperti ini. Kamu itu hebat Diyas bisa melewati hidup kamu…(kamu
thu gak kelihatan sedih walau kayak ini) yang penuh liku…banyak tantangan…ada
yang beda…dengan cinta yang kualami denganmu…”
Tiba-tiba Diyas kepikiran suatu
hal lalu menelphone seorang sarjana computer , dia seperti ingin mengakhiri ini
semua
“Mas tolong buatin alat…untuk menyiarkan
audio…lewat internet…yang pakai WI-FI (gratisan) ok…mas…(ah….aku gak ngerti
namanya program apa)
“Besok malam….aku mau nanya
semuanya…aku gak mau penasaran lagi ,orang umur kalian di SMA tinggal seminggu
lebih 3 hari…lagi…”
“ Emang kamu mau apa…”
“ Tunggu aja besok , ini generasi
ketiga cara Nguping “
“iya, kamu harus liat sendiri
semuanya nanti…aku sudah menyiapkan semuanya…apa yang tejadi dengan Diriku
Ia berdo’a…panjang sebelum
mengirim sms…dan berharap Nofit mau datang besok malam
“Nof…aku mau ngomong penting ama kamu…aku
tunggu jam 8 di Teluk penyu…kamu tau…aku mohon banget sekali ini aja anggap
kata-kata ku ini serius 100% jujur….”
Diyas melangkah keluar setelah
menghabiskan semua isi sukiyaki…hanya disisakan sayurnya saja…disampingnya ada Bangkit yang nampak
biasa-biasa saja…. padahal kisah cintanya sudah bisa dibilang berakhir paling
mentok tergantung…menunggu jawaban Nofit (pasti…kali ini dia bakal
jujur…dia…pasti jujur….)
“Di…aku nyesel ketemu kamu sekarang,
harusnya nanti aja kalau udah kelar S1…” Ucap bangkit pelan
“Aku malam seneng ketemu kamu
sekarang ini….,pacar pertama ku”
Bangkit tersenyum dengan manisnya…
“ Kenapa Aa..kok ketawa-tawa
sendiri , jangan gila hanya gara-gara Diyas Ya…”
“Oh….Aku cuma mau ngomong…, eh….keburu lupa….ha…ha…ha…ha…hah….Aku cuma mau ngomong…, eh….keburu lupa….ha…ha…ha…ha…ha
Kita
akan tetap mendapat kasih sayang, dengan persahabatan…dan semangat yang muncul dari mimpi kita…
Tanpa
mengganggu fungsi kita sebagai mahluk social
dan pelajar
Amnesia
Malam yang
bisa jadi sangat dramatis , Nofit yang ada dikamarnya masih bersiap untuk pergi
ke Teluk Penyu ….,
Demikian
juga suasana di kamar Sisi yang jauh lebih ribet ,enatah dari siapa Dia bisa
tahu acara malam ini , tak lama Ratri
dan Yuke muncul dangan dandanan yang ala kadarnya
Yang pasti
dia juga datang ke orang yang sama , tempat Diyas pesen alat aneh itu . Warnet
Haikal .Ya itu Warnet langganan Diyas dan Sisi
Suasana
kamar yang paling Mengenaskan ………ada di kamar Depan Rumah dr..Adytia Murray ,
Bangkit masih berdiri didepan cermin untuk , Nanya apa keputusanya udah bener….
Sesekali dia
inget omongan Diyas yang bilang jangan gila hanya karena Diyas
Diyas
sendiri sibuk menyipakan semuanya , dari ponsel samapai Laptop milik Tante
Silvia
Tepat jam
delapan malam di Pantai Teluk Penyu….Diyas dan Bangkit melangkah diantara pasir
yang agak basah…karena ombak laut yang sedang besar.. bikin suasana pantai
cukup lengang
Sekilas tidak ada yang berubah dari cara mereka….aura
antara Bangkit dan Diyas… masih sama seperti dulu….
“Gimana Di…Nofit belum nongol
juga…”
“Ini…dia baru aja…sms…Katanya dia ada dibawah
mercusuar paling barat…Katanya sudah datang 10 menit lalu..”
Mereka segera berjalan kearah
mercusuar paling barat dengan menenteng peralatan yang dari siang sudah
disiapkan ponsel ber WI-FI dan sebuah laptop…. Kebetulan ada Hot spot area di
tempat ini.
Rencananya Diyas ingin menyiarkan
kata-kata Nofit…supaya Bangkit juga bisa mendengarkannya lewat ponsel . Entah
bagaimana perbuatannya yang pasti 350 ribu mereka ludes buat beli software dan
bayar sarjana computer….
Dengan ini , omongan Diyas Dan
Bangkit akan langsung di kirim lewat saluran internet , persis seperti siaran
langsung online
“Diyas kamu mau ngomong apaan…mau
wawancara pakai bawa laptop mahal kayak gitu…” Ucap Nofit saat ngliat dia
“Ya pastinya bakal panjang…”
“Laptop baru neh…”
“Ye…ini ma cuma minjem punya
Tanteku…Itu yang ada di warung rujak Mbah Terminal.”
Lama
suasana lengang , Diyas dan Nofit sama-sama ragu mau ngomong Diyas mulai tak
tahan, ingin segera menanyakan semua yang ada dihatinya
“Menurut kamu cinta itu penting
gak….?”
“Ya penting juga kalau datangnya
gak kepagian ama kesorean….ya kalau cinta itu datang sekarang aku gak bisa
berbuat apa-apa selain tersenyum…”
“Kenapa mesthi kayak gitu…cinta ya tetep
cinta…ko.. dibiarkan pergi”..
Nofit masih terlihat tersenyum
“Aku gak mau ngebahas masalah ini…masih banyak hal laen kan…?”
Diyas terdiam cukup lama…terpaku
memandang senyum liar Nofit dan gelapnya malam…
Diyas bilang saja semua yang kamu rasakan ama
Mr.Hp kalau gak bilang dia gak bakal percaya kamu itu beneran suka ama…dia…, yang dia tahu
itu kamu dah milik aku…,
Diyas kembali teringat kata-kata
Bangkit 10 menit lalu….saat ekspresi wajahnya sudah tak tertebak lagi, entah
marah entah senang ,enatah gelisah.
“Nof….selama ini…apa…kamu gak
pernah jatuh cinta apa suka ama cewek…?” “Sebatas cinta ya pernah lah…”
“Maksud kamu…gak pernah pacaran…”
“Ya…gitu juga..aku peranah punya
cewek namanya Vina , terus Adelia….yang
terakhir aku sadar apa yang harus aku lakauin..”
“Terus kenapa kamu gak bilang aja
cinta ama yang kamu suka…apa….. cukup bilang aja…”
“Ya…gimana ya….aku bukan
mereka-mereka yang sudah dapat kartu garansi bakal bisa ngelanjutin
pendidikan….aku harus Sekolah yang benar… ya seperti mereka yang bisa santai
pacaran…apa lah…aku harus berjuang dari bawah kalau mau meneruskan….Seandainya
aku mau pacaran…juga dia gak bakal bahagia….apalagi aku juga sibuk dengan
masalahku sendiri pacaran itu juga butuh modal.Gak hanya makan cinta kan……….?”
“Apa itu faktor eksternalnya…ku
boleh tau gak jelasnya….”
“Maaf kalau masalah ini aku gak
bakal mau cerita….bukanya gimana-gimana Bangkit aja gak pernah aku certain….”
Diyas mulai tak tahan untuk
memuncratkan isi hatinya….
“Aku nunggu kamu…aku gak peduli
siapa kamu…apa faktor eksternal itu…. Aku itu nunggu kamu apa benar gak ada
perasaan apapun padaku….asal kamu tahu aku sampai nonsen mikirin kamu…tau gak
sih…”
(Harusnya sih tau…jelas-jelas
Diyas suka ama kamu Nofit…) by Bangkit…. “
“ Ok aku akan bilang semuanya”
Tiba-tiba dunia serasa berputar
dan berubah jadi lautan kabut …Diyas yang sedang berdiri mulai ngerasa..kalau
kepalanya udah kelwat pusing .
“ kamu….wanita pertama yang bikin
aku………..( jatuh Cinta secara logika dan dan hati)
Diyas belum sempat mendengar
kata-kata Cinta dan mungkin baru
mendengar sekilas saja..
Dia tersungku jatuh di pelukan
Nofit…dan Dia sudah kehilangan semua prespektif dunia dan terbawa…ke dunia yang
gelap tanpa sebuah ujung
“ Diyas…kamu kenapa..kok tiba-tiba
meluk aku “
Sisi yang ada di Café…menahan
nafas…” NOfit ma Diyas jadian……”
Sejak tadi ketiga temenya udah
nunggu-nunggu omongan itu…
“ Iya…kali ya….Diyas dah jadian……”
Yuke tersenyum
“ Gak sia-sia kan bayar mahal…….”
Sambung Yuke Senang
Sementara itu Bangkit Cuma bisa tersenyum , “ Inilah
yang terbaik untuk kamu Yas…….”
“
Diyas …kamu gak apa-apa kan………bangun Yas…, kamu denger kan semuanya………?”
Nofit
yang selama ini terkenal jarang mewek , tiba-tiba mewek gitu aja…
Dia mendekap Diyas yang sudah cukup dingin….”
Bangun..yas…maafin Nofit….”
Dia terus berteriak kencang-kencang
“
Bangun………….bangun….”
Suasana
yang semula riuh berubah jadi ekspresi panik , semua meninggalkan tempatnya dan
berlari secepat kilat ke Mercusuar paling Barat . Disana mereka semua
menagis…dan terus histeris..
Entah
masih hidup atau gak , mereka langsung ngebawa Diyas ke RSPC ..denyut nadinya
sudah timbul-tenggelam
Malam
itu semua menati masa kritis Diyas , kerusakan pembuluh darah otaknya secara
keseluruhan bikin harapan hidupnya cukup
kecil …dokter bilang kesempatan Dia hidup hanya 25 % saja.
Hari-hari
berlalu dengan lebih lambat , Sisi dan semua orang masih harap-harap cemas ,
tidak ada yang bisa diceritakan tentang apa yang terjadi dengan Diyas , pasalanya
dia juga gak pernah mau cerita apa-apa
Hari
kepulangan Ibu Diyas dipercepat dari rencana semula , tepat seminggu Diyas ada
di rumah sakit ibunya datang dari Bahrain
Sehari-hari
dia hanya duduk untuk menunggu Diyas ,nyaris tidak ada acara penyambutan
ataupun tetek bengek lain , pokoknya setibanya di Cilacap dia langsung pergi ke
RSPC
Sore
ini dokter dari Purbalingga datang dan sempet ngobrol banyak , termasuk ngasih
saran kalau sampai Diyas sembuh , supaya dibawa ke Kanada untuk dapat
penanganan khusus Sikokonesis
Tapi
toh sampai hari ke 13 dia tetep belum sadar , dan sebuah dilema baru menyeruak
di dingin nya didinding rumah sakit
Kalau
sampai 15 hari dia belum sadar , dengan sangat terpaksa keluarga harus merelakan
Diyas untuk Selma-lamanya..
Semua
yang ada di tempat itu termasuk Nofit , Bangkit hanya bisa diam mendengar
omongan dokter barusan
Dan hari terkhir pun
sudah didepan mata , Diyas masih tergolek lemas di ruang ICU ,
Tidak ada yang bisa
dilakukan kecuali hanya berdoa dan menunggu
“ Kalau besok dia belum
sadar , kita harus terima kenyataan terpahit….”
Ibu Diyas terus termehek-mehek tiada henti , omongan doter bikin dia
tidak bisa sama sekali memenjamkan mata
Acara perpisahan SMA , gak
bikin Nofit , Bangkit , Sisi , Yuke , Ratri seneng ,apalagi kalau inget omongan
dokter kalau besok itu hari terkhir . Mereka sengaja tidak datang , malam ini
mereka bener-bener ketakutan kehilangan Diyas dan gak ingin tau kenyataan yang
bisa terjadi
Acara perpisahan yang
Dimeriahkan Rini Idol , Drive ini bisa
jadi malam perpisahan yang paling megah disepanjang Sejarah SMA ini , kalau
bukan berkat tim TV swasta Yang bikin acara
prome nite pilihan , acara ini juga bagai mimpi di siang bolong
Suasana yang sangat
meriah , bikin seisi sekolah rium seneng
Malam yang cerah ini ,
udah jadi malam yang begitu dingin …..
Di kamarnya Nofit berusaha memejamkan mata , dia pulang di tengah acara..
Sampai tengah malam dia
belum bisa tidur….
Dia mutusin buat pergi ke rumah sakit , masih jam satu pagi ……Di ruang
tunggu ruang ICU masih ada Ibu Diyas
Nenek dan Tante Silvia
ada di pojok lorong dengan sebuah sleeping bag
“ Tante …belum tidur…ini kan udah malem…….” Ucap Nofit memecah keheningan
“ Iya…Tante gak bisa tidur…ini
mungkin bisa jadi saat terkhir Tante bisa jadi…Ibu
Kamu tahu , selama 16
tahun Tante baru ketemu Diyas 2 kali , ini.
Tante itu banyak Dosa …dan Tante belum menebus semua kesalahan…Tante
Nof….”
Suasana kembali hening ,
Nofit gak sampai hati melihat Ibu Diyas terus mewek….dan mewek
Tak lama dia pun ikut
tertidur , di kursi tunggu
Dalam pekatnya malam ,
Nofit langsung masuk keruang ICU……tanapa pakai baju khusus
Dengan pelan dia
mendekati bangsal Diyas
“ Diyas….3 hari lagi Nofit bakal Pergi ke Singapura……Nofit dapet
beasisiwa fotografi
Nofit juga gak nyangka
…bakal dapet .kamu tau ……..? , berkat foto..di Nusakambangan kemaren Yas
Aku Cuma mau bilang maaf
Diyas….aku mohon kamu bangun….
Aku belum sempet bilang
maaf..
Aku harap kamu denger
apa yang aku bilang
Tentang semunya “
Dia meneteskan air mata
sampai berjam-jam .
Dan cerita tentang gimana usaha dia untuk ikut dan jadi juara kontes foto
se Asia Tenggara
Berawal dari sebuah
situs di internet yang bilang kalau
siapa aja yang dapet peringkat 1-20 bakal dapet beasiswa di universitas Ciang
may
Nofit yang hobi
fotogarafi iseng me upload , 50 foto sesuai sarat lomba termasuk foto Diyas Di
Nusakambangan serta foto-foto lain Saat mereka tanpa sengaja ketemu Di
Nusakambangan
“ Aku mohon maafkan
aku……maafkan Diyas , Hari ini…aku mesthi pergi ke Jakarta ……..walaupun kamu gak
bisa jawab ……maafin Nofit …….”
Dia menyeka air matanya
dan pergi dengan meninggalkan sebuah album Foto..yang berisi lebih dari 3000
foto
*****************************
Pagi yang mendung ini ……..Diyas masih berbaring di
bangsalnya ….wajahnya yang kuyu ia gak berhenti melihat dirinya sendiri
Aku ini siapa ……………..?
Kenapa aku bisa ada di
tempat ini……….?
Terus aku ini kenapa
…..?
Dia lantas melepas alat Bantu nafas dan berjalan seperti biasa…..ke luara
rumah sakit..
“ Aneh kenapa aku gak
bisa inget apa-apa…..”
Karena lelah dan pusing mikirin dia siapa , akhirnya dia mutusin buat
duduk …di dekat kamar mayat
Nofit yang sejak malam
juga nginep di rumah sakit …mulai panik mencari Diyas…masih jam setengah empat.
“ Kemana dia….apa dia
udah sadar……….?”
Tanapa memberi tahu
siapapun …….., dia mencari di setiap lorong rumah sakit…sampai jam setengah
lima pagi , Diyas belum ditemukan
“ Apa , dia udah
meninggal…..terus dibawa ke kamar mayat……..?”
Air matanya kembali
berlinang , ia memberanikan diri pergi ke kamar mayat , yang ada di lantai
dasar
“ Diyas……..kamu udah
sadar…….to………..”
Nofit segera berlari
begitu tau Diyas lagi mondar-mandir di lorong kamar mayat….
“ Diyas……siapa dia………?"
Ucap Diyas pelan
“ Diyas ya kamu………kamu
Diyas……….?” Ucap Nofit terpongah
“ Diyas……..jadi namaku
Diyas……….apa kamu bisa cerita apa yang terjadi……….anehnya aku tau perasaan
kamu………sekarang…….kamu begitu senang aku masih hidup………., walaupun aku gak
inget siapa aku……?”
Tanpa berpanjang lebar ,
Nofit menceritakan semua yang terjadi kepada Diyas , mulai dari koma 14 hari
samapai nama Ibu , Nenek , Tante dan Mantannya, Bangkit
Dia gak berani bilang
apa yang bikin dia seperti ini…, dia ngerasa ragu
“ Lantas sekarang kamu
mau bilang apa………..? , entah kenapa aku bisa baca pikiran kamu……, seprtinya
kondisi kamu sekarang lagi keburu-buru waktu…
Terus kenapa kamu kayak
punya rasa berlebihan ama aku………?”
Waktu di jam deket kamar
mayat sudah nunjukin jam lima kurang seperempat……..padahal dia harus berangkat
ke Jakarta tepat pukul 06:00
Untuk sampai di rumah
dia harus naik motor selama 30 menit , mobil jemputan itu gak bakal mau nunggu
lebih dari 15 menit karena harus jemput siswa lain
Otomatis waktu dia buat
ngomong tinggal 15 menitan ,dalam suasana seperti itu tanpa nunggu apa-apa lagi
dia langsung ngomong apa yang ada di dalam hatinya….
“ Diyas…….sebenernya
selama ini aku cinta sama kamu……………dan maafin Nofit yang selama ini mendem
perasaan itu
Sekarang Nofit mesthi
pergi ke Jakarta………aku akan ngasih bukti rasa cinta aku padamu
Karena kini aku sadar
aku gak sanggup kehilangan kamu ………ataupun ngrelain kamu untuk siapapun “
“ Tunggu……….apa kamu
dapet beasiswa ……….”
Belum sempat pertanyaan itu di jawab Nofit langsung berlari mengejar
waktu……..untuk menegejar mimpi dan membuktikan Cintanya
Karena dia sadar Cinta
juga butuh materi
Dan dia gak mau
mencintai hanya dengan cinta
Dan ini adalah usaha dia
untuk ngasih Bukti semua kata Cinta itu
Diyas kembali diam dan jalan manyusuri lorong-lorong panajang rumah
sakit…….
Kemunculan dia secara
tiba-tiba bikin Ibu ,Tante , Nenek dan Bangkit yang sedari tadi muter-muter
langsung menangis bahagai
Meski saat Diyas gak
inget lagi , siapa mereka semua
Dan inilah titik baru hidup Diyas……….dan kisah Mr.Hp telah terlewati
Satu yang belum ia
tahu………? Kenapa Nofit Hepi selalu tersenyum…………….”
So
nama ku itu Hepi kan
Dokter
bilang ingatan Diyas tidak akan pernah kembali keculai dengan sebuah keajaiban