Minggu, 08 April 2012

Mr Hp 13



Surat dari Ibu
            Hari-hari Diyas terus berjalan , hari-hari terus bergulir…sampai mendekati Ujian Nasional , itu berarti waktu Diyas untuk tahu perasaan Nofit sebenernya sudah hampir habis
            Dia masih menyimpan pertanyaan itu , sementara itu six sense yang ia punya udah jauh susah digunakan , seanadainya  six sense itu masih berfungsi normal , mungkin riwayat Diyas udah berakhir pada usia 17 tahun saja
            Di sela-sela penantianya itu dia dapet surat dari sosok yang selama ini cukup ia tunggu-tunggu , Ibunya yang ada di Bahrain
            Pak pos mengantarkan surat itu tepat saat Diyas lagi jalan ke sekolah
Pak Pos itu sedikit hafal muka Diyas , karena peristiwa beberapa bulan lalu , Ya si Bangkit yang ngirimin paket aneh

 
Untuk Diyas

Saat ibu menulis surat ini….keadaan Ibu..cukup baik…mungkin selama 16 tahun ini Ibu terkesan membuang kamu….mungkin kamu selalu bertanya….saat ibu ada di rumah…ibu inget .saat itu umur kamu 10 tahun….Maafkan karena…waktu itu Ibu tak memberi jawaban apa-apa…Ya pikiran Ibu… terlalu naïf…mengira kamu yang sepuluh tahun itu belum dapat berfikir…ternyata ibu salah…kamu….adalah pemikir… cerdas dan cenderung untuk bertanya…, mudah penasaran pula.
Baiklah…Diyas…bagaimanapun Ibu harus berusaha menjawab perkara kamu mau suka tidak suka…Ibu hanya tahu kamu dapat menghendel hidup kamu sendiri…tanpa Ibu ataupun adanya Ibu…. Dan kamu yakin kamu akan lebih butuh materi….untuk mengembangkan kemampuan Akademik kamu…agar kamu bisa melakukan apapun tanpa terhalang ekonomi….Ibu sudah mentransfer semua uang yang Ibu kumpulkan di Bahrain. Kini di Hujjun…pokoknya….mudah-mudahan cukup untuk masuk Fakultas Kedokteran UGM…UI…, ITS…terserah.
 

 

Sejenak Diyas terdiam membaca surat yang baru diterimanya beberapa menit lalu… kenapa gak pakai MMS, E-mail atau telephone saja…Bu…
Apalagi surat itu sudah ditulis 3 bulan lalu…(Aduh…Bu emangnya pakai perangko berapa sen dollar…).
“Jadi selama ini…Ibu nyimpan uangnya untuk kuliah..ku…kukira dia benar-benar nglupain aku
Diyas berhenti membaca surat Ibunya itu lalu berlari , ke Rumah bangkit…wajahnya cukup sumringah……malah terkesan ngumbar senyum
Tak lama dia sudah ada di rumah Bangkit yang pagi itu , udah hampir berangkat
Diyas langsung berlari…cepat…
”Bangkit…aku punya kabar baek neh….sangat baek..malah…” dia berteriak keras-keras. Hari yang masih pagi bikin suaranya terdengar sampai kemana-mana…(satu RT).
“Kabar apaan kayak-kayaknya dapat duren setruk…”
“Nah…oya ikut aku bolos……lagian hari Ini juga gak ada pelajaran………?”
 pokoknya kudu mau…mau gak mau harus mau…”
“ Maaf de Neng , Aa gak bisa bolos sekolah………..soalnya Aa kan lada try out ujian”
 “Oh……….tapi Aku dapat surat dari Ibu……………!!!!!!!!!!!”
“Ibu…kamu…terus-terus…kamu buang…apa kamu baca…?”
 “Aku baca sedikit…terus males..pokoknya gak sanggup harus baca…”
Bangkit tersenyum kecil melihat ulah Diyas itu…
”Neng mau belajaran acting…” ucapnya pelan…mengubah ekspresi wajah Di menjadi ceria kembali..
“Emang kelihatan…lagi acting…”
 “Iya..lah…nggak mungkin kalau kamu lagi sedih..datang ke rumah teriak-teriak kayak orang kesurupan…aku gak nyangka... kamu bisa secepat ini maafin Ibu kamu, kalau yang sebelum-sebelumnya kamu cerita…semua…., waktu umur kamu 10 tahun…dia pulang dari Bahrain…awalnya kamu kaget..dan mengira itu salles..kosmetik soalnya wajahnya gak mirip orang desa…”
*****
Diyas kembali ingat semua masalalunya

In….Memorial
Diyas yang baru berumur 10 tahun, tumbuh tidak seperti anak kebanyakan. Keadaan yang membelitkan dan kanan kiri dari factor ekonomi….dan kekurangan kasih sayang orang tua…bikin dia  terus berfikir…harus “Mengapakah hidupnya”
Yang kadang menjadi bahan olok-olokan teman SD-nya…yang selalu bilang dia         anak…siapa…
     anak haram
Dan anak siapa.. kan gak punya orang tua…ya anak kuntilanak lah….
Semua keadaan itu bikin dia sedikit malas untuk keluar rumah…sekedar main atau membeli barang belanjaan…hanya Sia, Ratri dan Yuke… yang selalu setia menemani “Sub Autis” macam Diyas yang sulit ditebak dan tidak lumrah seperti anak 10 tahun…(hobby politik, berargument, meniru penyanyi Rossa dan Melly Goslow… dan selalu cerewet bertanya tentang ilmu pengetahuan… idealis…tapi sensitif….selalu membela diri kalau merasa gak salah).
Dia selalu bertanya dalam hatinya yang terlanjur sakit hati…
“Kapan…aku bisa seperti mereka…punya orang tua…punya motor, semua yang layaknya aku dapatkan…”
 Beberapa kali…pertanyaan macam itu bikin dia berfikir dan berurai air mata…sampai dia mendapat sebuah jawaban
“Aku harus jadi orang yang pinter…bisa menembus ironi ekonomi…hanya pendidikan…, aku gak peduli bagaimanapun caranya harus bisa…”
Nenek Diyas yang waktu itu masih 50 tahun selalu keteteran menjawab pertanyaan Diyas…seperti
” Nek…Diyas kepengin kuliah…gratisan…gimana caranya…”
Dia selalu gak pernah dapat jawaban pasti dari orang yang ia tanyai pertanyaan itu termasuk pertanyaan  siapa orang tuanya…
Sejak umur 10 tahun dia mematrikan hidupnya untuk mengejar pendidikan sebagai obsesi  pertama hidupnya….perkara ekonomi pas-pasan…dia gak pernah mau peduli.
Suatu pagi yang mendung….Di melihat seorang wanita berpakaian serba tertutup hanya terlihat wajahnya saja…
 “Apa salles parfum…kosmetik dari Arab sono…biasanya juga pol-polan dari Indramayu.
“Permisi…Bu…Marhamah pulang…” Diyas sontak membuka pintu…
“Maaf… Ibu…Nenek Diyas lagi gak dirumah…jadi kalau Ibu mau menjual parfum itu ke warung sebelah aja kan banyak sekali orang…
” Diyas mengacungkan jari kecilnya… ke warung Mba Bety.
 “Apa benar kamu yang namanya Diyas…ini…Ibu…kamu…” Diyas nyengir dengan ekspresi datar…
 “Aduh…bu jangan ngaco dah…Diyas itu gak punya orang tua…Diyas kan anaknya kuntilanak kayak yang di film horror… itu Susana…”
“Bukan Nak…ini Ibu…seandainya benar Ibumu kuntilanak…kenapa kamu gak kayak kuntilanak”
“Ye…Ie…Ibu…Diyas ya tau anak orang, tapi Ibu Diyas ya kayak kuntilanak…kalau dia masih hidup Diyas gak akan memaafkan sampai mati…kalau dia sudah mati…biar Diyas cuekin aja gak bakal Diyas doain…titik…, lagian Diyas gak “Butuh lagi Ibu” yang gue butuin cuma materi aja…”.
Diyas menunduk…
.”Aduh maafkan Diyas terlalu terbawa emosi.., ya aku cuma kesal aja dengan mereka…maafkan…”
*****
Entah apa yang Diyas pikirkan dia langsung meninggalkan dia keluar rumah…berlari-lari menuju rumah Yuke yang sudah pasti sedang liburan ke Bali bareng orang tuanya…Seandainya ke rumah Sia pasti lagi sibuk bikin kue , buat ngisi kantin di RSPC.. rasanya dia juga malu selalu makan gratisan… disana…kalau ke rumah Ratri suasananya gak jauh beda dengan rumah Diyas…. Sama-sama anak TKW…yang gak jelas siapa nama bapaknya…bedanya satu Ratri selalu ceria…(walaupun sedih) dan  Diyas yang selalu mikir…(walaupun sedih)
*****
Akhirnya karena pusing mau pergi kemana, Di memutuskan untuk pulang kerumah…hanya saja rumahnya terlihat sedikit ramai oleh saudara-saudaranya….entah darimana saja..
“Diyas…Nenek cari-cari , .nah itu Ibu kamu udah pulang dari Bahraian…., masa kamu malah pergi…” Diyas kecil hanya mendengak…
 “Bukan penjual parfum yang pake kerudung…kan…”
“Ya…ampun…Diyas…itu Ibu kamu…suer…”
Di nyengir, bingung bercampur….malu…bercampur marah sedikit senang…, dan ragu apakah akan menemuinya atau membiarkannya…
mau hidup mati, emang gue pikirin.
Perasaannya kalut tak karuan…(kapan lagi coba bisa punye ibu.., ya walaupun dia datangnya telat…gak apalah…).
“Ibu…”
ucap Di lemas….Ibunya hanya tersenyum melihat tingkah Diyas itu.














            Diyas dikejutkan ………..tiba-tiba aja Bangkit menepuk bahu…nya keras-keras tapi lamunan dia terus berlanjut , sampai pada cerita tentang ibunya yang baru aja sampai di Indonesia , dari apa yan ia tahu seperti curhatan ibu yang di kupinginya





Curhatan Ibu dulu

Ibu Diyas terlihat pucat…baru beberapa jam sampai di Indonesia, phobianya kambuh lagi…bahkan saat melihat wajah Diyas…dia gemetaran…seolah mengiaskan kejadian perkosaan yang dilakukan anak majikannya…tepat malam tahun baru….16 tahun lalu…rasa-rasanya semua itu membekas kembali…saat melihat wajah Diyas.
Ia masih ingat betul kejadian itu..tiga anak majikannya…, membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu.
“Maafkan Marhamah…baru datang sekarang…tak terasa sudah 10 tahun…, tetapi aku tetap tidak bisa dekat dengan Diyas…saya mohon Ibu mau merawat dia 10 tahun lagi…, mungkin saya akan sangat sulit meninggalkan dia…tapi…rasanya kontrak kerja 10 tahun di Bahrain tidak bisa ditinggalkan…”
Di matanya memancar rasa dendam dengan namanya Bahrain…
“Ibu Marhamah akan sekolah D3 kalau gak S1….tanpa pendidikan aku akan terus terhina disana…jadi mungkin juga aku akan mengirim uang…ya pas-pasan …” ucapnya gemetaran.
Inilah konsekuensi terberat yang harus dihadapi TKI yang bekerja di Jazirah Arab…kasus Perkosaan …Dan seolah mereka tak berharga..tak ada perlindungan hukum yang memadai. Melaporkan kasus perkosaan tapi tidak ada minimal 2 saksi… sama saja dengan menggantung leher… Secara otomartis…anak yang dikandung tidak akan pernah mendapat pengakuan dan sebagainya.
“Maafkan Bu…” Marhamah menangis dan terus gemetaran.
*****
Bagaimanapun aku harus nenyelamatkan generasiku dan keindahan dan kemiskinan..
*****
Tanpa penjelasan apa-apa….dia pergi meninggalkan Diyas…bahkan saat dia merengek menanyakan siapa bapaknya…dia hanya diam, mulutnya sudah terlalu panas dan perasaanya  sudah terlalu teriris.
Neneknya yang duduk didekat Diyas juga tidak dapat berbuat banyak…Mungkin karena dia merasa bersalah akan semua yang telah terjadi pada generasinya itu…..
“Sudah Mar…berangkat saja…Ibu sudah gak tahu lagi…Kalau itu yang menurut kamu terbaik….silakan saja…Disini…Ibu akan berusaha mengurus masalah pendidikan adik kamu…Silvia…minimal D3…juga sekolah Diyas…Ibu janji sebisa mungkin menyelamatkan generasi…kita…Diyas, Silvia…semoga kamu sehat selalu…
“Kadang nenek juga merasa bersalah atas kematian anak pertamanya Magdalena…yang jadi TKW…karena motif pendidikan…tapi pulang sudah tak bernyawa lagi…”
Diyas menatap kepergian Ibunya yang baru 3 hari dirumah…
”Ok…Ibu pergi tanpa memberi penjelasan apapun kenapa Ibu pergi…siapa      ayahku…semuanya… silahkan pergi…gak usah kembali…terserah…”.
Air mata terurai dari sepasang mata kecil Diyas


Bangkit kembali menepuk bahu Diyas , dengan sedikit keras.
“Di….oh…Iya ngomong-ngomong kenapa kamu gak baca lanjutan surat itu….?”

“Gak ku males aku juga sudah tahu isinya apa….palingan masalah klasik seputar TKW Indonesia….perkosaan, gaji gak dibayar atau penganiayaan….kurang lebih sama seperti curhatan Ibu….pada Nenek… kamu tahu kan kebiasaanku…. ..? Jawab Diyas tergagap
            “Nguping…. pakai gelas……tapi di surat itu pasti ada sebuah penjelasan….aku tahu pasti kamu nguping Cuma setengah-setengah aja , mungkin kamu salah paham dan gak denger semuanya
            “ Mungkin aja………aku yang salah paham tapi kini aku yakin dia itu sayang ama Diyas”
 “Jadi kesimpulannya…. Yang bikin kamu luluh itu perjuangan dia selama 16 tahun dari rasa trauma…dan berusaha memenuhi kebutuhan kamu, pendidikan kamu…., secara otomatis itu menunjukan rasa sayang…dia yang begitu besar…gitu kan………?”
“ Ya kurang lebih gitu lah , Ibuku sudah berjuang demi aku…itulah nilai lebih seorang Ibuku…yang 15 tahun terkesan membuangku…perjuangannya sangat besar…”
 Di…mulai kembali membaca surat Ibunya.

Lanjutan surat ibu

Jangan kira Ibu juga bahagia dengan kondisi…ini…menjadi TKW hanya tamatan SMP… Di…masalah ayahmu…Ibu sendiri tidak tahu…anak majikan yang mana…? Abdul yang umurnya 18 tahun, Al-Ghozali yang umurnya 20 tahun atau Abu Hanif yang umurnya 22 tahun… Tepat malam tahun baru 16 tahun lalu…. Suasana rumah majikan Ibu Abunya Abdurahim bin Aziz al Makky memang sangat sepi….hanya ada mereka bertiga…, awalnya Ibu biasa saja melihat mereka mulai membuka baju…, Ibu kira…mereka mau mandi…karena memang…karena memang sering mandi sekitar jam sepuluh malam…ya Ibu sih memang gak tahu apa alasan mereka….
Dan memang benar…Si Abdul memasuki kamar mandi…agak sedikit lama…dia memanggilku dengan bahasa Inggrisnya yang masih salah… “Can you help me…put…soft soap in front of bath room please…”
“Yes…yes…” Jawabku yang juga belum paham soal bahasa Inggris dan bahasa Arab…
Mungkin karena mereka tahu Ibu itu bodoh…Ibu memasuki kamar mandi berukuran kira-kira 7x3 meter…ya Ibu gak curiga sama sekali… Orang Abdul juga lagi berendam.
Stop….D  iyas…Ibu gak mau cerita lanjutannya lebih detail…lagi. Singkat cerita kedua kakaknya juga sudah ada di kamar mandi….lalu mengunci pintunya…waktu itu Ibu digilir oleh Abdul, Abu Hanif, Al-Ghozali….entah apa yang terjadi Ibu sadar tau-tau sudah ada di rumah sakit…katanya Ibu tidak sadar selama 3 hari.
*****
Diyas mulai berkaca-kaca….mendapati Ibunya sendiri dapat menuliskan…cerita tragisnya sendiri… “Ternyata….yang menyebalkan itu aku….aku…dan aku… gak ada alasan untuk dendam dengan dia Bangkit…”
Dia menyandarkan badannya dan memeluk pacarnya…seperti memeluk boneka panda kesayangannya… “Ya kamu sudah tahu, kenapa mesti menangis. Harusnya…. Kamu rajin belajar, syukur bisa PMDK….sekolah gratisan….Diyas…”
Bangkit hanya termangu melihat tatapan mata Diyas dan kerutan dikeningnya….
*****
Mungkin karena kebodohan Ibu,
Saat itu aku tambah trauma…., aku hamil…kata-kata yang enak didengar orang yang memang menantikannya gak kebayang bakal punya anak umur 18 tahun… Ibu benar-benar stress….semua logika Ibu tak berfungsi…bahkan ancaman keluarga majikan yang menuduh Ibu memfitnah ketiga anaknya…karena tidak ada saksi…. Pokoknya Ibu gak tahu harus bagaimana, berbuat apa…? Mau lapor gimana, kesiapa minta perlindungan hukum. Takut kalau sampai kena hukuman mati…Ibu benar-benar terhina…karena memang bodoh….Seandainya Ibu gak mengandung kamu Ibu bakalan nekat lapor ke polisi walaupun tanpa pengetahuan dan bisa kapan saja mati konyol….
*****
Akhirnya Ibu pulang…untuk melahirkan kamu….kemudian pergi menyelesaikan sisa kontrak yang masih 5 tahun….lagipula kalau aku tetap di Indonesia….mungkin aku bisa gila….dengan tekanan…cemoohan….Sedangkan kalau aku tetap di Indonesia….aku merasa gak mungkin dapat apa-apa, pendidikan… ataupun keluar dari siklus kemiskinan…
Aku berangkat lagi ke Bahrain…..selama 5 tahun Ibu berusaha mengumpulkan uang yang Ibu…ya….Yas…Ibu sudah ganti 3 majikan… Sebelum memutuskan berhenti jadi babu…dan mendaftyar di sebuah Universitas Negeri di Bahrain…, ternyata uang yang ibu kumpulkan paling hanya bisa….untuk 4 semester saja…, otomatis Ibu masih butcuh dana untuk 2 semester depan.
Kamu pasti pernah membaca novel ketika cinta bertasbih….tau kan bagaimana beratnya menempu pendidikan…kalau kekurangan dana…yang paling Ibu ingat… dulu waktu ada promosi wisata Indonesia…di kantor pemerinrtah Bahrain….Ibu memakai pakaian adat Kalimantan…pemandangan yang cukup jarang…ya Ibu…. Banyak yang mbututin….dapat banyak uang tip pula…mungkin Ibu cantik… (kepedean) ha..ha…ha..ha…
Tapi okey aja walaupun makan numpang di kerjaan restoran makanan Jepang yang pasti….D3 Ibu bisa kelar 3 tahun setengah…gak terlalu lama…, walaupun terlilit hutang…di Bank Arab…sono….
Setidaknya Ibu tidak perlu kerja sebagai babu lagi…walaupun cuma jadi humas di perusahaan pariwisata…untuk tujuan Indonesia, Papua Nuginea, Malaysia, Kamboja, Thailand, Pilipina.
Tapi maaf…Di…Ibu baru bisa pulang saat umur kamu 10 tahunan…soalnya Ibu harus bayar utang…dan masih belum sembuh dari trauma…apalagi kalai melihat kamu tumbuh menjadi “buas” seperti ini banyak bertanya ini-itu…Ibu gak sanggup…harus menceritakan, harus…apa….
*****
Maafkan Ibu…selama enam tahun kerja di Bahrain hanya bisa mengumpulkan ….. juta silahkan pakai untuk…keperluan pendidikan kamu…
Iya….Diyas Ibu mungkin akan kembali sekitar 13 bulan lagi…, Ibu Yakin saat itu aku sudah kuat…untuk melihat kamu lagi…Maafkan telah menghilangkan kamu…tapi sejujurnya hati ini berjuang untuk generasiku…kamu…Di…yas…dan cuma kamu…menyengsarakan kamu….Batinmu….Ibu sungguh minta maaf…”
*****
“Kadang aku merasa beruntung ditempatkan dalam kondisi serba sulit seperti ini, karena ini aku jadi mikir…harus ngapain….hidup….dan tahu hidup ini adalah sebuah perjuangan…dan menyejar pendididan adalah mutlah dilakukan “
     “ Syukur deh kalau kamu bisa gitu.., tapi Aa mesti berangkat sekarang neh……natar telat lagi…..Neng mau ikut apa , mau bolos neh……..”
     “ Ya..udah Neng bolos aja deh…..lagian gak ada pelajaran ini…………?”
     “ Ya dah ,Aa berangkat duluan ya……….” Bangkit segera berangkat sementara itu Diyas berjaln keluar nunggu angkot….., rencananaya dia bakal pergi ke Nusakambangan buat sekedar refresing
     Setengan jam kemudian dia sudah sampai di Teluk Penyu ….yang hari ini nampak  cukup lengang , perahu-perahu yang bisanya ramai mengantar orang-orang hilir mudik ke Nusakambangan kini hanya bersandar di pinggiran panatai
     Diyas langsung nyebrang melewati laut , dari tengah TEluk Penyu terlihat jajaran pegunungan dan Gunung Slamet , terlihat semu…..karena awan putih sering menutupinya
     Tak lama dia sudah bisa jalan-jalan Di Nusakambangan , berjaln menyusuri jalan cor-coran setapak , suasana cukup sejuk dan masih terdengar kicauan burung sahut-menyahut , sepanjang jalan terlihat vegetasi yang cukup rapat
     Objek pertama yang ia datangi adalah benteng pendem , peninggalan Zaman colonial Belanda
     Bangunan tua ini masih berdiri dengan kokoh , walaupun disana-sini banyak coretan-coretan
     Sementara itu di bagian lain benteng terdapat terowongan , yang mitosnya terhubung dengan benteng pendem yang ada di Teluk penyu , entahlah mitos ini bener atau gak , habis gak ada yang berani membuktikan
     Tiba-tiba ja di suasana yang Hyper sepi ini , muncul s eorang lelaki     dari balik semak-semak dengan sebuah kamera Digital 5 mpx
     Diyas sempet terkaget-kaget karena ngira dia itu macan atau binatang buas lainya
            “ Nofit……lagi ngapain kamu , gak ikut Try Out…..”
            “ Diyas……kamu kesini juga “ Nofit tampak terkejut
            “ Oh…….kalau masalah Try out….kemarin kan udah………sekarang semua gak ada pelajaran , kalau Si Bangkit pasti berangkat , soalnya dia belum ikut Try Out bahasa Inggris”
            “ Oh…..gitu ya…..ngomong-ngomong , kamu lagi ngapain ………pakai masuk semak-semak segala…., bikin takut orang aja……….”
            “ Oh….aku lagi take gambar…….tadi aku lihat landak…ya terpaksa masuk semak-semak….ya daripada kelewat gitu aja….”
            Nofit terus ke selatan , Diyas sendiri masih diam terpaku…melihat gimana Nofit ngambil gambar…sampai lupa denganya
            “ Nofit………tungguin………”
            Nofit lalu berbalik dan jalan disebelah Diyas…sampai di objek pasir putih yang juga sepi senyap , hanya ada 3 orang aja……
            Ombak berdebur kancang walaupun gak setinggi di bagian selatan pulau yang bisa mencapai 3 meter lebih
            “ Nof……..aku boleh nanya sesuatu……? “
Diyas membuka dialog , karena dari tadi Nofit asyik dengan kameranya….
            “ nanya apa………?”
            “ Tapi janji jawab ya……….”
            “ Ok……..khusus hari ini , kamu mau Tanya apa akan Nofit jawab………, emang kamu mau nanya apa……..sih…….?”
            “ Aku boleh nanya kenapa dulu kamu marah ...aku atahu itu bukan karena ak bohong nanya-nanya hal pribadi kamu….., buakan juga karena aku boong dengan ngaku orang lain………..?”
            “ Oh……..heran kenapa dulu kamu gak pakai sikokinesis kamu aja………? Dan gak nanya langsung ……..?”
            “ Kamu tahu dalam beberapa hal aku gak bisa ngerti tentang kamu , arti sesunguhnya dari snyum kamu dan perasaan kamu……?”
            Nofit diam sejenak 
“ kamu tahu alesan sebenernya ………..? aku itu paling benci dipermainkan , dan kamu datang seolah memberi harapan ……Yas……..?”
            Hari ini persaan ingin tahu tak terbendung lagi , dia lupa akan resiko hal ini
“ Udah deh  Yas , sekarang lupain aja masalah ini , biarkan semuanya berlalu aja ,,,,,,,,,,?”
            Diyas berusaha menehan diri agar gak nanya perasaanya Nofit sesungguhnya……..
            Diyas yang ngelamun gak tahu kalau Nofit  sudah beranajak dari tempatnya untuk take gambar lagi .
            Akhirnya mau gak mau Diyas ngikutin dia kemena aja…..termasuk saat masuk hutan Nusakambangan yan cukup lebat ,mereka jalan sampai 5 km lebih , hanya untuk cari objek Foto
            Berkeliling hutan begini udah jadi hal yang biasa bafi Nofit , selama ini dia gak pernah tersesat ,
            Di dalalm hutan pemandangan jauh lebih indah , banyak pohon-pohon tumbang , pohon yang punya bentuk unik seperti pohon akasia yang punya lubang besar yang bisa dilalau untuk lewat.
            Dan pohon terbalik , daunya di bawah dan akarnya ada diatas
Diyas bener-bener terkejut dengan isi hutan Nusakambangan
            Mereka berdua asyik , berkeliling untuk mrncari objek foto yang lain sampai hari sore
           
           















AKHIR DARI KISAH Mr,Hp
            Hari-hari telewat begitu aja , Ujian Nasional kian dekat saja tinggal satu hari lagi , Bangkit sendiri udah berhenti kontek-kontekan dan focus belajar
            Anak-anak kelas 10 dan 11 juga sudah diliburkan , hari-hari yang membosankan terus dirasakn Diyas..
            Gak ada alternative hiburan apa-apa , Bangkit yang biasa ngajak jalan lagu ujian , Sisi yang sering ngajak dia ke warnet sekarang-sekarang ini asyik dengan pacar barunya…Si ketua ROHIS , Ikamal
            Satu-satunya hal yang ia lakukan hanya ikut Bantu-bantu di warung rujak , dari jam 8 pagi sampai jam setengah tiga sore , selebihnya waktu luangnya dipakai buat main Teniss bareng Yuke , si atlet Teniss amatiran , tapi dia tetep aja dibantai habis-habisan
            Sebenrnya ada persaan khawtir kalau dia tidak bisa tahu perasaan Nofit yang sebenernya , berhari-hari dia terus mikirin itu
            Ujian Sma empat hari sudah terlewati Diyas yang seneng Banget mutusin buat ngjak Nofit dan Bangkit makan malam di resto masakan Jepang
            Dan seperti biasa Nofit datang membawa kamera Digital miliknya , dan langsung memfoto semua sisi restoran , nyaris aja bikin malu
            Bangkit yang ganteng datang dengan setelan baju yang pas , sepert biasa dia banyak menarik perhatian cewek-cewek di sekitar dia
            Panci Sukiyaki panas datang dengan uap panas yan mengepul , disususul dengan piring Teba , teriyaki .
            Mereka asyik makan , sesekali Nofit ngambil foto …wajah Diyas yang lagi makan
            Malam ini Diyas merasa ada yang aneh dari tingkah Nofit Dan Bangkit , seperti ada yang salah dengan acara malam ini, tak ayal setelah selesai makan malam , Diyas sengaja membuntutin Nofit dan Bangkit jalan ke Pantai Teluk Penyu.
            Bangkit yang mengantar dia sampai Gang depan gak tahu kalau Diyas gak langsung pulang
            Sudah hampir seminggu ini  Bangkit merasa ada yang aneh dari cara Nofit manadang Diyas atau cara dia ngomong, dan dia juga ngerasa Diyas lebih bahagia ada didekat dia
            Bangkit  juga gak Tahu Diyas  bersembunyi disisi mercusuar , dan bisa nguping semua omongan mereka

            “ kamu mau ngomong apa Beng…..? kelihatanya kamu marah………..?”
“ Aku Cuma mau nanya ……ama kamu gak pernah ada rasa ke Diyas……….?”
“ Udah berapa kali aku bilang ,  Cinta Diyas Cuma untuk kamu ………..? ,sendainya kamu nuduh , lantas apa alasan Dia suka padaku………..?”   
            “Baik Nofit..kamu itu temanku aku tahu kepribadian, karakter dan ekspresi wajahmu…”
Hari yang makin malam di pantai teluk penyu…bikin  ombak terdengat lebih menggemuruh….apalagi malam itu terjadi pasang perbani…
Seperti biasa wajah mereka tersenyum….begitu banyak kata-kata sub pedas terucap….tak mengubah aura persahabatan mereka berdua.
“ Kamu itu Bego , .beberapa minggu ini…kamu makin tak bisa mengontrol itu semua…. Apa yang sebnenarnya kamu pikirkan. Seandainya kamu itu gak cemen….aku bukan tandingan kamu , kamu tahu , dimata Diyas kamu itu lebih berharga dari apapun , kamu orang pertama yang bikin dia menyubah pradigma tentang Hidup bukan aku……….”
     “ Aku tahu……tapi………….?”
Nofit berhenti bicara
“Kamu tahu…? …….
Walaupun aku suka ama Diyas…tapi disadari aku tidak aku harus mengakhiri ini semua…aku sudah mikirin ini mateng-mateng
saat itu terjadi kesempatan semua orang sama , dan aku akan nglepasin dia untuk kamu dan untuk  kebahagiaan Diyas
…….atau kalau kamu gak suka dengan Diyas kamu cukup bilang aja Dia hanya butuh….tahu perasaan, kamu…aja…, dia sengaja memberikan copy an ini padaku mungkin…dia ingin ngomong (dia menyayangi aku…tapi kisah cinta ini belum saatnya terjadi ) mungkin dia juga gak ingin jadi pacar kamu
Aku tunggu kejujuran kamu minggu depan , sebelum acara perpisahan
Bangkit menyodorkan copy an surat Ibu Diyas.
Dan langsung dibaca oleh Nofit
 “Kenapa kamu bisa yakin dia hanya ingin tahu perasan ku aja ?”
“Ya…baca aja surat itu semuanya Ibunya Diyas telah berjuang untuk nyekolahin dia…, Diyas pastinya ingin sekolah dengan benar tanpa banyak gangguan….masalah cinta…, sekarang masalahnya itu dia penasaran perasaanmu itu…aja  …” .
Tiba-tiba aja hujan turun dengan deras dan Diyas gak bisa mendengar apa-apa lagi , yang ia dengar hanya suara rintik hujan

Nofit mendongak dan mengacungi jempol pada sahabatnya itu
…. “Kamu hebat  juga…., kamu cinta mati kan…, itu alesan sesungguhnya aku tgak  pernah bilang perasaan ku ……aku juga pingin Fokus sekolah dan berusaha mencari beasisiwa dengan hobi fotografi ku yang banyak dibilang gila…………”
            “Ha…ya emang…, tapi ini masih SMA bukan mau nikah besok…., siapa tahu suatu saat nanti bisa ngedapetin cewek secantik dia, seunik dia, secerdas dia atau aku emang jodoh dia , tapi kamu dah bikin dia penasaran
            “ Ini tugas kamu buat ngasih penjelasan’
Hujan yang makin deras maksa dia buat berteduh ketempat lain , meskipun Mereka maih ada di bawah mercusuar , samapai larut malam
            Dan selama 2 minggu masa penatain iti mata Diyas mulai kembali berkunang-kunang walaupun dia belum samapai mengalami sakit kepala akut
            Seminggu setelah tes semester dia kembali gak masuk dan lebih banyak berdiam diri di rumah , berharap hal buruk tidak akan terjadi
           









Sad Ending
Jadi Anak Sekolah

Ujian sekolah dan ujian praktek anak kelas 12 udah selesai , semua tinggal nunggu pengumuman ujian Nasional ,dan waktu yang Diyas tunggu-tunggu terjadi ,
Esok pagi Diyas yang sadari dulu sudah penasaran dengan perasaan Nofit (sebatas penasaran) Kini sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan apa yang Bangkit dan Nofit perdebatan dulu , apalagi sudah menyangkut-nyangkutkan namanya pula.
Jadilah Diyas gak nyambung diajak ngobrol…sering nge-hang…dan melamun saat jam pelajaran (hal yang selalu terjadi saat ia penasaran, banyak pikiran dan bunek).
*****
Malam harinya  Diyas diajak jalan ke Di Café Senriu…khas masakan Jepang , sepertinya dia mau bilang sesuatu , dari wajahanya yang lusuh jelas Banget dia bakal bilang sesuatu yang berat
Tiba-tiba Diyas bertanya….mengambil  daging dari panci Sukiaki
“Bangkit…aku mau nanya…sesuatu….apa sih yang kalian perdebatkan…di Teluk penyu 2 minggu lalu……..?”
Bangkit yang sedang menelan kue danggo mulai salah tingkah (baru aja aku mau ngomongin masalah ini…)
“ darimana kamu tahu………bukanya kamu gak ikut……….?”
“Aku mbuntutin kalian……….?”
“ Jadi kamu bener-bener suka ama Nofit……….”
“ Ya gak segitunya juga kali…….aku Cuma penasaran aja……”

“Ok….Diyas…kamu benar-benar penasaran perasaan  Nofit…
kenapa dari dulu kamu gak bilang ama aku…?
 kenapa dulu kamu mau pacaran ama aku ? apa aku cuma pelarian dan pelampiasan…? kenapa Diyas…?”
Diyas tersentak, bingung harus mengatakan apa ,dia ingin langsung jujur akan semua yang telah terjadi…
 “Yang pasti bukan itu…, kamu datang saat aku butuh cinta, perhatian…(dan saat aku patah hati ) dan kamu datang itu seperti pengganti sosok ayah…….?
“Kamu masih penasaran dengan perasaan, Nofit…?, baik…Diyas…aku akan melepaskan kamu kalau Nofit sendiri yang mengucapkan kata cinta…itu…”
“Kenapa…kok Aa jadi bilang gitu………?”
            “ Surat dari Ibu kamu yang bikin aku mau melepas kamu………anggap aku ini kakak ku ……….aku juga kurang dapet tempat dihati kamu….Di..
“Sudah….aku gak pernah mendeskriditkan kamu itu pacar kamu “ bentak Diyas
“Aku sih percaya…kamu cuma sebatas penasaran aja…Intinya itu beban Diyas…beban hatiku aja…kamu akan jadi anak yang lebih pinter kalau , kebuntuan ini berakhir
Tiba-tiba Diyas menyambar omongan Bangkit….
“Apa ada alesan yang lebih rasional lagi….Apa Aa udah punya cewek lain…….?
 “ Ok kamu mau tau alesan yang rasional…Semenjak pacaran denganku kamu jadi oon…, karena memikirkan Nofit, Mr.Hp…”
 “Sekarang aku jadi rangking 7 pararel…terus…Aa mau ngelaes apa lagi….?”
 “Beban…Diyas…hal ini beban sekaligus PR buatku…itu artinya kamu lebih baik tanpa pacaran….di SMA…ini…, aku cukup jadi sosok yang kamu bilang…. Tapi dalam konteks teman…baek aja…
Itu artinya aku itu gak dapat tempat dihati kamu mungkin kalau kamu dengan Nofit nilai pelajaran kamu bakal lebih baik (untuk awalnya saja…pada dasarnya pacaran juga menguras pikiran….harus mengerti pacar dan sebagainya, aku yakin kamu juga akan pusing juga ujung-ujungnya…)….semua itu cukup membuktikan….
Diyas anggap aja aku ini kakakmu…anggap aja adikku saudara kamu….Sebelumnya aku minta maaf tapi masa depan kamu itu pendidikan, Aku sadar bagaimana pentingnya pendidikan…. Bagaimana usaha Ibu kamu untuk mendapat pendidikan…dan kenekatan dan keteguhan kamu untuk terus mengejar pendidikan rasanya aneh . Bangkit… datang seperti menghancurkan semua itu…
Mungkin suatu saat nanti aku akan kembali ke kehidupan kamu…
Kadang ada penyesalan juga…kenapa ya aku ketemu kamu sekarang….bukan besok kalau mau nikah aja….”
“Break…itu kan selain kata putus…karena kamu bilang suatu saat mungkin akan datang lagi…selain kata putus….” Ucap Diyas pasrah.
“Saat ini memang bukan waktu yang tepat…menurutku enjoy aja bertemu di SMA berteman aja…pacaran…ya hanya selayang pandang…ah…apalagi…telah habis kata (seperti lagu yang diputar di Café D’Masiv tak bisa hidup tanpamu)
“Sebenarnya aku juga gak mau seperti ini kalau rasa penasaranmu…itu…gak sampai bikin kamu error , aku akan bertahan tetap seperti ini…kalau toh akhirnya kamu sudah tau rasa penasaran kamu…itu ,itu tinggal nasib aja…( kamu mau pilih siapa )
Diyas seperti mendapan suntikan stimulasi dosis hyper…entah kenapa dia menyemangati dirinya sendiri pacaran di SMA ini…bukan mau nikah besok diputusin pacar..
“Oke kita Break…kamu emang baek..ya anggap ini proses kedewasaan aja…aku pernah denger Bu Set bilang gitu
aku ngerti semua maksud kamu…pacaran di SMA hanya bikin jadi nonsen…kan….”
“Thanks…ya…udah ngerti aku…udah memberi sesuatu yang beda dengan hidupku baru kalui ini aku break (1/2 putus) dengan cara seperti ini. Kamu itu hebat Diyas bisa melewati hidup kamu…(kamu thu gak kelihatan sedih walau kayak ini) yang penuh liku…banyak tantangan…ada yang beda…dengan cinta yang kualami denganmu…”
Tiba-tiba Diyas kepikiran suatu hal lalu menelphone seorang sarjana computer , dia seperti ingin mengakhiri ini semua
 “Mas tolong buatin alat…untuk menyiarkan audio…lewat internet…yang pakai WI-FI (gratisan) ok…mas…(ah….aku gak ngerti namanya program apa)
“Besok malam….aku mau nanya semuanya…aku gak mau penasaran lagi ,orang umur kalian di SMA tinggal seminggu lebih 3 hari…lagi…”
“ Emang kamu mau apa…”
“ Tunggu aja besok , ini generasi ketiga cara Nguping “
“iya, kamu harus liat sendiri semuanya nanti…aku sudah menyiapkan semuanya…apa yang tejadi dengan Diriku
Ia berdo’a…panjang sebelum mengirim sms…dan berharap Nofit mau datang besok malam
 “Nof…aku mau ngomong penting ama kamu…aku tunggu jam 8 di Teluk penyu…kamu tau…aku mohon banget sekali ini aja anggap kata-kata ku ini serius 100% jujur….”
Diyas melangkah keluar setelah menghabiskan semua isi sukiyaki…hanya disisakan sayurnya  saja…disampingnya ada Bangkit yang nampak biasa-biasa saja…. padahal kisah cintanya sudah bisa dibilang berakhir paling mentok tergantung…menunggu jawaban Nofit (pasti…kali ini dia bakal jujur…dia…pasti jujur….)
“Di…aku nyesel ketemu kamu sekarang, harusnya nanti aja kalau udah kelar S1…”  Ucap bangkit pelan
“Aku malam seneng ketemu kamu sekarang ini….,pacar pertama ku”
Bangkit tersenyum dengan manisnya…
“ Kenapa Aa..kok ketawa-tawa sendiri , jangan gila hanya gara-gara Diyas Ya…”
    

Sejenak Diyas terdiam membaca surat yang baru diterimanya beberapa menit lalu… kenapa gak pakai MMS, E-mail atau telephone saja…Bu…
Apalagi surat itu sudah ditulis 3 bulan lalu…(Aduh…Bu emangnya pakai perangko berapa sen dollar…).
“Jadi selama ini…Ibu nyimpan uangnya untuk kuliah..ku…kukira dia benar-benar nglupain aku
Diyas berhenti membaca surat Ibunya itu lalu berlari , ke Rumah bangkit…wajahnya cukup sumringah……malah terkesan ngumbar senyum
Tak lama dia sudah ada di rumah Bangkit yang pagi itu , udah hampir berangkat
Diyas langsung berlari…cepat…
”Bangkit…aku punya kabar baek neh….sangat baek..malah…” dia berteriak keras-keras. Hari yang masih pagi bikin suaranya terdengar sampai kemana-mana…(satu RT).
“Kabar apaan kayak-kayaknya dapat duren setruk…”
“Nah…oya ikut aku bolos……lagian hari Ini juga gak ada pelajaran………?”
 pokoknya kudu mau…mau gak mau harus mau…”
“ Maaf de Neng , Aa gak bisa bolos sekolah………..soalnya Aa kan lada try out ujian”
 “Oh……….tapi Aku dapat surat dari Ibu……………!!!!!!!!!!!”
“Ibu…kamu…terus-terus…kamu buang…apa kamu baca…?”
 “Aku baca sedikit…terus males..pokoknya gak sanggup harus baca…”
Bangkit tersenyum kecil melihat ulah Diyas itu…
”Neng mau belajaran acting…” ucapnya pelan…mengubah ekspresi wajah Di menjadi ceria kembali..
“Emang kelihatan…lagi acting…”
 “Iya..lah…nggak mungkin kalau kamu lagi sedih..datang ke rumah teriak-teriak kayak orang kesurupan…aku gak nyangka... kamu bisa secepat ini maafin Ibu kamu, kalau yang sebelum-sebelumnya kamu cerita…semua…., waktu umur kamu 10 tahun…dia pulang dari Bahrain…awalnya kamu kaget..dan mengira itu salles..kosmetik soalnya wajahnya gak mirip orang desa…”
*****
Diyas kembali ingat semua masalalunya

In….Memorial
Diyas yang baru berumur 10 tahun, tumbuh tidak seperti anak kebanyakan. Keadaan yang membelitkan dan kanan kiri dari factor ekonomi….dan kekurangan kasih sayang orang tua…bikin dia  terus berfikir…harus “Mengapakah hidupnya”
Yang kadang menjadi bahan olok-olokan teman SD-nya…yang selalu bilang dia         anak…siapa…
     anak haram
Dan anak siapa.. kan gak punya orang tua…ya anak kuntilanak lah….
Semua keadaan itu bikin dia sedikit malas untuk keluar rumah…sekedar main atau membeli barang belanjaan…hanya Sia, Ratri dan Yuke… yang selalu setia menemani “Sub Autis” macam Diyas yang sulit ditebak dan tidak lumrah seperti anak 10 tahun…(hobby politik, berargument, meniru penyanyi Rossa dan Melly Goslow… dan selalu cerewet bertanya tentang ilmu pengetahuan… idealis…tapi sensitif….selalu membela diri kalau merasa gak salah).
Dia selalu bertanya dalam hatinya yang terlanjur sakit hati…
“Kapan…aku bisa seperti mereka…punya orang tua…punya motor, semua yang layaknya aku dapatkan…”
 Beberapa kali…pertanyaan macam itu bikin dia berfikir dan berurai air mata…sampai dia mendapat sebuah jawaban
“Aku harus jadi orang yang pinter…bisa menembus ironi ekonomi…hanya pendidikan…, aku gak peduli bagaimanapun caranya harus bisa…”
Nenek Diyas yang waktu itu masih 50 tahun selalu keteteran menjawab pertanyaan Diyas…seperti
” Nek…Diyas kepengin kuliah…gratisan…gimana caranya…”
Dia selalu gak pernah dapat jawaban pasti dari orang yang ia tanyai pertanyaan itu termasuk pertanyaan  siapa orang tuanya…
Sejak umur 10 tahun dia mematrikan hidupnya untuk mengejar pendidikan sebagai obsesi  pertama hidupnya….perkara ekonomi pas-pasan…dia gak pernah mau peduli.
Suatu pagi yang mendung….Di melihat seorang wanita berpakaian serba tertutup hanya terlihat wajahnya saja…
 “Apa salles parfum…kosmetik dari Arab sono…biasanya juga pol-polan dari Indramayu.
“Permisi…Bu…Marhamah pulang…” Diyas sontak membuka pintu…
“Maaf… Ibu…Nenek Diyas lagi gak dirumah…jadi kalau Ibu mau menjual parfum itu ke warung sebelah aja kan banyak sekali orang…
” Diyas mengacungkan jari kecilnya… ke warung Mba Bety.
 “Apa benar kamu yang namanya Diyas…ini…Ibu…kamu…” Diyas nyengir dengan ekspresi datar…
 “Aduh…bu jangan ngaco dah…Diyas itu gak punya orang tua…Diyas kan anaknya kuntilanak kayak yang di film horror… itu Susana…”
“Bukan Nak…ini Ibu…seandainya benar Ibumu kuntilanak…kenapa kamu gak kayak kuntilanak”
“Ye…Ie…Ibu…Diyas ya tau anak orang, tapi Ibu Diyas ya kayak kuntilanak…kalau dia masih hidup Diyas gak akan memaafkan sampai mati…kalau dia sudah mati…biar Diyas cuekin aja gak bakal Diyas doain…titik…, lagian Diyas gak “Butuh lagi Ibu” yang gue butuin cuma materi aja…”.
Diyas menunduk…
.”Aduh maafkan Diyas terlalu terbawa emosi.., ya aku cuma kesal aja dengan mereka…maafkan…”
*****
Entah apa yang Diyas pikirkan dia langsung meninggalkan dia keluar rumah…berlari-lari menuju rumah Yuke yang sudah pasti sedang liburan ke Bali bareng orang tuanya…Seandainya ke rumah Sia pasti lagi sibuk bikin kue , buat ngisi kantin di RSPC.. rasanya dia juga malu selalu makan gratisan… disana…kalau ke rumah Ratri suasananya gak jauh beda dengan rumah Diyas…. Sama-sama anak TKW…yang gak jelas siapa nama bapaknya…bedanya satu Ratri selalu ceria…(walaupun sedih) dan  Diyas yang selalu mikir…(walaupun sedih)
*****
Akhirnya karena pusing mau pergi kemana, Di memutuskan untuk pulang kerumah…hanya saja rumahnya terlihat sedikit ramai oleh saudara-saudaranya….entah darimana saja..
“Diyas…Nenek cari-cari , .nah itu Ibu kamu udah pulang dari Bahraian…., masa kamu malah pergi…” Diyas kecil hanya mendengak…
 “Bukan penjual parfum yang pake kerudung…kan…”
“Ya…ampun…Diyas…itu Ibu kamu…suer…”
Di nyengir, bingung bercampur….malu…bercampur marah sedikit senang…, dan ragu apakah akan menemuinya atau membiarkannya…
mau hidup mati, emang gue pikirin.
Perasaannya kalut tak karuan…(kapan lagi coba bisa punye ibu.., ya walaupun dia datangnya telat…gak apalah…).
“Ibu…”
ucap Di lemas….Ibunya hanya tersenyum melihat tingkah Diyas itu.














            Diyas dikejutkan ………..tiba-tiba aja Bangkit menepuk bahu…nya keras-keras tapi lamunan dia terus berlanjut , sampai pada cerita tentang ibunya yang baru aja sampai di Indonesia , dari apa yan ia tahu seperti curhatan ibu yang di kupinginya





Curhatan Ibu dulu

Ibu Diyas terlihat pucat…baru beberapa jam sampai di Indonesia, phobianya kambuh lagi…bahkan saat melihat wajah Diyas…dia gemetaran…seolah mengiaskan kejadian perkosaan yang dilakukan anak majikannya…tepat malam tahun baru….16 tahun lalu…rasa-rasanya semua itu membekas kembali…saat melihat wajah Diyas.
Ia masih ingat betul kejadian itu..tiga anak majikannya…, membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu.
“Maafkan Marhamah…baru datang sekarang…tak terasa sudah 10 tahun…, tetapi aku tetap tidak bisa dekat dengan Diyas…saya mohon Ibu mau merawat dia 10 tahun lagi…, mungkin saya akan sangat sulit meninggalkan dia…tapi…rasanya kontrak kerja 10 tahun di Bahrain tidak bisa ditinggalkan…”
Di matanya memancar rasa dendam dengan namanya Bahrain…
“Ibu Marhamah akan sekolah D3 kalau gak S1….tanpa pendidikan aku akan terus terhina disana…jadi mungkin juga aku akan mengirim uang…ya pas-pasan …” ucapnya gemetaran.
Inilah konsekuensi terberat yang harus dihadapi TKI yang bekerja di Jazirah Arab…kasus Perkosaan …Dan seolah mereka tak berharga..tak ada perlindungan hukum yang memadai. Melaporkan kasus perkosaan tapi tidak ada minimal 2 saksi… sama saja dengan menggantung leher… Secara otomartis…anak yang dikandung tidak akan pernah mendapat pengakuan dan sebagainya.
“Maafkan Bu…” Marhamah menangis dan terus gemetaran.
*****
Bagaimanapun aku harus nenyelamatkan generasiku dan keindahan dan kemiskinan..
*****
Tanpa penjelasan apa-apa….dia pergi meninggalkan Diyas…bahkan saat dia merengek menanyakan siapa bapaknya…dia hanya diam, mulutnya sudah terlalu panas dan perasaanya  sudah terlalu teriris.
Neneknya yang duduk didekat Diyas juga tidak dapat berbuat banyak…Mungkin karena dia merasa bersalah akan semua yang telah terjadi pada generasinya itu…..
“Sudah Mar…berangkat saja…Ibu sudah gak tahu lagi…Kalau itu yang menurut kamu terbaik….silakan saja…Disini…Ibu akan berusaha mengurus masalah pendidikan adik kamu…Silvia…minimal D3…juga sekolah Diyas…Ibu janji sebisa mungkin menyelamatkan generasi…kita…Diyas, Silvia…semoga kamu sehat selalu…
“Kadang nenek juga merasa bersalah atas kematian anak pertamanya Magdalena…yang jadi TKW…karena motif pendidikan…tapi pulang sudah tak bernyawa lagi…”
Diyas menatap kepergian Ibunya yang baru 3 hari dirumah…
”Ok…Ibu pergi tanpa memberi penjelasan apapun kenapa Ibu pergi…siapa      ayahku…semuanya… silahkan pergi…gak usah kembali…terserah…”.
Air mata terurai dari sepasang mata kecil Diyas


Bangkit kembali menepuk bahu Diyas , dengan sedikit keras.
“Di….oh…Iya ngomong-ngomong kenapa kamu gak baca lanjutan surat itu….?”

“Gak ku males aku juga sudah tahu isinya apa….palingan masalah klasik seputar TKW Indonesia….perkosaan, gaji gak dibayar atau penganiayaan….kurang lebih sama seperti curhatan Ibu….pada Nenek… kamu tahu kan kebiasaanku…. ..? Jawab Diyas tergagap
            “Nguping…. pakai gelas……tapi di surat itu pasti ada sebuah penjelasan….aku tahu pasti kamu nguping Cuma setengah-setengah aja , mungkin kamu salah paham dan gak denger semuanya
            “ Mungkin aja………aku yang salah paham tapi kini aku yakin dia itu sayang ama Diyas”
 “Jadi kesimpulannya…. Yang bikin kamu luluh itu perjuangan dia selama 16 tahun dari rasa trauma…dan berusaha memenuhi kebutuhan kamu, pendidikan kamu…., secara otomatis itu menunjukan rasa sayang…dia yang begitu besar…gitu kan………?”
“ Ya kurang lebih gitu lah , Ibuku sudah berjuang demi aku…itulah nilai lebih seorang Ibuku…yang 15 tahun terkesan membuangku…perjuangannya sangat besar…”
 Di…mulai kembali membaca surat Ibunya.

Lanjutan surat ibu

Jangan kira Ibu juga bahagia dengan kondisi…ini…menjadi TKW hanya tamatan SMP… Di…masalah ayahmu…Ibu sendiri tidak tahu…anak majikan yang mana…? Abdul yang umurnya 18 tahun, Al-Ghozali yang umurnya 20 tahun atau Abu Hanif yang umurnya 22 tahun… Tepat malam tahun baru 16 tahun lalu…. Suasana rumah majikan Ibu Abunya Abdurahim bin Aziz al Makky memang sangat sepi….hanya ada mereka bertiga…, awalnya Ibu biasa saja melihat mereka mulai membuka baju…, Ibu kira…mereka mau mandi…karena memang…karena memang sering mandi sekitar jam sepuluh malam…ya Ibu sih memang gak tahu apa alasan mereka….
Dan memang benar…Si Abdul memasuki kamar mandi…agak sedikit lama…dia memanggilku dengan bahasa Inggrisnya yang masih salah… “Can you help me…put…soft soap in front of bath room please…”
“Yes…yes…” Jawabku yang juga belum paham soal bahasa Inggris dan bahasa Arab…
Mungkin karena mereka tahu Ibu itu bodoh…Ibu memasuki kamar mandi berukuran kira-kira 7x3 meter…ya Ibu gak curiga sama sekali… Orang Abdul juga lagi berendam.
Stop….D  iyas…Ibu gak mau cerita lanjutannya lebih detail…lagi. Singkat cerita kedua kakaknya juga sudah ada di kamar mandi….lalu mengunci pintunya…waktu itu Ibu digilir oleh Abdul, Abu Hanif, Al-Ghozali….entah apa yang terjadi Ibu sadar tau-tau sudah ada di rumah sakit…katanya Ibu tidak sadar selama 3 hari.
*****
Diyas mulai berkaca-kaca….mendapati Ibunya sendiri dapat menuliskan…cerita tragisnya sendiri… “Ternyata….yang menyebalkan itu aku….aku…dan aku… gak ada alasan untuk dendam dengan dia Bangkit…”
Dia menyandarkan badannya dan memeluk pacarnya…seperti memeluk boneka panda kesayangannya… “Ya kamu sudah tahu, kenapa mesti menangis. Harusnya…. Kamu rajin belajar, syukur bisa PMDK….sekolah gratisan….Diyas…”
Bangkit hanya termangu melihat tatapan mata Diyas dan kerutan dikeningnya….
*****
Mungkin karena kebodohan Ibu,
Saat itu aku tambah trauma…., aku hamil…kata-kata yang enak didengar orang yang memang menantikannya gak kebayang bakal punya anak umur 18 tahun… Ibu benar-benar stress….semua logika Ibu tak berfungsi…bahkan ancaman keluarga majikan yang menuduh Ibu memfitnah ketiga anaknya…karena tidak ada saksi…. Pokoknya Ibu gak tahu harus bagaimana, berbuat apa…? Mau lapor gimana, kesiapa minta perlindungan hukum. Takut kalau sampai kena hukuman mati…Ibu benar-benar terhina…karena memang bodoh….Seandainya Ibu gak mengandung kamu Ibu bakalan nekat lapor ke polisi walaupun tanpa pengetahuan dan bisa kapan saja mati konyol….
*****
Akhirnya Ibu pulang…untuk melahirkan kamu….kemudian pergi menyelesaikan sisa kontrak yang masih 5 tahun….lagipula kalau aku tetap di Indonesia….mungkin aku bisa gila….dengan tekanan…cemoohan….Sedangkan kalau aku tetap di Indonesia….aku merasa gak mungkin dapat apa-apa, pendidikan… ataupun keluar dari siklus kemiskinan…
Aku berangkat lagi ke Bahrain…..selama 5 tahun Ibu berusaha mengumpulkan uang yang Ibu…ya….Yas…Ibu sudah ganti 3 majikan… Sebelum memutuskan berhenti jadi babu…dan mendaftyar di sebuah Universitas Negeri di Bahrain…, ternyata uang yang ibu kumpulkan paling hanya bisa….untuk 4 semester saja…, otomatis Ibu masih butcuh dana untuk 2 semester depan.
Kamu pasti pernah membaca novel ketika cinta bertasbih….tau kan bagaimana beratnya menempu pendidikan…kalau kekurangan dana…yang paling Ibu ingat… dulu waktu ada promosi wisata Indonesia…di kantor pemerinrtah Bahrain….Ibu memakai pakaian adat Kalimantan…pemandangan yang cukup jarang…ya Ibu…. Banyak yang mbututin….dapat banyak uang tip pula…mungkin Ibu cantik… (kepedean) ha..ha…ha..ha…
Tapi okey aja walaupun makan numpang di kerjaan restoran makanan Jepang yang pasti….D3 Ibu bisa kelar 3 tahun setengah…gak terlalu lama…, walaupun terlilit hutang…di Bank Arab…sono….
Setidaknya Ibu tidak perlu kerja sebagai babu lagi…walaupun cuma jadi humas di perusahaan pariwisata…untuk tujuan Indonesia, Papua Nuginea, Malaysia, Kamboja, Thailand, Pilipina.
Tapi maaf…Di…Ibu baru bisa pulang saat umur kamu 10 tahunan…soalnya Ibu harus bayar utang…dan masih belum sembuh dari trauma…apalagi kalai melihat kamu tumbuh menjadi “buas” seperti ini banyak bertanya ini-itu…Ibu gak sanggup…harus menceritakan, harus…apa….
*****
Maafkan Ibu…selama enam tahun kerja di Bahrain hanya bisa mengumpulkan ….. juta silahkan pakai untuk…keperluan pendidikan kamu…
Iya….Diyas Ibu mungkin akan kembali sekitar 13 bulan lagi…, Ibu Yakin saat itu aku sudah kuat…untuk melihat kamu lagi…Maafkan telah menghilangkan kamu…tapi sejujurnya hati ini berjuang untuk generasiku…kamu…Di…yas…dan cuma kamu…menyengsarakan kamu….Batinmu….Ibu sungguh minta maaf…”
*****
“Kadang aku merasa beruntung ditempatkan dalam kondisi serba sulit seperti ini, karena ini aku jadi mikir…harus ngapain….hidup….dan tahu hidup ini adalah sebuah perjuangan…dan menyejar pendididan adalah mutlah dilakukan “
     “ Syukur deh kalau kamu bisa gitu.., tapi Aa mesti berangkat sekarang neh……natar telat lagi…..Neng mau ikut apa , mau bolos neh……..”
     “ Ya..udah Neng bolos aja deh…..lagian gak ada pelajaran ini…………?”
     “ Ya dah ,Aa berangkat duluan ya……….” Bangkit segera berangkat sementara itu Diyas berjaln keluar nunggu angkot….., rencananaya dia bakal pergi ke Nusakambangan buat sekedar refresing
     Setengan jam kemudian dia sudah sampai di Teluk Penyu ….yang hari ini nampak  cukup lengang , perahu-perahu yang bisanya ramai mengantar orang-orang hilir mudik ke Nusakambangan kini hanya bersandar di pinggiran panatai
     Diyas langsung nyebrang melewati laut , dari tengah TEluk Penyu terlihat jajaran pegunungan dan Gunung Slamet , terlihat semu…..karena awan putih sering menutupinya
     Tak lama dia sudah bisa jalan-jalan Di Nusakambangan , berjaln menyusuri jalan cor-coran setapak , suasana cukup sejuk dan masih terdengar kicauan burung sahut-menyahut , sepanjang jalan terlihat vegetasi yang cukup rapat
     Objek pertama yang ia datangi adalah benteng pendem , peninggalan Zaman colonial Belanda
     Bangunan tua ini masih berdiri dengan kokoh , walaupun disana-sini banyak coretan-coretan
     Sementara itu di bagian lain benteng terdapat terowongan , yang mitosnya terhubung dengan benteng pendem yang ada di Teluk penyu , entahlah mitos ini bener atau gak , habis gak ada yang berani membuktikan
     Tiba-tiba ja di suasana yang Hyper sepi ini , muncul s eorang lelaki     dari balik semak-semak dengan sebuah kamera Digital 5 mpx
     Diyas sempet terkaget-kaget karena ngira dia itu macan atau binatang buas lainya
            “ Nofit……lagi ngapain kamu , gak ikut Try Out…..”
            “ Diyas……kamu kesini juga “ Nofit tampak terkejut
            “ Oh…….kalau masalah Try out….kemarin kan udah………sekarang semua gak ada pelajaran , kalau Si Bangkit pasti berangkat , soalnya dia belum ikut Try Out bahasa Inggris”
            “ Oh…..gitu ya…..ngomong-ngomong , kamu lagi ngapain ………pakai masuk semak-semak segala…., bikin takut orang aja……….”
            “ Oh….aku lagi take gambar…….tadi aku lihat landak…ya terpaksa masuk semak-semak….ya daripada kelewat gitu aja….”
            Nofit terus ke selatan , Diyas sendiri masih diam terpaku…melihat gimana Nofit ngambil gambar…sampai lupa denganya
            “ Nofit………tungguin………”
            Nofit lalu berbalik dan jalan disebelah Diyas…sampai di objek pasir putih yang juga sepi senyap , hanya ada 3 orang aja……
            Ombak berdebur kancang walaupun gak setinggi di bagian selatan pulau yang bisa mencapai 3 meter lebih
            “ Nof……..aku boleh nanya sesuatu……? “
Diyas membuka dialog , karena dari tadi Nofit asyik dengan kameranya….
            “ nanya apa………?”
            “ Tapi janji jawab ya……….”
            “ Ok……..khusus hari ini , kamu mau Tanya apa akan Nofit jawab………, emang kamu mau nanya apa……..sih…….?”
            “ Aku boleh nanya kenapa dulu kamu marah ...aku atahu itu bukan karena ak bohong nanya-nanya hal pribadi kamu….., buakan juga karena aku boong dengan ngaku orang lain………..?”
            “ Oh……..heran kenapa dulu kamu gak pakai sikokinesis kamu aja………? Dan gak nanya langsung ……..?”
            “ Kamu tahu dalam beberapa hal aku gak bisa ngerti tentang kamu , arti sesunguhnya dari snyum kamu dan perasaan kamu……?”
            Nofit diam sejenak 
“ kamu tahu alesan sebenernya ………..? aku itu paling benci dipermainkan , dan kamu datang seolah memberi harapan ……Yas……..?”
            Hari ini persaan ingin tahu tak terbendung lagi , dia lupa akan resiko hal ini
“ Udah deh  Yas , sekarang lupain aja masalah ini , biarkan semuanya berlalu aja ,,,,,,,,,,?”
            Diyas berusaha menehan diri agar gak nanya perasaanya Nofit sesungguhnya……..
            Diyas yang ngelamun gak tahu kalau Nofit  sudah beranajak dari tempatnya untuk take gambar lagi .
            Akhirnya mau gak mau Diyas ngikutin dia kemena aja…..termasuk saat masuk hutan Nusakambangan yan cukup lebat ,mereka jalan sampai 5 km lebih , hanya untuk cari objek Foto
            Berkeliling hutan begini udah jadi hal yang biasa bafi Nofit , selama ini dia gak pernah tersesat ,
            Di dalalm hutan pemandangan jauh lebih indah , banyak pohon-pohon tumbang , pohon yang punya bentuk unik seperti pohon akasia yang punya lubang besar yang bisa dilalau untuk lewat.
            Dan pohon terbalik , daunya di bawah dan akarnya ada diatas
Diyas bener-bener terkejut dengan isi hutan Nusakambangan
            Mereka berdua asyik , berkeliling untuk mrncari objek foto yang lain sampai hari sore
           
           















AKHIR DARI KISAH Mr,Hp
            Hari-hari telewat begitu aja , Ujian Nasional kian dekat saja tinggal satu hari lagi , Bangkit sendiri udah berhenti kontek-kontekan dan focus belajar
            Anak-anak kelas 10 dan 11 juga sudah diliburkan , hari-hari yang membosankan terus dirasakn Diyas..
            Gak ada alternative hiburan apa-apa , Bangkit yang biasa ngajak jalan lagu ujian , Sisi yang sering ngajak dia ke warnet sekarang-sekarang ini asyik dengan pacar barunya…Si ketua ROHIS , Ikamal
            Satu-satunya hal yang ia lakukan hanya ikut Bantu-bantu di warung rujak , dari jam 8 pagi sampai jam setengah tiga sore , selebihnya waktu luangnya dipakai buat main Teniss bareng Yuke , si atlet Teniss amatiran , tapi dia tetep aja dibantai habis-habisan
            Sebenrnya ada persaan khawtir kalau dia tidak bisa tahu perasaan Nofit yang sebenernya , berhari-hari dia terus mikirin itu
            Ujian Sma empat hari sudah terlewati Diyas yang seneng Banget mutusin buat ngjak Nofit dan Bangkit makan malam di resto masakan Jepang
            Dan seperti biasa Nofit datang membawa kamera Digital miliknya , dan langsung memfoto semua sisi restoran , nyaris aja bikin malu
            Bangkit yang ganteng datang dengan setelan baju yang pas , sepert biasa dia banyak menarik perhatian cewek-cewek di sekitar dia
            Panci Sukiyaki panas datang dengan uap panas yan mengepul , disususul dengan piring Teba , teriyaki .
            Mereka asyik makan , sesekali Nofit ngambil foto …wajah Diyas yang lagi makan
            Malam ini Diyas merasa ada yang aneh dari tingkah Nofit Dan Bangkit , seperti ada yang salah dengan acara malam ini, tak ayal setelah selesai makan malam , Diyas sengaja membuntutin Nofit dan Bangkit jalan ke Pantai Teluk Penyu.
            Bangkit yang mengantar dia sampai Gang depan gak tahu kalau Diyas gak langsung pulang
            Sudah hampir seminggu ini  Bangkit merasa ada yang aneh dari cara Nofit manadang Diyas atau cara dia ngomong, dan dia juga ngerasa Diyas lebih bahagia ada didekat dia
            Bangkit  juga gak Tahu Diyas  bersembunyi disisi mercusuar , dan bisa nguping semua omongan mereka

            “ kamu mau ngomong apa Beng…..? kelihatanya kamu marah………..?”
“ Aku Cuma mau nanya ……ama kamu gak pernah ada rasa ke Diyas……….?”
“ Udah berapa kali aku bilang ,  Cinta Diyas Cuma untuk kamu ………..? ,sendainya kamu nuduh , lantas apa alasan Dia suka padaku………..?”   
            “Baik Nofit..kamu itu temanku aku tahu kepribadian, karakter dan ekspresi wajahmu…”
Hari yang makin malam di pantai teluk penyu…bikin  ombak terdengat lebih menggemuruh….apalagi malam itu terjadi pasang perbani…
Seperti biasa wajah mereka tersenyum….begitu banyak kata-kata sub pedas terucap….tak mengubah aura persahabatan mereka berdua.
“ Kamu itu Bego , .beberapa minggu ini…kamu makin tak bisa mengontrol itu semua…. Apa yang sebnenarnya kamu pikirkan. Seandainya kamu itu gak cemen….aku bukan tandingan kamu , kamu tahu , dimata Diyas kamu itu lebih berharga dari apapun , kamu orang pertama yang bikin dia menyubah pradigma tentang Hidup bukan aku……….”
     “ Aku tahu……tapi………….?”
Nofit berhenti bicara
“Kamu tahu…? …….
Walaupun aku suka ama Diyas…tapi disadari aku tidak aku harus mengakhiri ini semua…aku sudah mikirin ini mateng-mateng
saat itu terjadi kesempatan semua orang sama , dan aku akan nglepasin dia untuk kamu dan untuk  kebahagiaan Diyas
…….atau kalau kamu gak suka dengan Diyas kamu cukup bilang aja Dia hanya butuh….tahu perasaan, kamu…aja…, dia sengaja memberikan copy an ini padaku mungkin…dia ingin ngomong (dia menyayangi aku…tapi kisah cinta ini belum saatnya terjadi ) mungkin dia juga gak ingin jadi pacar kamu
Aku tunggu kejujuran kamu minggu depan , sebelum acara perpisahan
Bangkit menyodorkan copy an surat Ibu Diyas.
Dan langsung dibaca oleh Nofit
 “Kenapa kamu bisa yakin dia hanya ingin tahu perasan ku aja ?”
“Ya…baca aja surat itu semuanya Ibunya Diyas telah berjuang untuk nyekolahin dia…, Diyas pastinya ingin sekolah dengan benar tanpa banyak gangguan….masalah cinta…, sekarang masalahnya itu dia penasaran perasaanmu itu…aja  …” .
Tiba-tiba aja hujan turun dengan deras dan Diyas gak bisa mendengar apa-apa lagi , yang ia dengar hanya suara rintik hujan

Nofit mendongak dan mengacungi jempol pada sahabatnya itu
…. “Kamu hebat  juga…., kamu cinta mati kan…, itu alesan sesungguhnya aku tgak  pernah bilang perasaan ku ……aku juga pingin Fokus sekolah dan berusaha mencari beasisiwa dengan hobi fotografi ku yang banyak dibilang gila…………”
            “Ha…ya emang…, tapi ini masih SMA bukan mau nikah besok…., siapa tahu suatu saat nanti bisa ngedapetin cewek secantik dia, seunik dia, secerdas dia atau aku emang jodoh dia , tapi kamu dah bikin dia penasaran
            “ Ini tugas kamu buat ngasih penjelasan’
Hujan yang makin deras maksa dia buat berteduh ketempat lain , meskipun Mereka maih ada di bawah mercusuar , samapai larut malam
            Dan selama 2 minggu masa penatain iti mata Diyas mulai kembali berkunang-kunang walaupun dia belum samapai mengalami sakit kepala akut
            Seminggu setelah tes semester dia kembali gak masuk dan lebih banyak berdiam diri di rumah , berharap hal buruk tidak akan terjadi
           









Sad Ending
Jadi Anak Sekolah

Ujian sekolah dan ujian praktek anak kelas 12 udah selesai , semua tinggal nunggu pengumuman ujian Nasional ,dan waktu yang Diyas tunggu-tunggu terjadi ,
Esok pagi Diyas yang sadari dulu sudah penasaran dengan perasaan Nofit (sebatas penasaran) Kini sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan apa yang Bangkit dan Nofit perdebatan dulu , apalagi sudah menyangkut-nyangkutkan namanya pula.
Jadilah Diyas gak nyambung diajak ngobrol…sering nge-hang…dan melamun saat jam pelajaran (hal yang selalu terjadi saat ia penasaran, banyak pikiran dan bunek).
*****
Malam harinya  Diyas diajak jalan ke Di Café Senriu…khas masakan Jepang , sepertinya dia mau bilang sesuatu , dari wajahanya yang lusuh jelas Banget dia bakal bilang sesuatu yang berat
Tiba-tiba Diyas bertanya….mengambil  daging dari panci Sukiaki
“Bangkit…aku mau nanya…sesuatu….apa sih yang kalian perdebatkan…di Teluk penyu 2 minggu lalu……..?”
Bangkit yang sedang menelan kue danggo mulai salah tingkah (baru aja aku mau ngomongin masalah ini…)
“ darimana kamu tahu………bukanya kamu gak ikut……….?”
“Aku mbuntutin kalian……….?”
“ Jadi kamu bener-bener suka ama Nofit……….”
“ Ya gak segitunya juga kali…….aku Cuma penasaran aja……”

“Ok….Diyas…kamu benar-benar penasaran perasaan  Nofit…
kenapa dari dulu kamu gak bilang ama aku…?
 kenapa dulu kamu mau pacaran ama aku ? apa aku cuma pelarian dan pelampiasan…? kenapa Diyas…?”
Diyas tersentak, bingung harus mengatakan apa ,dia ingin langsung jujur akan semua yang telah terjadi…
 “Yang pasti bukan itu…, kamu datang saat aku butuh cinta, perhatian…(dan saat aku patah hati ) dan kamu datang itu seperti pengganti sosok ayah…….?
“Kamu masih penasaran dengan perasaan, Nofit…?, baik…Diyas…aku akan melepaskan kamu kalau Nofit sendiri yang mengucapkan kata cinta…itu…”
“Kenapa…kok Aa jadi bilang gitu………?”
            “ Surat dari Ibu kamu yang bikin aku mau melepas kamu………anggap aku ini kakak ku ……….aku juga kurang dapet tempat dihati kamu….Di..
“Sudah….aku gak pernah mendeskriditkan kamu itu pacar kamu “ bentak Diyas
“Aku sih percaya…kamu cuma sebatas penasaran aja…Intinya itu beban Diyas…beban hatiku aja…kamu akan jadi anak yang lebih pinter kalau , kebuntuan ini berakhir
Tiba-tiba Diyas menyambar omongan Bangkit….
“Apa ada alesan yang lebih rasional lagi….Apa Aa udah punya cewek lain…….?
 “ Ok kamu mau tau alesan yang rasional…Semenjak pacaran denganku kamu jadi oon…, karena memikirkan Nofit, Mr.Hp…”
 “Sekarang aku jadi rangking 7 pararel…terus…Aa mau ngelaes apa lagi….?”
 “Beban…Diyas…hal ini beban sekaligus PR buatku…itu artinya kamu lebih baik tanpa pacaran….di SMA…ini…, aku cukup jadi sosok yang kamu bilang…. Tapi dalam konteks teman…baek aja…
Itu artinya aku itu gak dapat tempat dihati kamu mungkin kalau kamu dengan Nofit nilai pelajaran kamu bakal lebih baik (untuk awalnya saja…pada dasarnya pacaran juga menguras pikiran….harus mengerti pacar dan sebagainya, aku yakin kamu juga akan pusing juga ujung-ujungnya…)….semua itu cukup membuktikan….
Diyas anggap aja aku ini kakakmu…anggap aja adikku saudara kamu….Sebelumnya aku minta maaf tapi masa depan kamu itu pendidikan, Aku sadar bagaimana pentingnya pendidikan…. Bagaimana usaha Ibu kamu untuk mendapat pendidikan…dan kenekatan dan keteguhan kamu untuk terus mengejar pendidikan rasanya aneh . Bangkit… datang seperti menghancurkan semua itu…
Mungkin suatu saat nanti aku akan kembali ke kehidupan kamu…
Kadang ada penyesalan juga…kenapa ya aku ketemu kamu sekarang….bukan besok kalau mau nikah aja….”
“Break…itu kan selain kata putus…karena kamu bilang suatu saat mungkin akan datang lagi…selain kata putus….” Ucap Diyas pasrah.
“Saat ini memang bukan waktu yang tepat…menurutku enjoy aja bertemu di SMA berteman aja…pacaran…ya hanya selayang pandang…ah…apalagi…telah habis kata (seperti lagu yang diputar di Café D’Masiv tak bisa hidup tanpamu)
“Sebenarnya aku juga gak mau seperti ini kalau rasa penasaranmu…itu…gak sampai bikin kamu error , aku akan bertahan tetap seperti ini…kalau toh akhirnya kamu sudah tau rasa penasaran kamu…itu ,itu tinggal nasib aja…( kamu mau pilih siapa )
Diyas seperti mendapan suntikan stimulasi dosis hyper…entah kenapa dia menyemangati dirinya sendiri pacaran di SMA ini…bukan mau nikah besok diputusin pacar..
“Oke kita Break…kamu emang baek..ya anggap ini proses kedewasaan aja…aku pernah denger Bu Set bilang gitu
aku ngerti semua maksud kamu…pacaran di SMA hanya bikin jadi nonsen…kan….”
“Thanks…ya…udah ngerti aku…udah memberi sesuatu yang beda dengan hidupku baru kalui ini aku break (1/2 putus) dengan cara seperti ini. Kamu itu hebat Diyas bisa melewati hidup kamu…(kamu thu gak kelihatan sedih walau kayak ini) yang penuh liku…banyak tantangan…ada yang beda…dengan cinta yang kualami denganmu…”
Tiba-tiba Diyas kepikiran suatu hal lalu menelphone seorang sarjana computer , dia seperti ingin mengakhiri ini semua
 “Mas tolong buatin alat…untuk menyiarkan audio…lewat internet…yang pakai WI-FI (gratisan) ok…mas…(ah….aku gak ngerti namanya program apa)
“Besok malam….aku mau nanya semuanya…aku gak mau penasaran lagi ,orang umur kalian di SMA tinggal seminggu lebih 3 hari…lagi…”
“ Emang kamu mau apa…”
“ Tunggu aja besok , ini generasi ketiga cara Nguping “
“iya, kamu harus liat sendiri semuanya nanti…aku sudah menyiapkan semuanya…apa yang tejadi dengan Diriku
Ia berdo’a…panjang sebelum mengirim sms…dan berharap Nofit mau datang besok malam
 “Nof…aku mau ngomong penting ama kamu…aku tunggu jam 8 di Teluk penyu…kamu tau…aku mohon banget sekali ini aja anggap kata-kata ku ini serius 100% jujur….”
Diyas melangkah keluar setelah menghabiskan semua isi sukiyaki…hanya disisakan sayurnya  saja…disampingnya ada Bangkit yang nampak biasa-biasa saja…. padahal kisah cintanya sudah bisa dibilang berakhir paling mentok tergantung…menunggu jawaban Nofit (pasti…kali ini dia bakal jujur…dia…pasti jujur….)
“Di…aku nyesel ketemu kamu sekarang, harusnya nanti aja kalau udah kelar S1…”  Ucap bangkit pelan
“Aku malam seneng ketemu kamu sekarang ini….,pacar pertama ku”
Bangkit tersenyum dengan manisnya…
“ Kenapa Aa..kok ketawa-tawa sendiri , jangan gila hanya gara-gara Diyas Ya…”
“Oh….Aku cuma mau ngomong…, eh….keburu lupa….ha…ha…ha…ha…hah….Aku cuma mau ngomong…, eh….keburu lupa….ha…ha…ha…ha…ha 
   Kita akan tetap mendapat kasih sayang, dengan persahabatan…dan            semangat yang muncul dari  mimpi kita…
            Tanpa mengganggu fungsi kita sebagai mahluk social  dan  pelajar
 
 
 
 
Amnesia
     Malam yang bisa jadi sangat dramatis , Nofit yang ada dikamarnya masih bersiap untuk pergi ke Teluk Penyu ….,
     Demikian juga suasana di kamar Sisi yang jauh lebih ribet ,enatah dari siapa Dia bisa tahu acara malam  ini , tak lama Ratri dan Yuke muncul dangan dandanan yang ala kadarnya
     Yang pasti dia juga datang ke orang yang sama , tempat Diyas pesen alat aneh itu . Warnet Haikal .Ya itu Warnet langganan Diyas dan Sisi
     Suasana kamar yang paling Mengenaskan ………ada di kamar Depan Rumah dr..Adytia Murray , Bangkit masih berdiri didepan cermin untuk , Nanya apa keputusanya udah bener….
     Sesekali dia inget omongan Diyas yang bilang jangan gila hanya karena Diyas
     Diyas sendiri sibuk menyipakan semuanya , dari ponsel samapai Laptop milik Tante Silvia
     Tepat jam delapan malam di Pantai Teluk Penyu….Diyas dan Bangkit melangkah diantara pasir yang agak basah…karena ombak laut yang sedang besar.. bikin suasana pantai cukup lengang
Sekilas tidak ada yang berubah dari cara mereka….aura antara Bangkit dan Diyas… masih sama seperti dulu….
“Gimana Di…Nofit belum nongol juga…”
 “Ini…dia baru aja…sms…Katanya dia ada dibawah mercusuar paling barat…Katanya sudah datang 10 menit lalu..”
Mereka segera berjalan kearah mercusuar paling barat dengan menenteng peralatan yang dari siang sudah disiapkan ponsel ber WI-FI dan sebuah laptop…. Kebetulan ada Hot spot area di tempat ini.
Rencananya Diyas ingin menyiarkan kata-kata Nofit…supaya Bangkit juga bisa mendengarkannya lewat ponsel . Entah bagaimana perbuatannya yang pasti 350 ribu mereka ludes buat beli software dan bayar sarjana computer….
Dengan ini , omongan Diyas Dan Bangkit akan langsung di kirim lewat saluran internet , persis seperti siaran langsung online
“Diyas kamu mau ngomong apaan…mau wawancara pakai bawa laptop mahal kayak gitu…” Ucap Nofit saat ngliat dia  
“Ya pastinya bakal panjang…”
“Laptop baru neh…”
“Ye…ini ma cuma minjem punya Tanteku…Itu yang ada di warung rujak Mbah Terminal.”
     Lama suasana lengang , Diyas dan Nofit sama-sama ragu mau ngomong Diyas mulai tak tahan, ingin segera menanyakan semua yang ada dihatinya
“Menurut kamu cinta itu penting gak….?”
“Ya penting juga kalau datangnya gak kepagian ama kesorean….ya kalau cinta itu datang sekarang aku gak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum…”
 “Kenapa mesthi kayak gitu…cinta ya tetep cinta…ko.. dibiarkan pergi”..
Nofit masih terlihat tersenyum “Aku gak mau ngebahas masalah ini…masih banyak hal laen kan…?”
Diyas terdiam cukup lama…terpaku memandang senyum liar Nofit dan gelapnya malam…
 Diyas bilang saja semua yang kamu rasakan ama Mr.Hp kalau gak bilang dia gak bakal percaya  kamu itu beneran suka ama…dia…, yang dia tahu itu kamu dah milik aku…,
Diyas kembali teringat kata-kata Bangkit 10 menit lalu….saat ekspresi wajahnya sudah tak tertebak lagi, entah marah entah senang ,enatah gelisah.
“Nof….selama ini…apa…kamu gak pernah jatuh cinta apa suka ama cewek…?” “Sebatas cinta ya pernah lah…”
 “Maksud kamu…gak pernah pacaran…”
“Ya…gitu juga..aku peranah punya cewek namanya Vina , terus  Adelia….yang terakhir aku sadar apa yang harus aku lakauin..”
“Terus kenapa kamu gak bilang aja cinta ama yang kamu suka…apa….. cukup bilang aja…”
“Ya…gimana ya….aku bukan mereka-mereka yang sudah dapat kartu garansi bakal bisa ngelanjutin pendidikan….aku harus Sekolah yang benar… ya seperti mereka yang bisa santai pacaran…apa lah…aku harus berjuang dari bawah kalau mau meneruskan….Seandainya aku mau pacaran…juga dia gak bakal bahagia….apalagi aku juga sibuk dengan masalahku sendiri pacaran itu juga butuh modal.Gak hanya makan cinta kan……….?”
“Apa itu faktor eksternalnya…ku boleh tau gak jelasnya….”
“Maaf kalau masalah ini aku gak bakal mau cerita….bukanya gimana-gimana Bangkit aja gak pernah aku certain….”
Diyas mulai tak tahan untuk memuncratkan isi hatinya….
“Aku nunggu kamu…aku gak peduli siapa kamu…apa faktor eksternal itu…. Aku itu nunggu kamu apa benar gak ada perasaan apapun padaku….asal kamu tahu aku sampai nonsen mikirin kamu…tau gak sih…”
(Harusnya sih tau…jelas-jelas Diyas suka ama kamu Nofit…) by Bangkit….  
“ Ok aku akan bilang semuanya”
Tiba-tiba dunia serasa berputar dan berubah jadi lautan kabut …Diyas yang sedang berdiri mulai ngerasa..kalau kepalanya udah kelwat pusing .
“ kamu….wanita pertama yang bikin aku………..( jatuh Cinta secara logika dan dan hati)
Diyas belum sempat mendengar kata-kata Cinta  dan mungkin baru mendengar sekilas saja..
Dia tersungku jatuh di pelukan Nofit…dan Dia sudah kehilangan semua prespektif dunia dan terbawa…ke dunia yang gelap tanpa sebuah ujung
“ Diyas…kamu kenapa..kok tiba-tiba meluk aku “
Sisi yang ada di Café…menahan nafas…” NOfit ma Diyas jadian……”
Sejak tadi ketiga temenya udah nunggu-nunggu omongan itu…
“ Iya…kali ya….Diyas dah jadian……” Yuke tersenyum
“ Gak sia-sia kan bayar mahal…….” Sambung Yuke Senang
Sementara itu Bangkit Cuma bisa tersenyum , “ Inilah yang terbaik untuk kamu Yas…….”
            “ Diyas …kamu gak apa-apa kan………bangun Yas…, kamu denger kan semuanya………?”
            Nofit yang selama ini terkenal jarang mewek , tiba-tiba mewek gitu aja…
Dia mendekap Diyas yang sudah cukup dingin….” Bangun..yas…maafin Nofit….”
Dia terus berteriak kencang-kencang
            “ Bangun………….bangun….”
            Suasana yang semula riuh berubah jadi ekspresi panik , semua meninggalkan tempatnya dan berlari secepat kilat ke Mercusuar paling Barat . Disana mereka semua menagis…dan terus histeris..
            Entah masih hidup atau gak , mereka langsung ngebawa Diyas ke RSPC ..denyut nadinya sudah timbul-tenggelam
            Malam itu semua menati masa kritis Diyas , kerusakan pembuluh darah otaknya secara keseluruhan  bikin harapan hidupnya cukup kecil …dokter bilang kesempatan Dia hidup hanya 25 % saja.

            Hari-hari berlalu dengan lebih lambat , Sisi dan semua orang masih harap-harap cemas , tidak ada yang bisa diceritakan tentang apa yang terjadi dengan Diyas , pasalanya dia juga gak pernah mau cerita apa-apa
            Hari kepulangan Ibu Diyas dipercepat dari rencana semula , tepat seminggu Diyas ada di rumah sakit ibunya datang dari Bahrain
            Sehari-hari dia hanya duduk untuk menunggu Diyas ,nyaris tidak ada acara penyambutan ataupun tetek bengek lain , pokoknya setibanya di Cilacap dia langsung pergi ke RSPC
            Sore ini dokter dari Purbalingga datang dan sempet ngobrol banyak , termasuk ngasih saran kalau sampai Diyas sembuh , supaya dibawa ke Kanada untuk dapat penanganan khusus Sikokonesis
            Tapi toh sampai hari ke 13 dia tetep belum sadar , dan sebuah dilema baru menyeruak di dingin nya didinding rumah sakit
            Kalau sampai 15 hari dia belum sadar , dengan sangat terpaksa keluarga harus merelakan Diyas untuk Selma-lamanya..
            Semua yang ada di tempat itu termasuk Nofit , Bangkit hanya bisa diam mendengar omongan dokter barusan
           




  

            Dan hari terkhir pun sudah didepan mata , Diyas masih tergolek lemas di ruang ICU ,
            Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali hanya berdoa dan menunggu
            “ Kalau besok dia belum sadar , kita harus terima kenyataan terpahit….”
Ibu Diyas terus termehek-mehek tiada henti , omongan doter bikin dia tidak bisa sama sekali memenjamkan mata
            Acara perpisahan SMA , gak bikin Nofit , Bangkit , Sisi , Yuke , Ratri seneng ,apalagi kalau inget omongan dokter kalau besok itu hari terkhir . Mereka sengaja tidak datang , malam ini mereka bener-bener ketakutan kehilangan Diyas dan gak ingin tau kenyataan yang bisa terjadi
            Acara perpisahan yang Dimeriahkan  Rini Idol , Drive ini bisa jadi malam perpisahan yang paling megah disepanjang Sejarah SMA ini , kalau bukan  berkat tim TV swasta Yang bikin acara prome nite pilihan , acara ini juga bagai mimpi di siang bolong
            Suasana yang sangat meriah , bikin seisi sekolah rium seneng
            Malam yang cerah ini , udah jadi malam yang begitu dingin …..
Di kamarnya Nofit berusaha memejamkan mata , dia pulang di tengah acara..
            Sampai tengah malam dia belum bisa tidur….
Dia mutusin buat pergi ke rumah sakit , masih jam satu pagi ……Di ruang tunggu ruang ICU masih ada Ibu Diyas
            Nenek dan Tante Silvia ada di pojok lorong dengan sebuah sleeping bag
“ Tante …belum tidur…ini kan udah malem…….” Ucap Nofit memecah keheningan
            “ Iya…Tante gak bisa tidur…ini mungkin bisa jadi saat terkhir Tante bisa jadi…Ibu
            Kamu tahu , selama 16 tahun Tante baru ketemu Diyas 2 kali , ini.
Tante itu banyak Dosa …dan Tante belum menebus semua kesalahan…Tante Nof….”
            Suasana kembali hening , Nofit gak sampai hati melihat Ibu Diyas terus mewek….dan mewek
            Tak lama dia pun ikut tertidur , di kursi tunggu
            Dalam pekatnya malam , Nofit langsung masuk keruang ICU……tanapa pakai baju khusus
            Dengan pelan dia mendekati bangsal Diyas
“ Diyas….3 hari lagi Nofit bakal Pergi ke Singapura……Nofit dapet beasisiwa fotografi
            Nofit juga gak nyangka …bakal dapet .kamu tau ……..? , berkat foto..di Nusakambangan kemaren Yas
            Aku Cuma mau bilang maaf Diyas….aku mohon kamu bangun….
            Aku belum sempet bilang maaf..
            Aku harap kamu denger apa yang aku bilang
            Tentang semunya “
            Dia meneteskan air mata sampai berjam-jam .
Dan cerita tentang gimana usaha dia untuk ikut dan jadi juara kontes foto se Asia Tenggara
            Berawal dari sebuah situs di internet  yang bilang kalau siapa aja yang dapet peringkat 1-20 bakal dapet beasiswa di universitas Ciang may
            Nofit yang hobi fotogarafi iseng me upload , 50 foto sesuai sarat lomba termasuk foto Diyas Di Nusakambangan serta foto-foto lain Saat mereka tanpa sengaja ketemu Di Nusakambangan
            “ Aku mohon maafkan aku……maafkan Diyas , Hari ini…aku mesthi pergi ke Jakarta ……..walaupun kamu gak bisa jawab ……maafin Nofit …….”

            Dia menyeka air matanya dan pergi dengan meninggalkan sebuah album Foto..yang berisi lebih dari 3000 foto
                        *****************************
            Pagi yang  mendung ini ……..Diyas masih berbaring di bangsalnya ….wajahnya yang kuyu ia gak berhenti melihat dirinya sendiri
            Aku ini siapa ……………..?
            Kenapa aku bisa ada di tempat ini……….?
            Terus aku ini kenapa …..?
Dia lantas melepas alat Bantu nafas dan berjalan seperti biasa…..ke luara rumah sakit..
            “ Aneh kenapa aku gak bisa inget apa-apa…..”
Karena lelah dan pusing mikirin dia siapa , akhirnya dia mutusin buat duduk …di dekat kamar mayat
            Nofit yang sejak malam juga nginep di rumah sakit …mulai panik mencari Diyas…masih jam setengah empat.
            “ Kemana dia….apa dia udah sadar……….?”
            Tanapa memberi tahu siapapun …….., dia mencari di setiap lorong rumah sakit…sampai jam setengah lima pagi , Diyas belum ditemukan
            “ Apa , dia udah meninggal…..terus dibawa ke kamar mayat……..?”
            Air matanya kembali berlinang , ia memberanikan diri pergi ke kamar mayat , yang ada di lantai dasar
            “ Diyas……..kamu udah sadar…….to………..”
            Nofit segera berlari begitu tau Diyas lagi mondar-mandir di lorong kamar mayat….
            “ Diyas……siapa dia………?" Ucap Diyas pelan
            “ Diyas ya kamu………kamu Diyas……….?” Ucap Nofit terpongah
            “ Diyas……..jadi namaku Diyas……….apa kamu bisa cerita apa yang terjadi……….anehnya aku tau perasaan kamu………sekarang…….kamu begitu senang aku masih hidup………., walaupun aku gak inget siapa aku……?”
            Tanpa berpanjang lebar , Nofit menceritakan semua yang terjadi kepada Diyas , mulai dari koma 14 hari samapai nama Ibu , Nenek , Tante dan Mantannya, Bangkit
            Dia gak berani bilang apa yang bikin dia seperti ini…, dia ngerasa ragu
            “ Lantas sekarang kamu mau bilang apa………..? , entah kenapa aku bisa baca pikiran kamu……, seprtinya kondisi kamu sekarang lagi keburu-buru waktu…
            Terus kenapa kamu kayak punya rasa berlebihan ama aku………?”
            Waktu di jam deket kamar mayat sudah nunjukin jam lima kurang seperempat……..padahal dia harus berangkat ke Jakarta tepat pukul 06:00
            Untuk sampai di rumah dia harus naik motor selama 30 menit , mobil jemputan itu gak bakal mau nunggu lebih dari 15 menit karena harus jemput siswa lain
            Otomatis waktu dia buat ngomong tinggal 15 menitan ,dalam suasana seperti itu tanpa nunggu apa-apa lagi dia langsung ngomong apa yang ada di dalam hatinya….
            “ Diyas…….sebenernya selama ini aku cinta sama kamu……………dan maafin Nofit yang selama ini mendem perasaan itu
            Sekarang Nofit mesthi pergi ke Jakarta………aku akan ngasih bukti rasa cinta aku padamu
            Karena kini aku sadar aku gak sanggup kehilangan kamu ………ataupun ngrelain kamu untuk siapapun “
            “ Tunggu……….apa kamu dapet beasiswa ……….”
Belum sempat pertanyaan itu di jawab Nofit langsung berlari mengejar waktu……..untuk menegejar mimpi dan membuktikan Cintanya
            Karena dia sadar Cinta juga butuh materi
            Dan dia gak mau mencintai hanya dengan cinta
            Dan ini adalah usaha dia untuk ngasih Bukti semua kata Cinta itu
Diyas kembali diam dan jalan manyusuri lorong-lorong panajang rumah sakit…….
            Kemunculan dia secara tiba-tiba bikin Ibu ,Tante , Nenek dan Bangkit yang sedari tadi muter-muter langsung menangis bahagai
            Meski saat Diyas gak inget lagi , siapa mereka semua
Dan inilah titik baru hidup Diyas……….dan kisah Mr.Hp telah terlewati
            Satu yang belum ia tahu………? Kenapa Nofit Hepi selalu tersenyum…………….”
So nama ku itu Hepi kan
Dokter bilang ingatan Diyas tidak akan pernah kembali keculai dengan sebuah keajaiban


           





           

















  


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar